Nasional

BNPB-Kemenhut Perkuat Pasukan Darat Tangani Karhutla Kalbar

khrisna-edit-1788588346-58c9129f60

Operasi Darat Jadi Tulang Punggung Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

Tajukpublik.com – Api yang menjalar di bawah permukaan tanah gambut tidak bisa dijangkau oleh pesawat. Itulah realitas yang membuat pemerintah menempatkan kekuatan personel darat sebagai ujung tombak pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Keputusan ini diambil setelah evaluasi lapangan menunjukkan bahwa intervensi udara saja tidak mampu membasmi bara yang masih membara di kedalaman gambut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa penanganan karhutla di provinsi tersebut dijalankan melalui dua jalur sekaligus: operasi udara dan operasi darat. Namun, data di lapangan memperlihatkan bahwa kontribusi pasukan darat jauh lebih menentukan dalam menghentikan laju api secara total.

Angka di Balik Medan Tempur

Estimasi total lahan yang terbakar di wilayah kerja mencapai 802,17 hektare. Dari jumlah itu, Satuan Tugas (Satgas) Darat telah berhasil memadamkan api di area seluas 429,90 hektare. Artinya, lebih dari separuh titik kebakaran sudah berhasil dikendalikan oleh personel yang bekerja langsung di permukaan tanah.

“Satgas Darat berhasil memadamkan area yang luas. Sisa kebakaran hari ini, kalau tidak ada kejadian baru, sebetulnya itu sudah bisa selesai,” ujar Suharyanto, Sabtu, 4 September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kondisi atmosfer yang kurang mendukung. Suharyanto mengakui bahwa minimnya bibit awan di atmosfer menjadi kendala bagi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Tanpa awan yang cukup untuk ditaburi garam atau bahan kimia, hujan buatan tidak dapat dieksekusi secara efektif. Dalam situasi seperti itu, satu-satunya cara memastikan api benar-benar padam hingga ke akar gambut adalah dengan pengerahan personel darat secara masif.

Mengapa Lahan Gambut Sulit Dipadamkan dari Udara

Kalimantan Barat memiliki bentang alam gambut yang luas, terutama di kawasan pesisir dan dataran rendah. Karakteristik gambut membuat kebakaran bersifat subsurface: api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga menyala di lapisan organik yang berada beberapa meter di bawah tanah. Air yang diturunkan melalui water bombing atau hujan buatan hanya mampu membasahi lapisan atas. Bara di kedalaman tetap hidup dan dapat kembali menyala ketika angin berubah arah atau kelembapan turun.

Kondisi inilah yang membuat operasi udara, meski tetap diperlukan untuk memadamkan api permukaan dan mencegah kebakaran meluas ke area baru, tidak cukup sebagai satu-satunya instrumen. Personel darat dengan peralatan seperti selang pemadam, pompa portabel, dan alat gali untuk membuat sekat bakar menjadi elemen yang tidak tergantikan.

“Sehingga tetap tumpuannya adalah di Satgas Darat untuk operasi penanganan karhutla ini,” kata Suharyanto.

Pemetaan Personel dan Peralatan per Wilayah

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan bahwa penguatan operasi darat harus didasari pemetaan yang rinci dan berbasis data. Ia meminta agar distribusi personel dan peralatan mempertimbangkan tiga variabel utama: jumlah titik panas aktif di setiap daerah, kebutuhan personel di lapangan, serta ketersediaan peralatan pemadaman.

Ketapang dan Kubu Raya disebut sebagai dua wilayah yang memerlukan perhatian khusus berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Antoni menjelaskan logika redistribusi secara pragmatis:

“Apakah kurang orangnya, apakah alatnya kurang di sana. Kalau orangnya ternyata lebih, berarti kita pindahkan ke tempat lain yang memang masih kurang.”

Pendekatan ini memastikan tidak ada daerah yang kekurangan kapasitas pemadaman sementara daerah lain kelebihan personel yang menganggur. Rotasi dan relokasi pasukan dilakukan secara dinamis mengikuti pergerakan api dan perubahan cuaca harian.

Konteks Nasional: 442 Personel TNI Tersebar

Di tingkat nasional, TNI mengerahkan total 442 personel untuk menangani karhutla di berbagai provinsi. Angka ini mencakup pasukan yang ditempatkan di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, dan wilayah lain yang masih mencatat titik panas. Pengerahan lintas provinsi memungkinkan pemerintah merespons lonjakan kebakaran di satu daerah dengan cepat, tanpa menunggu pembentukan satuan tugas baru dari nol.

Operasi darat ini berjalan paralel dengan upaya lain yang tetap dijalankan, termasuk water bombing oleh helikopter dan pesawat amfibi, serta OMC yang akan dieksekusi begitu kondisi atmosfer memungkinkan. Kombinasi ketiga instrumen tersebut membentuk lapisan pertahanan berlapis: udara menangani api permukaan dan mencegah eskalasi, sementara darat memastikan pemadaman total hingga ke sumber bara.

Implikasi dan Langkah Selanjutnya

Keputusan untuk memperkuat pasukan darat membawa konsekuensi logistik yang signifikan. Setiap personel yang diterjunkan ke kawasan gambut memerlukan pasokan air, bahan bakar untuk pompa, perlengkapan keselamatan, serta jalur evakuasi yang jelas. Di wilayah seperti Ketapang, akses jalan ke titik kebakaran sering kali terbatas, sehingga mobilitas pasukan bergantung pada kendaraan taktis dan perahu di jalur sungai.

Bagi masyarakat di sekitar kawasan gambut, keberhasilan pemadaman darat berarti berkurangnya risiko kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan, aktivitas transportasi, dan produktivitas pertanian. Dengan lebih dari separuh area terbakar sudah berhasil dipadamkan, pemerintah menargetkan penyelesaian sisa titik kebakaran dalam waktu dekat, sepanjang tidak muncul kebakaran baru akibat kelalaian pembakaran lahan atau perubahan cuaca ekstrem.

Strategi ini menegaskan satu prinsip operasional: di medan gambut, api hanya bisa dikalahkan oleh tangan manusia yang bekerja langsung di titik bara. Pesawat dan teknologi tetap menjadi pendukung, tetapi keputusan akhir ada di kaki personel darat yang berjalan menembus lumpur dan asap hingga api benar-benar padam.

Frequently Asked Questions

What is BNPB Kemenhut Perkuat Pasukan Darat Tangani?

BNPB Kemenhut Perkuat Pasukan Darat Tangani is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does BNPB Kemenhut Perkuat Pasukan Darat Tangani matter?

BNPB Kemenhut Perkuat Pasukan Darat Tangani matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *