Nasional

Perpusnas Perkuat Pelestarian Naskah Nusantara hingga Tingkat Dunia

xl_1790001074127265_7224266698_berita_pusat-pemberitaan

Tajukpublik.com – Jakarta – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI terus memperkuat pelestarian naskah Nusantara melalui pendataan, perawatan, pengembangan bahan bacaan, hingga pengusulan naskah sebagai bagian dari ingatan kolektif nasional dan dunia. Upaya ini dilakukan agar warisan intelektual Nusantara tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat dimanfaatkan generasi mendatang dan dikenal masyarakat internasional. Kepala Perpusnas RI, E.

Aminudin Aziz, mengatakan salah satu langkah yang dilakukan adalah menerjemahkan naskah-naskah lama ke dalam bahasa Inggris. Menurutnya, penerjemahan menjadi bagian dari strategi untuk membuka akses terhadap khazanah pengetahuan Nusantara bagi masyarakat global. "Ini menjadi cara kami untuk menjadikan naskah-naskah lama bisa diakses dan dimanfaatkan oleh manusia dunia.

Bukan hanya orang Indonesia, tetapi juga orang luar," kata Aminudin pada Taklimat Media "Merawat Ingatan Kolektif Bangsa" di Auditorium Perpusnas, Jakarta, Senin, 21 September 2026. ESDM Pastikan Pengembangan PLTP Gunung Ungaran Dilakukan Bertahap Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting, karena banyak naskah Nusantara masih tersimpan dan dirawat oleh masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, Perpusnas memberikan bantuan teknis mengenai cara perawatan naskah, termasuk kepada para pemilik naskah yang memiliki tradisi penyimpanan khusus.

"Bukan hanya perawat naskah sebetulnya. Tapi perawat peradaban," ucapnya. Aminudin menambahkan, Perpusnas juga membuka ruang bagi masyarakat, pemerintah daerah, maupun lembaga untuk mengusulkan naskah yang dinilai memiliki nilai penting.

Naskah tersebut dapat didorong menjadi bagian dari Ingatan Kolektif Nasional maupun diajukan ke program Memory of the World (MOW) UNESCO, sesuai tingkat nilai dan jangkauan warisannya. Menbud Fadli: Rekonstruksi Desa Adat Sade Harus Tahan Bencana Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, menyebut sepanjang 2026 terdapat empat kegiatan utama pengelolaan naskah Nusantara. Hingga September 2026, sebanyak 261 naskah telah mendapatkan verifikasi melalui aplikasi KASTARA dengan melibatkan 152 lembaga.

"Selain pendataan dan identifikasi, Perpusnas juga mengembangkan bahan bacaan berbasis naskah Nusantara. Termasuk penerjemahan ke dalam bahasa Inggris," kata Suharyanto. Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, menekankan pentingnya sinergi dalam mengembangkan naskah.

Sehingga menjadi bahan bacaan dan sumber pengetahuan masyarakat. Menurut dia, pelestarian harus berjalan beriringan dengan pengembangan literasi agar nilai yang terkandung dalam naskah dapat terus dimanfaatkan dan diperkenalkan secara lebih luas, termasuk ke tingkat internasional. Perpusnas berharap rangkaian program tersebut dapat memperkuat ekosistem pelestarian naskah Nusantara.

"Dengan demikian, naskah tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu. Namun, juga sebagai sumber pengetahuan dan warisan peradaban yang dapat memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan yang akan datang," ujar Adin.

Frequently Asked Questions

What is Perpusnas Perkuat Pelestarian Naskah Nusantara hingga?

Perpusnas Perkuat Pelestarian Naskah Nusantara hingga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Perpusnas Perkuat Pelestarian Naskah Nusantara hingga matter?

Perpusnas Perkuat Pelestarian Naskah Nusantara hingga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *