Internasional

Iran-Oman Sepakati Bagi Pendapatan dari Selat Hormuz

xl_1775627808559034_69b069019b_berita_pusat-pemberitaan

Iran Oman Sepakati Bagi Pendapatan dari Selat Hormuz: Apa yang Perlu Diketahui

Tajukpublik.com – Iran Oman Sepakati Bagi Pendapatan dari perairan Selat Hormuz menjadi sorotan utama setelah Teheran mengumumkan kesepakatan dengan Muscat terkait pembagian wilayah perairan dan pendapatan dari jalur strategis tersebut. Hingga berita ini ditulis, selat masih dalam kondisi sebagian besar tertutup, meskipun sejumlah kapal tetap berhasil melintas dan jutaan barel minyak per hari masih mengalir keluar melalui jalur pelayaran. Di tengah kebuntuan diplomatik yang berkepanjangan, langkah kedua negara ini dinilai sebagai upaya pragmatis untuk menjaga kelangsungan perdagangan energi global.

Rincian Kesepakatan dan Pernyataan IRGC

Hossein Mohebbi, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menjelaskan bahwa kesepakatan mencakup pembagian wilayah perairan serta pendapatan antara kedua negara secara proporsional. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat menghambat jalannya proses tersebut sehingga kemajuan pembahasan menjadi tertunda. Pernyataan ini dilansir dari The Business Times pada Kamis, 27 Agustus 2026, dan langsung memicu reaksi dari berbagai pemangku kepentingan maritim internasional.

Yang patut dicatat, pernyataan IRGC tersebut melampaui cakupan pernyataan bersama Iran dan Oman yang dirilis sehari sebelumnya. Dalam dokumen bersama itu, kedua negara hanya merujuk pada pembahasan kerangka sementara untuk melanjutkan pelayaran melalui Selat Hormuz, tanpa menyebut secara eksplisit soal biaya atau mekanisme pembagian pendapatan. Perbedaan cakupan antara kedua dokumen ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana kesepakatan telah difinalisasi di tingkat teknis.

Ketergantungan pada Washington dan Nota Kesepahaman Juni

Teheran menegaskan bahwa kesepakatan dengan Oman semata belum memadai untuk membuka kembali selat secara penuh. Normalisasi lalu lintas pelayaran, menurut Iran, juga bergantung pada sikap dan langkah Amerika Serikat. Secara spesifik, pembukaan jalur tersebut dikaitkan dengan pemenuhan nota kesepahaman yang ditandatangani antara kedua negara pada Juni.

Nota kesepahaman tersebut mencakup pencabutan sanksi dan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran serta pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri. Hingga kini, Washington belum menunjukkan kesediaan untuk memenuhi tuntutan tersebut, sehingga Iran Oman Sepakati Bagi Pendapatan tetap berjalan dalam koridor terbatas tanpa jaminan pembukaan penuh.

Selama Washington tidak bergerak, mekanisme pembagian pendapatan yang disepakati kedua negara hanya dapat diterapkan pada volume pelayaran yang sangat terbatas. Para pengamat menilai situasi ini menciptakan dinamika tiga pihak yang rumit, di mana kepentingan Teheran dan Muscat terikat pada keputusan yang diambil di Gedung Putih.

Isu Biaya Transit dan Posisi Oman di IMO

Pada beberapa pekan pertama konflik, Iran mulai mengenakan biaya transit kepada sejumlah kapal yang melintasi selat. Namun, Teheran kemudian mengubah penyebutan biaya tersebut menjadi biaya layanan pelayaran. Oman, di sisi lain, menyampaikan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO) bahwa pihaknya menentang pengenaan biaya transit di Selat Hormuz sebagai jalur internasional. Kendati demikian, kapal kemungkinan tetap harus membayar biaya untuk layanan tertentu yang berkaitan langsung dengan pelayaran, seperti pemanduan, komunikasi, dan keselamatan navigasi.

Perbedaan terminologi antara “biaya transit” dan “biaya layanan” bukan sekadar soal bahasa. Dalam hukum maritim internasional, pengenaan biaya transit pada selat yang berfungsi sebagai jalur internasional dapat dipersoalkan, sementara biaya layanan untuk jasa spesifik lebih sulit dibantah. Posisi Oman di IMO mencerminkan upaya menjaga agar mekanisme pendapatan tidak melanggar konvensi internasional.

Dampak terhadap Harga Minyak dan Penilaian Analis

Meski pembukaan penuh selat masih bergantung pada penyelesaian perselisihan antara Teheran dan Washington, pembicaraan Iran–Oman telah membantu menekan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir. Analis menilai pembentukan koridor pelayaran sementara merupakan salah satu perkembangan paling konstruktif terkait Selat Hormuz dalam waktu belakangan. Kesepakatan sementara ini diharapkan mampu memperlancar lalu lintas maritim secara bertahap dan memberikan kepastian bagi pelaku industri energi.

Bagi pasar energi global, setiap sinyal positif dari Selat Hormuz langsung tercermin pada pergerakan harga. Namun, para analis juga mengingatkan bahwa tanpa pemenuhan nota kesepahaman Juni oleh Amerika Serikat, dampak jangka panjang dari kesepakatan ini akan tetap terbatas pada volume perdagangan yang kecil.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kesepakatan Iran–Oman

Apa inti dari kesepakatan pembagian pendapatan ini?

Inti kesepakatan adalah pembagian wilayah perairan Selat Hormuz beserta pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas pelayaran di perairan tersebut antara Iran dan Oman. Mekanisme teknis pembagian masih dalam tahap pembahasan dan belum diumumkan secara rinci oleh kedua pemerintah.

Kapan selat akan dibuka sepenuhnya?

Pembukaan penuh bergantung pada pemenuhan nota kesepahaman Juni oleh Amerika Serikat, termasuk pencabutan sanksi, penghapusan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, dan pencairan aset yang dibekukan. Tanpa langkah tersebut, lalu lintas akan tetap berjalan dalam koridor terbatas.

Apakah kapal harus membayar biaya untuk melintasi selat?

Iran awalnya mengenakan biaya transit, kemudian mengubah istilahnya menjadi biaya layanan. Oman menentang biaya transit di tingkat IMO, tetapi biaya untuk layanan navigasi spesifik seperti pemanduan dan keselamatan tetap dapat dikenakan kepada kapal yang melintas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *