Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf, Kemenbud Akan Siapkan Prangko Spesial

Sandra Smith - tajukpublik.com 4 mins read 2 views

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia tengah mempersiapkan serangkaian kegiatan monumental untuk memperingati empat abad kelahiran Syekh

Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf, Kemenbud Akan Siapkan Prangko Spesial

Kemenbud Gelar Perayaan 400 Tahun Syekh Yusuf dengan Prangko Edisi Khusus

Tajukpublik.com – Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia tengah mempersiapkan serangkaian kegiatan monumental untuk memperingati empat abad kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari. Inisiatif besar ini mencakup berbagai program pelestarian warisan budaya nasional yang akan melibatkan masyarakat luas. Salah satu sorotan utama dalam agenda ini adalah peluncuran prangko edisi istimewa yang dijadwalkan pada bulan Oktober tahun 2026 mendatang.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa peluncuran prangko tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah strategis ini diharapkan mampu menghidupkan kembali narasi perjuangan Syekh Yusuf di tengah masyarakat Indonesia serta di kancah internasional. Melalui media filateli, generasi muda dapat lebih mengenal sosok ulama besar yang menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan.

Kami berencana meluncurkan prangko peringatan 400 tahun Syekh Yusuf pada Oktober mendatang. Peluncuran ini melalui kerja sama bersama Kementerian Komunikasi dan Digital.

Ungkapan tersebut disampaikan Fadli Zon saat menghadiri acara Bincang Santai Pemajuan Kebudayaan di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Acara tersebut menjadi wadah diskusi bagi para ahli sejarah dan budayawan untuk membahas rencana pelestarian warisan Syekh Yusuf.

Warisan Sejarah dan Diplomasi Budaya

Syekh Yusuf menempati posisi istimewa dalam catatan sejarah Indonesia maupun Afrika Selatan. Pengakuan ini lahir berkat jasa-jasanya dalam melawan penjajahan kolonial Belanda. Ia tercatat sebagai satu-satunya Pahlawan Nasional Indonesia yang juga mendapat gelar serupa di Afrika Selatan, menjadikannya tokoh bersejarah yang menghubungkan dua benua.

Momentum peringatan ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali sosok Syekh Yusuf sebagai teladan bagi masyarakat. Selain itu, acara ini juga bertujuan memperkuat narasi sejarah perjuangan bangsa Indonesia melalui berbagai kegiatan edukatif. Perayaan 400 tahun tersebut tidak hanya terbatas pada peluncuran prangko, melainkan juga mencakup pameran, seminar, dan pertunjukan seni.

Berbagai kegiatan kebudayaan juga akan diselenggarakan di dua wilayah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan hidup Syekh Yusuf sebelum masa pengasingan oleh VOC, yaitu Banten dan Sulawesi Selatan. Kedua daerah ini menjadi saksi bisu awal mula perjalanan sang ulama besar dalam menyebarkan Islam dan memimpin perlawanan.

Menurut Fadli Zon, Syekh Yusuf dikenal bukan hanya sebagai ulama, melainkan juga pemimpin perjuangan yang aktif menentang penjajahan Belanda pada masanya. Setelah ditahan, ia diasingkan ke berbagai tempat mulai dari Batavia, Sri Lanka, hingga Cape Town. Di setiap lokasi pengasingan, ia terus menyebarkan ajaran Islam dan semangat perjuangan kepada masyarakat setempat.

Di setiap tempat pengasingannya, Syekh Yusuf terus menyebarkan nilai keislaman, ilmu pengetahuan, serta semangat perjuangan kepada masyarakat setempat.

Museum dan Rumah Budaya di Cape Town

Selain prangko, pemerintah juga sedang membangun Rumah Budaya Indonesia serta Museum Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan. Bangunan tersebut berlokasi di sekitar makam Syekh Yusuf dan berfungsi sebagai pusat edukasi sejarah serta penguatan hubungan budaya antara kedua negara. Proyek ini merupakan wujud nyata diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.

Museum ini nantinya akan menjadi tempat pembelajaran Bahasa Indonesia bagi komunitas keturunan Indonesia yang tinggal di Afrika Selatan. Kehadiran pusat budaya tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan sejarah sekaligus menjaga identitas budaya Indonesia lintas generasi. Selain itu, museum juga akan menampilkan artefak dan dokumen sejarah yang berkaitan dengan kehidupan Syekh Yusuf.

Warisan pemikiran Syekh Yusuf juga terus hidup melalui puluhan karya tasawuf yang ditinggalkannya. Fadli Zon menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan proses penerbitan buku-buku karya sufi tersebut. Karya-karya ini menjadi referensi penting bagi para peneliti dan mahasiswa yang mempelajari tasawuf Indonesia.

Karya-karya sufi ya yang sekarang rencananya sedang kita bukukan, ada 23 karya sufi dari Syekh Yusuf ini.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf

Kapan peluncuran prangko peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf? Prangko akan diluncurkan pada bulan Oktober 2026 melalui kerja sama Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Apa saja kegiatan yang akan diselenggarakan? Kegiatan meliputi peluncuran prangko, pameran sejarah, seminar, pertunjukan seni, dan pembangunan Rumah Budaya serta Museum di Cape Town.

Di mana saja lokasi kegiatan peringatan akan diadakan? Kegiatan utama akan diselenggarakan di Jakarta, Banten, dan Sulawesi Selatan, sementara pembangunan museum dan rumah budaya dilakukan di Cape Town, Afrika Selatan.

Berapa jumlah karya sufi Syekh Yusuf yang akan diterbitkan? Terdapat 23 karya sufi dari Syekh Yusuf yang sedang dalam proses penerbitan sebagai bagian dari pelestarian warisan pemikirannya.

Program peringatan 400 tahun Syekh Yusuf diharapkan dapat memperluas pengenalan tokoh bangsa hingga tingkat internasional. Pemerintah juga ingin memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui pelestarian sejarah serta warisan pemikiran para pahlawan nasional. Dengan berbagai upaya ini, generasi mendatang akan lebih mengenal dan menghargai kontribusi Syekh Yusuf bagi Indonesia dan dunia.

Gabung diskusi