Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Pemerintah Targetkan Jargas Capai 1,45 Juta Sambungan Rumah hingga 2029

Patricia Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 2 views

Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam program Pemerintah Targetkan Jargas Capai 1 45 Juta sambungan rumah hingga tahun 2029. Program

Pemerintah Targetkan Jargas Capai 1,45 Juta Sambungan Rumah hingga 2029

Pemerintah Targetkan Jargas Capai 1 45 Juta Sambungan Rumah Menuju 2029

Tajukpublik.com – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam program Pemerintah Targetkan Jargas Capai 1 45 Juta sambungan rumah hingga tahun 2029. Program Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga (Jargas) ini menjadi salah satu prioritas nasional dalam upaya diversifikasi energi dan pengurangan ketergantungan terhadap impor LPG. Dengan target ambisius tersebut, pemerintah berharap dapat menjangkau lebih banyak masyarakat perkotaan dan pinggiran kota yang membutuhkan akses energi bersih yang lebih terjangkau.

Menurut Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), pengembangan Jargas bukan sekadar program infrastruktur biasa, melainkan strategi jangka panjang untuk ketahanan energi nasional. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya Jargas, masyarakat tidak lagi bergantung pada tabung LPG yang harus dibeli secara berkala dan harganya fluktuatif.

“Jargas merupakan langkah strategis pemerintah untuk membuat pasokan energi Indonesia lebih mandiri dan stabil,” jelas Qodari saat memberikan keterangan pers di Kantor Bakom RI pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Implementasi Melalui RPJMN 2025-2029

Program Jargas tertuang secara resmi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2025-2029. Koordinasi pelaksanaannya dipimpin langsung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan pemerintah daerah di wilayah-wilayah prioritas. Mengacu pada laporan resmi Kementerian ESDM tanggal 3 Agustus 2026, fase pembangunan tahun 2025 hingga 2026 menargetkan penambahan 119.379 sambungan baru. Proyek ini tersebar di 15 kabupaten dan kota, dengan sebagian besar kini berada di tahap penyelesaian konstruksi.

Salah satu proyek awal yang menjadi percontohan dimulai di Kabupaten Cirebon. Dengan target 41.043 sambungan, proyek ini mencakup wilayah Gempol, Palimanan, Dukupuntang, dan Depok. Hingga tahun 2025, total sambungan yang telah terbangun mencapai 949.008 unit. Dari jumlah tersebut, 703.308 sambungan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan sisanya sebanyak 245.700 sambungan berasal dari sumber pendanaan non-APBN. Untuk periode 2026-2028, pemerintah menargetkan pembangunan 959.232 sambungan baru. Wilayah prioritas meliputi Kabupaten Bogor, Depok, Bekasi, Cirebon, Tangerang, Lamongan, Pasuruan, dan Jombang.

Pemerintah telah menyiapkan tiga mekanisme pendanaan utama, yakni APBN, kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), serta investasi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain itu, kesiapan pasokan gas domestik, kebutuhan pelanggan, kesinambungan aliran, serta infrastruktur transmisi dan distribusi telah dipastikan sebelum proyek dimulai. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap sambungan yang dibangun dapat beroperasi dengan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Jargas

Apa itu Jargas? Jargas adalah singkatan dari Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga, yaitu sistem distribusi gas alam yang dialirkan melalui pipa ke rumah-rumah pelanggan untuk kebutuhan memasak dan energi lainnya.

Berapa target sambungan Jargas hingga 2029? Pemerintah menargetkan tercapainya 1,45 juta sambungan rumah melalui program Jargas hingga akhir tahun 2029.

Wilayah mana saja yang menjadi prioritas pembangunan Jargas? Wilayah prioritas meliputi Kabupaten Bogor, Depok, Bekasi, Cirebon, Tangerang, Lamongan, Pasuruan, dan Jombang, serta 15 kabupaten dan kota lainnya di seluruh Indonesia.

Bagaimana mekanisme pendanaan program Jargas? Program Jargas dibiayai melalui tiga mekanisme utama, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), dan investasi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan implementasi yang terencana dan pendanaan yang memadai, program Pemerintah Targetkan Jargas Capai 1 45 Juta sambungan rumah diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Akses terhadap energi bersih yang lebih terjangkau akan membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon nasional.

Gabung diskusi