Tiga Hektare Lahan Terdampak Karhutla di Banjar: Kementerian PU Turun Langsung Bantu Pemadaman
Tajukpublik.com – Wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kembali dilanda kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun ini. Area seluas tiga hektare dilaporkan hangus, dan situasi tersebut memicu respons cepat dari pemerintah pusat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III mengerahkan personel Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana beserta peralatan pemadam portable ke titik kebakaran. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen negara untuk memastikan dampak kebakaran dapat ditekan secepat mungkin sebelum meluas ke kawasan permukiman maupun lahan produktif di sekitarnya.
Koordinasi Lintas Sektor dan Peran Infrastruktur Air
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi kebakaran lahan diperkuat sepanjang musim kemarau 2026. Penguatan itu dijalankan melalui koordinasi lintas sektor sekaligus optimalisasi infrastruktur dan sumber daya air yang tersedia di wilayah terdampak. Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Dody menekankan bahwa infrastruktur tidak sekadar dibangun, tetapi juga harus mampu melindungi lingkungan dan menjamin keselamatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat.”
Pernyataan tersebut merujuk pada prinsip bahwa setiap aset infrastruktur—mulai dari embung, saluran irigasi, hingga jaringan distribusi air—harus siap diaktifkan saat terjadi keadaan darurat. Dengan demikian, penanganan Tiga Hektare Lahan Terdampak Karhutla di Banjar tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan sistem pengelolaan sumber daya air yang lebih luas di tingkat provinsi maupun nasional.
Pengerahan Peralatan: Pompa, Excavator, dan Mobil Tangki
Kepala BWS Kalimantan III Banjarmasin, Sandi Erryanto, menjelaskan bahwa dukungan teknis diberikan melalui mekanisme Satgas Antisipasi dan Penanganan El Niño. Pengerahan personel maupun peralatan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, termasuk jarak tempuh, aksesibilitas lokasi, dan debit air yang tersedia di sekitar titik kebakaran.
“BWS Kalimantan III menurunkan tim untuk mendukung pemadaman dan pembasahan lahan. Peralatan yang disiapkan antara lain pompa Alkon, mobile pump, dan excavator sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.”
Untuk memperkuat pasokan air, tiga unit mobil tangki milik Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Selatan turut dikerahkan. Sandi mengungkapkan bahwa kendaraan tangki tersebut juga telah dipinjamkan kepada BPBD Provinsi Kalimantan Selatan guna memperluas jangkauan distribusi air ke titik-titik yang membutuhkan. Sumber air yang dimanfaatkan meliputi sungai, saluran irigasi, dan embung yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
“Pengambilan air disesuaikan dengan jarak, akses menuju lokasi, serta ketersediaan debit agar dukungan air dapat diberikan secara efektif dan berkelanjutan.”
Konteks Nasional: Ribuan Personel dan Status Siaga Darurat
Di tingkat nasional, pemerintah menambah 1.500 personel TNI untuk memperkuat upaya penanggulangan kebakaran lahan di Kalimantan. Sementara itu, BPBD Kalimantan Selatan menetapkan delapan kabupaten/kota dalam status siaga darurat hingga akhir Oktober. Kementerian PU menegaskan perannya sebagai unsur pendukung sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki, mencakup pengelolaan sumber daya air serta penyediaan peralatan dan personel teknis. Penanganan utama tetap dilakukan secara terpadu oleh berbagai instansi di lapangan, meliputi BPBD, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Manggala Agni,
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Tiga Hektare Lahan Terdampak Karhutla di Banjar?
Tiga Hektare Lahan Terdampak Karhutla di Banjar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Tiga Hektare Lahan Terdampak Karhutla di Banjar matter?
Tiga Hektare Lahan Terdampak Karhutla di Banjar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

