TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Trump Tegaskan Tidak Ada Pembicaraan dengan Iran, Ketegangan Berlanjut

Published Agustus 19, 2026 · Updated Agustus 19, 2026 · By Emily Thomas - tajukpublik.com

Foto : Emily Thomas - tajukpublik.com

Trump Tegaskan Tidak Ada Pembicaraan dengan Iran, Ketegangan di Selat Hormuz Berlanjut

Tajukpublik.com – Washington — Pernyataan terbaru Donald Trump kembali menggegerkan pasar energi global dan memicu pertanyaan tentang arah kebijakan Amerika Serikat di kawasan Teluk. Dalam keterangan yang dikutip Al Jazeera pada Rabu, 19 Agustus 2026, Presiden Amerika Serikat berusia 80 tahun itu menegaskan tidak ada pembicaraan aktif maupun yang telah dijadwalkan dengan Teheran. Ia menambahkan bahwa jalur pelayaran internasional melalui Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal non-Iran, sementara pembatasan maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih diberlakukan secara penuh tanpa pengecualian.

"Lalu lintas laut lainnya tetap bebas melintasi Selat Hormuz," ujar Trump, seraya mengunggah peta yang menampilkan selat tersebut berada di bawah kendali penuh Washington.

Pernyataan ini menandai pergeseran tajam dari narasi sehari sebelumnya, ketika Trump mengklaim bahwa Washington memiliki jalur komunikasi belakang dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Teheran dengan cepat membantah narasi tersebut dan menegaskan tidak ada kontak semacam itu. Dengan demikian, posisi resmi Gedung Putih kini menegaskan tidak ada pembicaraan dalam bentuk apa pun, menutup ruang spekulasi tentang negosiasi diam-diam yang selama beberapa pekan menjadi bahan analisis para pengamat geopolitik.

PBB dan Mediator Internasional Dorong Dialog Kembali

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan agar kedua negara segera kembali ke meja perundingan. Seruan itu datang di tengah ketegangan yang belum mereda sejak permusuhan dimulai pada Maret 2026 dan telah mengganggu rantai pasok energi di sejumlah kawasan. Pemerintah Qatar menyampaikan bahwa para mediator masih menunggu hasil kesepakatan Iran–Oman soal pengelolaan Selat Hormuz sebelum mendorong Washington dan Teheran untuk berdialog kembali secara resmi.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pembicaraan bernada positif dengan Iran memang masih berjalan di tingkat teknis, namun Trump telah memutuskan untuk menunggu hingga Teheran menunjukkan kesiapan mencapai kesepakatan komprehensif. Sikap menunggu ini sejalan dengan pernyataan bahwa tidak ada jadwal negosiasi resmi dan bahwa inisiatif harus datang terlebih dahulu dari pihak Iran.

Iran: Penutupan Hormuz Berlanjut hingga Komitmen AS Dipenuhi

Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz akan berlanjut sampai Amerika Serikat menepati seluruh ketentuan dalam nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri konflik. Di sisi lain, Trump sebelumnya menuntut agar Iran menyerah total dan mengancam Oman apabila negara Teluk itu ikut campur dalam urusan selat tersebut. Ia juga menyatakan seluruh ranjau laut di perairan itu telah disingkirkan atau diledakkan, sehingga jalur pelayaran dianggap aman bagi armada komersial.

Sementara itu, Iran dan Oman terus berunding soal pengelolaan Selat Hormuz. Kedua negara berbatasan langsung dengan jalur perairan strategis yang menjadi salah satu arteri utama perdagangan energi global. Setiap perkembangan dalam perundingan bilateral ini berpotensi mengubah kalkulasi keamanan di kawasan Teluk dan memengaruhi harga minyak di pasar internasional dalam jangka pendek maupun menengah.

FAQ: Trump Tegaskan Tidak Ada Pembicaraan dengan Iran

Kapan pernyataan ini disampaikan dan siapa yang mengutipnya? Pernyataan Trump dikutip Al Jazeera pada Rabu, 19 Agustus 2026. Dalam keterangan tersebut, ia menegaskan tidak ada pembicaraan aktif atau terjadwal dengan Teheran dan menegaskan kembali bahwa pembatasan maritim terhadap pelabuhan Iran masih berlaku penuh.

Apakah Selat Hormuz benar-benar terbuka bagi pelayaran internasional? Menurut Trump, lalu lintas laut non-Iran tetap bebas melintasi selat tersebut dan seluruh ranjau laut telah disingkirkan. Namun Iran menyatakan penutupan akan berlanjut hingga seluruh ketentuan nota kesepahaman dipenuhi oleh Washington, sehingga status aktual jalur pelayaran masih menjadi titik perebutan narasi antara kedua pihak.

Siapa yang berperan sebagai mediator dan apa langkah selanjutnya? Qatar disebutkan sebagai pihak yang menunggu hasil kesepakatan Iran–Oman sebelum mendorong dialog kembali antara Washington dan Teheran. PBB juga menyerukan kembalinya kedua belah pihak ke meja perundingan. Seorang pejabat AS menambahkan bahwa pembicaraan teknis bernada positif masih berjalan, tetapi keputusan akhir berada di tangan Trump yang memilih menunggu kesiapan Teheran.

Apakah benar ada jalur komunikasi belakang dengan IR

Related Reading