KBRI Phnom Penh Sebut Minat Belajar Bahasa Indonesia di Kamboja Tinggi
Phnom Penh – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh mencatat peningkatan signifikan dalam minat masyarakat Kamboja terhadap pembelajaran Bahasa
Antusiasme Warga Kamboja Belajar Bahasa Indonesia Meningkat Pesat
Tajukpublik.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh mencatat peningkatan signifikan dalam minat masyarakat Kamboja terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Phnom Penh, Krishnajie, pada hari Minggu tanggal 2 Agustus 2026 melalui keterangan resminya. Peningkatan ini mencerminkan hubungan bilateral yang semakin kuat antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.
Kesadaran ini terlihat jelas dari partisipasi aktif warga lokal dalam program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Semester I tahun 2026 yang diselenggarakan di Phnom Penh. Sebanyak 125 peserta mengikuti program pembelajaran yang berlangsung selama empat setengah bulan. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa lokasi strategis di ibu kota Kamboja, termasuk markas Special Forces Command (911) Angkatan Bersenjata Kamboja, Royal University of Phnom Penh, University of Cambodia, serta An-Nikmah School. Keberagaman lokasi ini menunjukkan betapa luasnya jangkauan program pembelajaran bahasa Indonesia di Kamboja.
Peran Bahasa sebagai Jembatan Diplomasi Publik
Krishnajie menekankan bahwa bahasa merupakan sarana paling efektif untuk mempererat hubungan antara masyarakat kedua negara. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Kamboja tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui hubungan antarmasyarakat yang kuat. KBRI Phnom Penh Sebut Minat masyarakat Kamboja terhadap budaya Indonesia terus meningkat seiring dengan program-program edukasi yang diselenggarakan secara konsisten.
“Bahasa membuka pintu untuk saling memahami, mengenal budaya, dan membangun kepercayaan,” katanya. “Semakin banyak masyarakat Kamboja yang belajar Bahasa Indonesia, semakin kuat pula fondasi persahabatan kedua negara di masa depan.”
Program BIPA Semester I 2026 resmi ditutup dengan penyelenggaraan Indonesia–Cambodia Friendship Night oleh KBRI Phnom Penh pada Sabtu, 25 Juli 2026. Dalam acara penutupan tersebut, penghargaan diberikan kepada pengajar BIPA Semester I 2026, Gitamaorezqi Maharani, atas dedikasinya dalam mengajarkan Bahasa Indonesia sekaligus mempromosikan seni budaya Nusantara melalui Pusat Budaya Nusantara (Pusbudi). Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ikatan budaya antara kedua negara.
Komitmen Pengembangan Program BIPA
KBRI Phnom Penh menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Program BIPA sebagai instrumen diplomasi publik utama di Kamboja. Proses pembelajaran untuk Semester II 2026 direncanakan akan diselenggarakan secara daring. Meskipun demikian, KBRI meyakini antusiasme masyarakat Kamboja akan tetap tinggi. KBRI Phnom Penh Sebut Minat yang tinggi ini sebagai indikator positif untuk pengembangan program ke depannya.
“Meski pembelajaran pada Semester II 2026 direncanakan secara daring, KBRI meyakini antusiasme masyarakat Kamboja akan tetap tinggi,” ujar Krishnajie. “Sehingga, semakin banyak generasi muda Kamboja yang menjadi sahabat Indonesia dan memperkokoh hubungan bilateral di masa mendatang.”
Gitamaorezqi Maharani dikenal aktif tampil bersama grup angklung dan kolintang dalam acara Pasar Malam Indonesia pada akhir April 2026. Ia juga mempersembahkan tari zapin pada ajang Cambodia Muslim Friendly Tourism Forum and Fair 2026. Peran ganda ini menempatkan pengajar BIPA tidak hanya sebagai Duta Bahasa, tetapi juga Duta Budaya yang mempererat hubungan antarmasyarakat.
Selain pembelajaran tatap muka, program ini juga diselenggarakan secara daring dengan dukungan pengajar dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pendekatan hybrid ini memungkinkan lebih banyak peserta dari berbagai wilayah untuk mengikuti program pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan demikian, KBRI Phnom Penh Sebut Minat yang tinggi dari masyarakat Kamboja akan terus ditampung melalui berbagai inovasi program pembelajaran.
