Bisnis

KAI Kelola 14,56 Ribu Ton Limbah Operasional Sepanjang 2025

xl_1787230555329410_90febfd606_berita_pusat-pemberitaan

KAI Tangani 14.562,40 Ton Limbah Operasional Selama 2025

Tajukpublik.com – Pada Kamis, 20 Agustus 2026, Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia, Anne Purba, mengumumkan bahwa sepanjang tahun 2025 perusahaan telah mengelola total 14.562,40 ton limbah operasional dari seluruh aktivitas di lapangan.

Pemecahan Jenis Limbah

Dari keseluruhan volume tersebut, limbah berkategori B3 tercatat sebanyak 2.683,81 ton. Sisanya, yakni 11.564,41 ton limbah non-B3, ditangani bersama pihak ketiga sesuai regulasi yang berlaku. Kedua jenis limbah ini berasal dari rangkaian kegiatan operasional kereta api, mulai dari perawatan sarana di depo dan balai yasa hingga pelayanan langsung kepada penumpang.

“Pengelolaan lingkungan merupakan bagian dari proses kerja sehari-hari. KAI terus memperkuat pengelolaan limbah sekaligus menghadirkan fasilitas dan inovasi yang membantu pelanggan membangun kebiasaan perjalanan yang lebih bertanggung jawab,” kata Anne.

Water Station dan Pengurangan Kemasan Sekali Pakai

Sebagai wujud komitmen mendorong perilaku ramah lingkungan, KAI telah memasang 124 unit Water Station di 70 stasiun. Melalui fasilitas ini, penumpang dapat mengisi ulang air minum dari tumbler pribadi selama perjalanan, sehingga mengurangi ketergantungan pada kemasan sekali pakai.

“Melalui Water Station, pelanggan dapat membawa tumbler dan mengisi ulang air selama perjalanan. Kebiasaan sederhana seperti ini jika dilakukan secara luas akan membantu mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dalam ekosistem transportasi publik,” ujar Anne.

Langkah serupa juga diterapkan pada perlengkapan layanan: kereta api kini menggunakan wooden cutlery serta waste bag yang terbuat dari plastik daur ulang. Selain itu, program edukasi Green Travel digulirkan kepada seluruh pekerja, pemasok, tenant, maupun pelanggan guna menekan pemakaian plastik sekali pakai dan menata pengelolaan sampah secara lebih tertib.

Digitalisasi dan Efisiensi Sumber Daya

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menyoroti peran fitur digital dalam menekan konsumsi material. Penerapan e-boarding dan Face Recognition Boarding Gate, menurutnya, secara efektif memangkas kebutuhan pencetakan kertas dalam operasional harian.

“KAI akan terus memperkuat pengelolaan limbah, penggunaan material yang lebih ramah lingkungan, digitalisasi, serta fasilitas yang mendukung perubahan kebiasaan pelanggan. Kami ingin setiap perjalanan semakin efisien dalam menggunakan sumber daya dan memberi dampak yang semakin baik bagi lingkungan,” kata Wisnu Pramudya.

Frequently Asked Questions

What is KAI Kelola 14 56 Ribu Ton Limbah?

KAI Kelola 14 56 Ribu Ton Limbah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KAI Kelola 14 56 Ribu Ton Limbah matter?

KAI Kelola 14 56 Ribu Ton Limbah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *