Sejumlah Negara Tawarkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Nepal
Banjir Bandang Gletser di Perbatasan Nepal–China: Ratusan Tewas, Dunia Tawarkan Bantuan
Tajukpublik.com – Peristiwa bencana alam berkekuatan dahsyat mengguncang kawasan perbatasan antara Nepal dan Tiongkok pada Kamis, 27 Agustus 2026. Gelombang banjir bandang yang dipicu longsoran es dari gletser menewaskan sedikitnya 270 orang hingga sore hari itu. Skala destruksi yang ditimbulkan membuat sejumlah negara segera bergerak menawarkan dukungan kemanusiaan kepada pemerintah Nepal.
Warga Asing yang Terdampak
Beberapa negara melaporkan warganya hilang akibat bencana tersebut. Korea Selatan mengonfirmasi sembilan warga negaranya yang tengah mengerjakan proyek pembangkit listrik tenaga air di Nepal tidak dapat dihubungi. Kementerian Luar Negeri Malaysia menyebut 11 warga negara mereka kehilangan kontak dan diduga berada di Distrik Rasuwa. Di sisi lain, Kedutaan Besar Rusia di Nepal mencatat empat warga Rusia hilang di area terdampak.
Respons Internasional
Perdana Menteri India, Narendra Modi, langsung menghubungi Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, untuk menyampaikan kesiapan bantuan. Melalui media sosial pada Kamis, 27 Agustus 2026, Modi menyatakan:
"India siap memberikan segala bentuk bantuan kemanusiaan yang dimungkinkan kepada Nepal. Tim kami berkoordinasi erat dalam upaya penyelamatan dan pemberian bantuan."
Perserikatan Bangsa-Bangsa turut memobilisasi sumber daya untuk merespons krisis tersebut. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menegaskan:
"Dalam upaya memenuhi apa yang jelas akan menjadi kebutuhan kemanusiaan yang sangat besar."
Australia, Inggris, Uni Eropa, Finlandia, Prancis, Norwegia, dan Swiss juga menyampaikan solidaritas kepada Nepal. Mereka menyerukan agar seluruh pihak di wilayah terdampak mematuhi instruksi pemerintah serta peringatan keselamatan, mengingat kondisi masih terus berubah.
Akar Penyebab: Longsoran Es Gletser
Para ahli dari Pusat Pengembangan Pegunungan Terpadu Internasional (ICIMOD) yang bermarkas di Kathmandu menilai longsoran salju dan es dari gletser sebagai pemicu utama peristiwa ini. Dalam pernyataan resmi, para pakar ICIMOD menulis:
"Pengamatan hidrologi menunjukkan kecepatan dan besarnya gelombang banjir yang sangat luar biasa."
Data lapangan mencatat ketinggian permukaan air di salah satu titik Sungai Trishuli melonjak hingga sembilan meter dalam rentang waktu sekitar 30 menit saja. Menurut ICIMOD, wilayah yang paling parah terdampak adalah Sungai Lhende Khola, anak Sungai Bhotekoshi.
Saswata Sanyal, spesialis pengurangan risiko bencana di ICIMOD, menjelaskan bahwa Lhende Khola telah dilanda banjir dua kali dalam kurun 14 bulan terakhir. Ia menambahkan:
"Lhende Khola telah dua kali dilanda banjir dalam 14 bulan terakhir. Kali ini pemicunya adalah longsoran bebatuan es dari gletser di sisi Nepal, yang kemudian menyumbat sungai dan melepaskan lonjakan air bah secara tiba-tiba ke hilir."
Sanyal mendesak penguatan sistem peringatan dini di kawasan Himalaya yang terus mengalami kenaikan suhu. Ia mengingatkan bahwa peristiwa serupa pernah terjadi ketika sebuah danau glasial di Tibet meluap akibat peningkatan suhu ekstrem. Insiden tersebut menewaskan sembilan orang serta menghancurkan infrastruktur vital, termasuk jembatan penghubung antara Nepal dan Tiongkok.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sejumlah Negara Tawarkan Bantuan Kemanusiaan?Sejumlah Negara Tawarkan Bantuan Kemanusiaan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sejumlah Negara Tawarkan Bantuan Kemanusiaan matter?Sejumlah Negara Tawarkan Bantuan Kemanusiaan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.