Koordinasi Lintas Kementerian Diperkuat untuk Percepatan Tanggap Gempa di NTT
Tajukpublik.com – Di Ende, Nusa Tenggara Timur, Selasa 18 Agustus 2026, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa sinergi antar-kementerian dan lembaga akan terus dijaga guna mempercepat pemulihan pascagempa. Kehadirannya di lapangan bersama sejumlah menteri lainnya bertujuan memastikan seluruh proses penanganan berjalan tanpa hambatan.
“Untuk bahan kita melakukan evaluasi dengan semua tim, dengan kementerian-kementerian, Kepala BNPB. Jadi kita tahu titik mana yang memerlukan apa, mana yang rusak jalannya, otomatis Menteri PU (yang memperbaiki).”
Sebagai mantan Kapolri, Tito juga menyoroti kondisi kelistrikan di kawasan terdampak. Dari hasil peninjauan yang masih berlangsung, ia menemukan sejumlah wilayah yang belum kembali dialiri listrik. Tanpa menunda, ia langsung menghubungi Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, agar tim teknis segera diterjunkan ke lokasi.
“Saya langsung menelepon Dirut PLN (Darmawan Prasodjo). Timnya turun langsung.”
Prioritas Tahap Awal: Keselamatan dan Infrastruktur Dasar
Tito menekankan bahwa pada fase pertama penanganan bencana, keselamatan korban merupakan hal mutlak. Warga yang jatuh sakit wajib segera memperoleh penanganan medis, sementara kebutuhan pokok setiap keluarga terdampak harus tercukupi.
“Prioritas utama, evakuasi dan menolong korban, dan memulihkan infrastruktur dasar: listrik, internet, komunikasi. Kemudian jalan, akses, harus dibuka.”
Ia menambahkan bahwa perbaikan jembatan dan penyediaan air bersih termasuk dalam kategori kebutuhan paling mendesak. Tito juga meminta kesabaran masyarakat sambil menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan warga setempat.
“Jadi, masyarakat sabar, perlu waktu. Yang penting kita semua turun, bekerja sama (antara pemerintah) pusat, daerah, dan masyarakat.”
253 Ton Logistik Diterbangkan ke Wilayah Terdampak
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberi instruksi agar pengiriman bantuan bagi masyarakat terdampak gempa NTT dipercepat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melaporkan bahwa secara kumulatif sebanyak 253 ton logistik telah dikirim ke kawasan bencana.
Pengiriman dilakukan dari Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan lima pesawat. Pada hari kelima pascabencana, Rabu 19 Agustus 2026 pukul 04.00, lima pesawat kembali diberangkatkan membawa 65 ton logistik. Sejak hari pertama, volume pengiriman dimulai dari 27 ton dan terus bertambah hingga mencapai total tersebut.
“Hari kelima pascabencana, 19 Agustus 2026, jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT. Total membawa 65 ton logistik.”
“Jadi sejak hari pertama, 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik.”
Keterangan tertulis dari Seskab tersebut diterima media pada Rabu, 19 Agustus 2026. Isi logistik yang dikirim mencakup makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan lain. Untuk mempercepat distribusi, pemerintah menyiapkan dua posko utama yang berlokasi di Labuan Bajo dan Maumere.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mendagri Terus Koordinasi guna Percepat Penanganan?
Mendagri Terus Koordinasi guna Percepat Penanganan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mendagri Terus Koordinasi guna Percepat Penanganan matter?
Mendagri Terus Koordinasi guna Percepat Penanganan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

