Menlu Sugiono dan Peters Buka JMC ke-13 di Auckland
Tajukpublik.com – Pertemuan Komisi Menteri Bersama (Joint Ministerial Commission/JMC) ke-13 antara Indonesia dan Selandia Baru digelar pada Jumat, 28 Agustus, di Hotel Park Hyatt, Auckland. Menteri Luar Negeri RI Sugiono hadir dalam forum tersebut yang dipandu secara bersama oleh dirinya dan Menlu Selandia Baru Winston Peters. Agenda utama pertemuan mencakup penguatan kerja sama bilateral serta pembahasan isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan kedua negara.
Komitmen Mempererat Kemitraan Strategis
Sugiono menekankan bahwa forum JMC ke-13 ini merupakan momentum untuk menegaskan ulang dedikasi kedua pihak dalam menjaga hubungan kerja sama yang solid. Ia menyebut pertemuan sebelumnya berlangsung di Manila, dan kali ini menjadi kesempatan lanjutan untuk memperlihatkan komitmen bersama, terutama di sektor pertanian.
“Setelah pertemuan terakhir kita di Manila, we menjadi kesempatan lain bagi kita untuk menunjukkan dan menyampaikan komitmen bersama. Utamanya, dalam mempertahankan hubungan kerja sama yang erat, khususnya di bidang pertanian.”
Ia menambahkan bahwa Indonesia menempatkan kemitraan dengan Selandia Baru sebagai relasi yang bernilai strategis tinggi. Kunjungan pertamanya ke Selandia Baru dalam kapasitas sebagai Menlu diharapkan menjadi pintu pembuka bagi rangkaian kunjungan lanjutan ke depan.
“Kami sangat menghargai kemitraan dengan Selandia Baru. Kemitraan ini memiliki arti yang sangat penting dan strategis sehingga harus terus kita pertahankan.”
Fokus pada Ketahanan Pangan dan Stabilitas Kawasan
Dalam forum tersebut, Sugiono juga menyoroti urgensi kolaborasi kedua negara dalam menopang ketahanan pangan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat, termasuk generasi muda Indonesia. Ia menempatkan isu ini sebagai komponen vital dalam arsitektur hubungan strategis bilateral. Selain itu, komitmen untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, mendorong pertumbuhan yang inklusif, serta memperkuat ketahanan bersama turut ditegaskan.
Perspektif Selandia Baru: Indonesia sebagai Prioritas Utama
Winston Peters, di sisi lain, menyatakan bahwa Indonesia menempati posisi prioritas utama Selandia Baru di kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, Indonesia bukan sekadar negara tetangga penting, melainkan juga pemimpin ASEAN sekaligus kekuatan besar di kawasan Pasifik.
Peters menegaskan bahwa ruang kolaborasi antara kedua negara masih sangat luas, mencakup bidang keamanan, pertanian, pendidikan, energi terbarukan, perdagangan, pertahanan, hingga hubungan antarmasyarakat.
“Ini merupakan bidang-bidang di mana kita dapat memberikan dampak nyata bersama. Rencana Aksi baru kita untuk 2025-2029 memberikan kerangka yang jelas bagi kita untuk meningkatkan kerja sama.”
Menghadapi Peringatan 70 Tahun Hubungan Diplomatik
Kedua negara kini menanti peringatan 70 tahun terjalinnya hubungan diplomatik Indonesia-Selandia Baru yang akan jatuh pada 2028. Kedua menlu menyampaikan harapan agar momentum tersebut mampu memperkokoh ikatan bilateral sekaligus membawa kemakmuran bagi rakyat kedua bangsa.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menlu Sugiono Hadiri JMC Ke 13 Indonesia?
Menlu Sugiono Hadiri JMC Ke 13 Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menlu Sugiono Hadiri JMC Ke 13 Indonesia matter?
Menlu Sugiono Hadiri JMC Ke 13 Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

