NTT Gempa: Bapanas Perkuat Alokasi Beras Bencana hingga 9,98 Ribu Ton
Tajukpublik.com – Penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur terus dipercepat. Per 24 Agustus 2026, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menaikkan total alokasi bantuan beras untuk wilayah terdampak menjadi 9,98 ribu ton. Rincian alokasi tersebut mencakup 1,32 ribu ton dari program bantuan bencana serta 8,65 ribu ton dari program bantuan pangan beras reguler, dengan estimasi nilai mencapai Rp139 miliar.
Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat di tujuh kabupaten yang terdampak gempa. Perhitungan kebutuhan didasarkan pada 265.375 jiwa dengan standar konsumsi 300 gram beras per orang per hari selama 14 hari masa tanggap darurat tahap pertama. Untuk menyederhanakan mekanisme distribusi, Keputusan Kepala Bapanas Nomor 2 Tahun 2026 menetapkan besaran bantuan menjadi 5 kilogram per jiwa untuk periode 14 hari. Aturan ini menggantikan ketentuan lama yang mengatur bantuan sebesar 250 gram per jiwa per hari, dengan pertimbangan kondisi dan situasi wilayah yang dilanda bencana.
Rincian Alokasi per Kabupaten
Setiap kabupaten terdampak menerima porsi berbeda sesuai jumlah jiwa yang terdampak. Kabupaten Nagekeo memperoleh alokasi terbesar, yakni 661,18 ton bantuan bencana ditambah 625,14 ton bantuan pangan reguler. Manggarai Timur mendapat 278,78 ton bantuan bencana dan 1,66 ribu ton bantuan pangan reguler. Manggarai menerima 181,63 ton bantuan bencana serta 1,79 ribu ton bantuan pangan reguler. Ngada dialokasikan 86,88 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler. Manggarai Barat memperoleh 71,45 ton bantuan bencana dan 1,34 ribu ton bantuan pangan reguler. Sikka mendapat 28,41 ton bantuan bencana serta 1,28 ribu ton bantuan pangan reguler. Adapun Ende, yang termasuk tambahan dalam alokasi penanganan gempa, menerima 18,58 ton bantuan bencana dan 1,5 ribu ton bantuan pangan reguler.
Stok CBP 5,1 Juta Ton: Tertinggi Sejak RI Berdiri
Di balik penanganan bencana, pemerintah juga menegaskan kesiapan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini menyentuh angka 5,1 juta ton. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa jumlah tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia, bahkan di tengah tekanan fenomena El Nino yang melanda negeri ini.
“Stok kita sekarang, (meski) ada El Nino, (jadi yang) tertinggi. Tapi alhamdulillah cadangan kita tertinggi selama Republik ini berdiri, yaitu 5,1 juta ton. Harga naik, konsumen marah. Harga turun, petani marah. Harga sedang sedang, pengusaha marah. Jadi begitu berat bebannya pemerintah.”
Pernyataan itu disampaikan Amran di Jakarta pada Selasa, 25 Agustus 2026. Ia menekankan bahwa pemerintah menjaga keseimbangan di seluruh lini rantai pasok pangan agar masyarakat tidak mengalami kekurangan, meskipun harga beras di pasar global terus merangkak naik.
“Kesiapan pangan kita selesai. (Meskipun) harga beras dunia naik, salah satu di Jepang (sampai) Rp 100 ribu per kilo. (Tapi) ada yang mengatakan, jangan bandingkan. Kalau tidak ada beras, bagaimana? Satu, (bisa) kelaparan rakyat Indonesia. Kita pastikan itu tidak terjadi.”
Realisasi Penggelontoran CBP Nasional
Untuk menjaga stabilitas harga di pasar domestik, pemerintah secara berkelanjutan menggelontorkan stok CBP melalui berbagai program. Per 24 Agustus 2026, total realisasi penggelontoran secara nasional telah mencapai 1,69 juta ton. Angka tersebut tersusun dari beberapa komponen:
Penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) periode Januari–Februari tercatat 221,05 ribu ton, sementara realisasi SPHP periode Maret–Agustus mencapai 688,98 ribu ton. Bantuan pangan tahap pertama telah tersalurkan sebesar 662,86 ribu ton, dan tahap kedua yang baru berjalan menyumbang 59,83 ribu ton. Penyaluran untuk bantuan bencana serta keadaan darurat tercatat 11,39 ribu ton, sedangkan golongan anggaran menyumbang 53,68 ribu ton.
Pemerintah berharap mekanisme distribusi yang telah diperbarui mampu mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat secara tepat sasaran selama masa tanggap darurat berlangsung.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Stok Beras Pemerintah 5 1 Juta?
Stok Beras Pemerintah 5 1 Juta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Stok Beras Pemerintah 5 1 Juta matter?
Stok Beras Pemerintah 5 1 Juta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

