Wamenkomdigi Tegaskan Peran Jurnalisme Menjaga Kepercayaan Publik
Jakarta - Dalam perkembangan dunia digital yang semakin pesat, Wamenkomdigi Tegaskan Peran Jurnalisme Menjaga kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang
Jurnalisme sebagai Penjaga Kepercayaan di Era Digital
Tajukpublik.com – Jakarta – Dalam perkembangan dunia digital yang semakin pesat, Wamenkomdigi Tegaskan Peran Jurnalisme Menjaga kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang beredar. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, menjelaskan bahwa lanskap kompetisi di era digital telah mengalami pergeseran signifikan. Sebelumnya, persaingan antar platform lebih berfokus pada perebutan akses informasi. Namun kini, tantangan yang lebih kompleks muncul dalam bentuk pembentukan persepsi publik terhadap berbagai isu yang berkembang.
Platform-platform digital besar telah mengembangkan algoritma canggih yang dirancang khusus untuk menarik dan mempertahankan perhatian pengguna. Sementara itu, kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau AI memungkinkan pembuatan konten dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini menciptakan dinamika baru di mana kecepatan dan kualitas informasi harus berjalan beriringan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern.
Menurut Nezar Patria, kecepatan penyebaran informasi saat ini sering kali mengesampingkan aspek kebenaran dan akurasi. Dalam situasi seperti ini, peran jurnalis menjadi sangat krusial dan tidak dapat digantikan oleh teknologi semata. Mereka berfungsi sebagai penjaga fakta sekaligus pemelihara kepercayaan publik terhadap media dan informasi. Arus informasi yang deras di ruang digital perlu disaring melalui berita-berita kredibel dari media arus utama yang memiliki standar jurnalistik yang kuat.
Jurnalisme harus mendapatkan satu momentum yang tepat untuk bisa kembali merebut perhatian. Karena algoritma dari platform yang dipakai untuk menyebarkan informasi bekerja menarik atensi kita, akan tetapi Jurnalisme dibutuhkan sebagai ruang penjernih informasi.
Ungkapan tersebut disampaikan oleh Wamenkomdigi Tegaskan Peran Jurnalisme Menjaga kepercayaan publik saat memberikan keterangan pers di Jakarta pada hari Minggu, 2 Agustus 2026. Perkembangan teknologi juga membawa dampak tersendiri bagi dunia media yang harus beradaptasi dengan cepat. Kemajuan AI memperbesar tantangan yang dihadapi oleh para pelaku media dalam mempertahankan kredibilitas dan relevansi di tengah persaingan global.
Tantangan Baru dari Teknologi AI dalam Jurnalisme
Teknologi modern mampu menghasilkan berbagai jenis karya yang berpotensi masuk dalam kategori konten manipulatif. Mulai dari artikel, gambar, hingga video yang terlihat sangat autentik dan meyakinkan. Salah satu contoh nyata adalah deep fake yang semakin marak beredar di berbagai platform media sosial. Nezar Patria menekankan pentingnya antisipasi terhadap hal ini guna mencegah risiko penyebaran informasi yang menyesatkan kepada masyarakat luas.
Kondisi itu membuat penyebaran disinformasi semakin cepat dan semakin sulit dikenali masyarakat apabila tidak diimbangi dengan praktik jurnalisme yang professional.
Selain membahas peran jurnalisme, Wamenkomdigi Tegaskan Peran Jurnalisme Menjaga kepercayaan melalui regulasi yang tepat juga menyinggung isu-isu terkait tata kelola digital. Kemkomdigi saat ini sedang mengumpulkan masukan mengenai tata kelola hak cipta di tengah perkembangan AI yang pesat. Di sisi lain, standar tanda tangan digital global juga sedang diselaraskan untuk mendukung transformasi digital yang lebih baik dan terintegrasi.
Kredibilitas jurnalisme tidak hanya bergantung pada akurasi informasi, tetapi juga pada kemampuan media untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa mengorbankan nilai-nilai inti jurnalistik. Masyarakat perlu dilibatkan dalam proses ini melalui edukasi digital yang memadai agar dapat membedakan antara informasi yang valid dan konten manipulatif yang semakin sulit dikenali.
