Regional

Delapan Daerah di Kalsel Siaga Darurat Karhutla, Tercatat 1.651 Titik

xl_1787392181390272_02be132ca2_berita_pusat-pemberitaan

Delapan Daerah di Kalsel Siaga Darurat Karhutla, 1.651 Titik Terdeteksi

Tajukpublik.com – Delapan Daerah di Kalsel Siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menjadi kenyataan setelah delapan kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan secara resmi mengaktifkan status siaga. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif untuk menghadapi ancaman kebakaran yang terus meluas selama musim kemarau dan berpotensi mengancam keselamatan warga serta ekosistem setempat.

Wilayah yang Menetapkan Status Siaga Darurat

Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel, Ariansyah, merinci bahwa Delapan Daerah di Kalsel Siaga darurat karhutla mencakup Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Balangan. Penetapan status ini menjadi landasan hukum bagi setiap pemerintah daerah untuk mengerahkan seluruh sumber daya—manusia, logistik, dan anggaran—secara maksimal guna menekan angka kebakaran.

Data Kejadian dan Luas Lahan Terdampak

Berdasarkan data yang dirilis di Banjarbaru pada Sabtu, 22 Agustus 2026, akumulasi kejadian karhutla di seluruh provinsi telah mencapai angka yang sangat signifikan dan menuntut respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan.

“Untuk total ada 1.651 kali kejadian di Provinsi Kalimantan Selatan dengan total perkiraan luas yang terbakar di angka 6.905,67 hektare sampai dengan 21 Agustus 2026,” ujar Ariansyah.

Dari sisi frekuensi kejadian, Kota Banjarbaru menempati posisi teratas dengan 342 kali kebakaran. Kabupaten Banjar menyusul di urutan kedua dengan 302 kejadian, disusul Tanah Laut yang mencatat 272 kejadian. Sementara dari perspektif luasan lahan yang hangus, Kabupaten Banjar mencatat dampak paling luas yakni 1.496,76 hektare. Tanah Laut berada di posisi berikutnya dengan 1.384,51 hektare, sedangkan Banjarbaru mencapai 1.140,24 hektare. Pola distribusi ini menunjukkan bahwa kebakaran tidak lagi terbatas pada satu kawasan, melainkan menyebar ke hampir seluruh wilayah provinsi.

Respons Satgas Gabungan dan Koordinasi Penanganan

Dari keseluruhan kejadian yang tercatat, petugas gabungan telah menangani sebagian besar titik kebakaran secara simultan melalui operasi darat dan udara.

“Jumlah yang ditangani 1.600 titik. Sebagian ada yang ditangani oleh Satgas Darat, ada yang sebagian ditangani oleh Satgas Udara,” katanya.

Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla tingkat provinsi telah beroperasi sejak 7 Juli 2026, dan status siaga darurat karhutla di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan berlaku hingga 31 Oktober 2026. BPBD Kalsel menegaskan bahwa penanganan di tingkat kabupaten dan kota berjalan selaras dengan upaya di tingkat provinsi. Sinergi lintas level pemerintahan ini bertujuan memperkuat koordinasi antarpihak sekaligus mempercepat respons terhadap kebakaran yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Selatan.

Mengingat skala kejadian dan luas lahan terdampak masih tinggi, pemerintah daerah bersama unsur terkait terus memperkuat kesiapsiagaan. Delapan Daerah di Kalsel Siaga darurat karhutla menjadi komitmen bersama untuk mencegah meluasnya kebakaran selama musim kemarau berlangsung dan melindungi aset lingkungan serta kesehatan masyarakat dari paparan asap.

FAQ – Pertanyaan Umum tentang Siaga Darurat Karhutla di Kalsel

Apa saja daerah yang menetapkan status siaga darurat karhutla di Kalimantan Selatan? Delapan Daerah di Kalsel Siaga darurat karhutla meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Balangan.

Berapa total kejadian dan luas lahan terbakar hingga 21 Agustus 2026? Total tercatat 1.651 kejadian dengan perkiraan luas terbakar 6.905,67 hektare di seluruh provinsi. Dari jumlah tersebut, 1.600 titik telah ditangani oleh Satgas Darat maupun Satgas Udara.

Kapan status siaga darurat karhutla tingkat provinsi berakhir? Status siaga darurat karhutla tingkat Provinsi Kalimantan Selatan berlaku hingga 31 Oktober 2026. Selama periode itu, Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla tetap beroperasi untuk mengoordinasikan seluruh upaya pemadaman dan pencegahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *