TajukPublik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Indonesia Dorong Ekspor Produk Perikanan ke Pasar Jepang

Published Agustus 22, 2026 · Updated Agustus 22, 2026 · By Sandra Smith - tajukpublik.com

Foto : Sandra Smith - tajukpublik.com

Indonesia Perkuat Posisi di Pasar Perikanan Jepang Melalui JISTE 2026

Tajukpublik.com – Pameran The 28th Japan International Seafood & Technology Expo (JISTE) 2026 yang digelar di Tokyo pada 19–21 Agustus 2026 menjadi panggung bagi Indonesia untuk memperluas jangkauan produk perikanannya di pasar Jepang. Sebanyak 14 pelaku usaha nasional hadir di Paviliun Indonesia dengan menampilkan beragam komoditas, mulai dari tuna fillet segar maupun beku, tuna kaleng, udang, gurita, octopus, ikan layur, hingga kepiting.

Peran Duta Besar dan Pesan Strategis

Nurmala Kartini Sjahrir, Duta Besar RI untuk Jepang, secara langsung meresmikan Paviliun Indonesia di Tokyo Big Sight pada Kamis (20/8/2026). Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa kehadiran Indonesia di ajang tersebut merupakan wujud konsistensi komitmen negara ini sebagai salah satu pemasok utama produk perikanan di tingkat global.

"Indonesia, sebagai negara maritim dengan sumber daya laut melimpah, memandang produk perikanan sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan dengan potensi besar ke pasar Jepang."

Kartini menambahkan bahwa Indonesia berupaya mengokohkan perannya sebagai mitra yang dapat diandalkan bagi industri makanan laut dunia, dengan Jepang sebagai salah satu tujuan utama.

Data Perdagangan: Angka yang Stabil

Secara kuantitatif, hubungan dagang perikanan kedua negara menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Jepang tercatat sebesar 589,86 juta dolar AS, naik 6,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Memasuki semester pertama 2026, angka tersebut berada di kisaran 279 juta dolar AS dengan volume sekitar 4.000 ton — relatif setara dengan periode yang sama pada tahun lalu.

IJEPA sebagai Pengungkit Akses Pasar

Kartini menilai partisipasi dalam JISTE 2026 merupakan momentum strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Protokol tersebut membuka ruang akses pasar yang lebih luas, termasuk penerapan tarif preferensial nol persen bagi sejumlah produk perikanan tertentu. Kebijakan tarif ini dinilai mampu mendongkrak daya saing produk Indonesia di pasar Jepang.

"Peluang ini harus kita manfaatkan bersama. Saya mendorong para pelaku usaha di kedua negara untuk terus memperkuat kolaborasi di bawah kerangka kerja sama ini."

Membangun Kepercayaan Jangka Panjang

Menurut Kartini, keberhasilan menjaga hubungan bisnis dengan mitra Jepang bergantung pada beberapa pilar utama: konsistensi pasokan, kualitas produk, transparansi, serta keandalan dalam memenuhi komitmen. Tanpa elemen-elemen tersebut, kepercayaan jangka panjang sulit terbangun.

Keikutsertaan Indonesia dalam JISTE 2026 juga diharapkan membuka kanal kerja sama baru antar pelaku usaha kedua negara, sekaligus mendorong peningkatan ekspor produk perikanan bernilai tambah. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan kemitraan ekonomi Indonesia-Jepang yang akan memasuki tongcah penting menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2028.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Indonesia Dorong Ekspor Produk Perikanan ke Pasar?

Indonesia Dorong Ekspor Produk Perikanan ke Pasar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Indonesia Dorong Ekspor Produk Perikanan ke Pasar matter?

Indonesia Dorong Ekspor Produk Perikanan ke Pasar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.