TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Rupiah Ditutup Turun, Tertekan Dinamika Harga Minyak Dunia

Published Agustus 18, 2026 · Updated Agustus 18, 2026 · By Emily Thomas - tajukpublik.com

Foto : Emily Thomas - tajukpublik.com

Rupiah Melemah Lagi, Dinamika Minyak Global Jadi Pemicu Utama

Tajukpublik.com – Penutupan perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, kembali mencatatkan pelemahan rupiah. Mengacu pada data Bloomberg, mata uang domestik berakhir di level Rp17.862 per dolar AS, turun 64 poin atau setara 0,36 persen dari penutupan sebelumnya.

Tegangan Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak

Faktor pendorong utama pergerakan hari ini berasal dari eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Berakhirnya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memicu kembali kenaikan harga minyak mentah global, sekaligus membuka kekhawatiran akan pecahnya konflik bersenjata baru di kawasan tersebut.

"Trump bahkan mengancam akan membom negara Oman jika negara itu menghalangi AS. Tidak jelas apa yang mendasari Trump melontarkan ancaman itu," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Amerika Serikat secara eksplisit menyatakan tidak berniat memperpanjang gencatan senjata, sementara Iran mengisyaratkan penolakan untuk kembali ke meja perundingan. Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan rudal ke arah kapal militer Arab Saudi beserta empat kapal pengawalnya. Namun, Oman menyampaikan adanya pembicaraan terkait Selat Hormuz, yang sedikit meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global.

Pelaku Pasar dan Arah Kebijakan The Fed

Ibrahim menyoroti risiko inflasi yang mengintai akibat berlanjutnya kenaikan harga energi. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar memperkirakan the Fed masih akan menaikkan suku bunga hingga akhir tahun berjalan.

"Pelaku pasar menantikan risalah rapat the Fed bulan Juli kemarin untuk mendapatkan kejelasan arah kebijakan the Fed. Risalah itu dijadwalkan released pada Rabu waktu setempat," ujar Ibrahim.

Dampak Domestik: Anggaran Energi dan Posisi ULN

Di dalam negeri, lonjakan permintaan dolar untuk pembelian minyak mentah di pasar global turut memperkuat dolar dan menekan rupiah. Pelaku pasar juga mencermati bagaimana kenaikan harga energi membebani anggaran negara yang harus membiayai impor energi.

"Lonjakan permintaan dolar AS untuk membeli minyak mentah di pasar global membuat dolar menguat dan menekan nilai tukar rupiah," ucap Ibrahim.

Sementara itu, Bank Indonesia hari ini mengumumkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia triwulan II 2026 sebesar USD453,4 miliar, tumbuh 4,4 persen secara tahunan. Dalam denominasi rupiah, angka tersebut setara Rp8.086,82 triliun. BI juga meluncurkan kartu kredit Indonesia serta memperluas kebijakan MDR nol persen.

RDG BI: BI Rate Diprakirakan Tetap

Pasar kini menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung 18–19 Agustus 2026. Rapat tersebut akan memaparkan asesmen BI terhadap kondisi ekonomi global dan domestik, termasuk keputusan terkait BI Rate.

"BI diprakirakan akan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen. Setelah menaikkan suku bunga secara agresif dengan total 75 basis poin sepanjang April-Juni 2026," ujar Ibrahim.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Rupiah Ditutup Turun Tertekan Dinamika Harga?

Rupiah Ditutup Turun Tertekan Dinamika Harga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Rupiah Ditutup Turun Tertekan Dinamika Harga matter?

Rupiah Ditutup Turun Tertekan Dinamika Harga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.