Cakupan Imunisasi Anak di Bawah Ambang Bahaya, IDAI Peringatkan Risiko Wabah Berulang
Tajukpublik.com – Jakarta — Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dokter Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa rendahnya tingkat imunisasi pada anak membuka celah bagi berulangnya kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular. Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Kementerian Kesehatan, masih tercatat lebih dari satu juta anak Indonesia yang belum menerima dosis imunisasi. Lebih mengkhawatirkan lagi, sejumlah provinsi tercatat memiliki cakupan imunisasi di bawah sepuluh persen.
Mekanisme Penularan dan Syarat Herd Immunity
Piprim menjelaskan bahwa pembentukan kekebalan komunitas atau herd immunity menuntut cakupan imunisasi yang sangat tinggi. Sebagai ilustrasi, ia menyebut campak yang mampu menular dari satu orang ke dua belas hingga enam belas anak lain. Semakin cepat suatu penyakit menyebar, semakin tinggi pula ambang cakupan yang diperlukan untuk melindungi populasi.
“Uniknya imunisasi adalah dia harus cakupannya tinggi supaya terjadi kekebalan komunitas atau herd immunity. Jadi makin menular sebuah penyakit, makin harus tinggi cakupan yang ada.”
Pernyataan tersebut disampaikan Dokter Piprim Basarah Yanuarso dalam Podcast ‘PROKES’ bersama PRO3 RRI di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa untuk penyakit seperti campak, cakupan imunisasi wajib melampaui 95 persen agar komunitas benar-benar terlindungi. Penurunan angka dari 95 persen menuju 70 persen, menurutnya, sudah cukup untuk memicu wabah.
Vaksin Gratis Tersedia, Namun Belum Dimanfaatkan
Piprim mengingatkan bahwa vaksin sebenarnya telah disediakan secara gratis melalui puskesmas dan posyandu di seluruh wilayah. Kendati demikian, akses tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa selama masyarakat mengabaikan vaksin yang tersedia, ancaman KLB akan terus menghantui wilayah berisiko.
“Oleh karena itu, kita butuh kerja sama semua pihak supaya cakupan imunisasi itu tetap tinggi. Vaksinnya sudah ada gratis di puskesmas, di posyandu, tapi nggak dimanfaatkan, tentu saja KLD-nya akan tetap ada.”
Menyimak Pembahasan Lengkap
Bagi masyarakat yang ingin memahami lebih dalam mengenai pentingnya imunisasi anak dan upaya menekan angka KLB, Podcast Pro3 Kesehatan ‘PROKES’ menyajikan diskusi komprehensif bersama narasumber terkait. Program tersebut dapat diakses melalui kanal YouTube RRI PRO3.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is IDAI Soroti Cakupan Imunisasi Rendah KLB Penyakit?
IDAI Soroti Cakupan Imunisasi Rendah KLB Penyakit is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does IDAI Soroti Cakupan Imunisasi Rendah KLB Penyakit matter?
IDAI Soroti Cakupan Imunisasi Rendah KLB Penyakit matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

