Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Internasional

Key Strategy: KBRI Roma Promosikan Wastra dan Ekonomi Kreatif lewat Peragaan Busana

Karen Garcia - tajukpublik.com 3 mins read 13 views

Key Strategy: KBRI Roma Promosikan Wastra dan Ekonomi Kreatif lewat Peragaan Busana Key Strategy dalam promosi wastra dan ekonomi kreatif Indonesia di luar

Key Strategy: KBRI Roma Promosikan Wastra dan Ekonomi Kreatif lewat Peragaan Busana

Key Strategy: KBRI Roma Promosikan Wastra dan Ekonomi Kreatif lewat Peragaan Busana

Key Strategy dalam promosi wastra dan ekonomi kreatif Indonesia di luar negeri kembali digelorakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma melalui acara peragaan busana bertajuk “Dea Terra: Mother Earth.” Peragaan ini digelar di San Polo D’Enza pada 19 Juni 2026, serta di Roma pada 23–24 Juni 2026, dengan tema yang menekankan penghormatan terhadap alam sebagai sumber inspirasi. Duta Besar Indonesia untuk Italia, Junimart Girsang, menjelaskan bahwa Key Strategy ini menjadi bagian dari upaya diplomatik budaya yang bertujuan membangun citra produk lokal sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi dengan negara-negara Eropa.

Peragaan Busana sebagai Simbol Penguatan Budaya dan Ekonomi

“Melalui ‘Dea Terra: Mother Earth’, kami ingin menunjukkan bahwa fesyen Indonesia tidak hanya berbicara tentang keindahan, tetapi juga penghormatan terhadap alam, kekayaan wastra nusantara, serta kontribusi para pelaku UMKM sebagai penggerak industri kreatif nasional,” kata Junimart, Rabu, 24 Juni 2026.

Acara ini tidak hanya menampilkan karya dua desainer muda, Rafi Ridwan dan Maria Angelita, tetapi juga menjadi wadah untuk menampilkan berbagai inisiatif Key Strategy yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Rafi Ridwan, yang dikenal sebagai desainer penyandang tunarungu, menerapkan teknik tenun tradisional dari Nusa Tenggara Timur, sementara Maria Angelita menggabungkan estetika modern dengan bahan-bahan lokal untuk menampilkan kecanggihan wastra Indonesia.

Key Strategy ini juga melibatkan kolaborasi antara KBRI Roma, diaspora Indonesia, dan Pemerintah Kota San Polo D’Enza. Rangkaian kegiatan dimulai dari peragaan busana di City Hall San Polo D’Enza, lalu berlanjut ke Wisma Duta KBRI Roma. Selain menampilkan busana, acara ini diisi oleh pameran mini bazaar yang menampilkan produk UMKM dari berbagai sektor, seperti kerajinan tangan, aksesori, dan wastra tradisional. Tujuan utamanya adalah membuka akses pasar bagi produsen lokal sekaligus memperkenalkan keunikan produk Indonesia ke kancah internasional.

Pelaku UMKM sebagai Pilar Ekonomi Kreatif Indonesia

Dalam Key Strategy KBRI Roma, peran UMKM sangat diakui sebagai pilar utama pengembangan ekonomi kreatif. Acara ini dirancang untuk menjadi platform di mana pelaku UMKM dapat memperkenalkan karya mereka kepada audiens yang lebih luas, termasuk masyarakat Italia dan korps diplomatik. Junimart menekankan bahwa Key Strategy ini tidak hanya fokus pada promosi visual, tetapi juga memberikan peluang bagi para pengusaha kecil untuk menunjukkan nilai ekonomi serta keberlanjutan produksi mereka.

Mini bazaar yang diselenggarakan sebagai bagian dari Key Strategy ini menampilkan berbagai produk unggulan, seperti tenun Sumba, songket Palembang, dan batik tulis Jawa. Acara ini mendapat antusiasme dari masyarakat lokal dan komunitas diaspora, yang turut berpartisipasi dalam menyebarluaskan budaya serta kreativitas Indonesia. Junimart menambahkan bahwa Key Strategy ini berdampak signifikan pada penguatan ekonomi kreatif, khususnya di wilayah Eropa yang menjadi pasar strategis bagi produk-produk Indonesia.

Kedutaan Besar juga menggabungkan promosi wastra dengan kegiatan lain, seperti pameran kuliner nusantara, yang menjadi bagian dari pendekatan diplomasi lunak atau soft diplomacy. Hal ini menunjukkan bahwa Key Strategy KBRI Roma tidak hanya terbatas pada sektor fesyen, tetapi juga mencakup berbagai aspek budaya yang saling terkait. Dengan memperkenalkan kehidupan sehari-hari Indonesia melalui busana dan makanan, KBRI berusaha membangun kesadaran akan potensi ekonomi kreatif sebagai sektor pertumbuhan nasional.

Key Strategy dalam peragaan busana ini juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor. Acara ini tidak hanya melibatkan desainer, tetapi juga pembuat bahan baku, penata rias, dan pih

Gabung diskusi