LPDB Koperasi Siapkan KDKMP Naik Kelas
Jayapura – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi kembali memperkuat posisinya dalam mengembangkan koperasi di wilayah Papua melalui program
LPDB Koperasi Siapkan KDKMP Naik Kelas Melalui Program Inkubasi Terpadu
Tajukpublik.com – Jayapura – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi kembali memperkuat posisinya dalam mengembangkan koperasi di wilayah Papua melalui program strategis yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini mencakup serangkaian kegiatan inkubasi, pendampingan intensif, serta penyediaan dana bergulir yang bertujuan mendorong koperasi agar lebih profesional, bankable, dan mampu berperan sebagai motor penggerak ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Komitmen LPDB Koperasi dalam menyiapkan KDKMP naik kelas diwujudkan melalui Pelatihan Inkubasi Tenant KDKMP yang diselenggarakan di Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua, Kota Jayapura, pada Jumat (31/7). Acara ini dihadiri oleh 15 tenant KDKMP yang berkecimpung di sektor riil, sebagai hasil kolaborasi antara LPDB Koperasi dengan universitas setempat untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, tata kelola, perencanaan bisnis, serta kesiapan akses pembiayaan.
Kehadiran Pejabat dan Pemimpin Mendukung Program
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman, Pejabat Fungsional Dinas Perindagkop UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Antonius Indarto Wibowo, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Ottow Geissler Papua Meiske Murni Nurbintan Sihombing, serta Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua Moses Yomunga.
Deva Rachman menekankan bahwa program inkubasi bukan hanya berupa pelatihan biasa, melainkan sebuah proses membangun fondasi koperasi agar mampu berkembang menjadi lembaga ekonomi yang sehat, profesional, dan memiliki akses terhadap pembiayaan. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah menyiapkan koperasi agar memiliki tata kelola yang baik, bisnis yang layak, dan siap mengakses dana bergulir LPDB Koperasi.
Kami ingin KDKMP di Papua menjadi koperasi yang sehat, unggul, bankable, dan mampu naik kelas sehingga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat di daerahnya.
Menurut Deva, LPDB Koperasi memiliki tiga fokus utama, yakni penyaluran pembiayaan, pendampingan, dan inkubasi koperasi. Ketiga program tersebut dirancang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung untuk memastikan koperasi tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga memiliki kapasitas manajerial dan bisnis yang kuat. Hal ini sejalan dengan upaya LPDB Koperasi Siapkan KDKMP naik kelas melalui pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek pengembangan koperasi.
Deva menambahkan bahwa Papua memiliki potensi ekonomi yang sangat besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, hingga pariwisata berbasis kearifan lokal. Potensi tersebut perlu dikelola melalui koperasi yang memiliki tata kelola baik, model bisnis yang jelas, dan kemampuan mengakses pembiayaan secara berkelanjutan. Dengan dukungan LPDB Koperasi, KDKMP diharapkan dapat memanfaatkan potensi tersebut secara optimal.
Mitra Universitas Siap Melaksanakan Inkubasi Jangka Panjang
Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua Moses Yomunga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan LPDB Koperasi kepada universitas sebagai mitra pelaksana program inkubasi di Papua. Ia menjelaskan bahwa tahun ini program difokuskan pada 15 KDKMP sektor riil, dengan materi yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata koperasi di lapangan.
Tahun ini kami fokus menginkubasi 15 KDKMP yang bergerak di sektor riil. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan koperasi, mulai dari tata kelola, rencana bisnis, pembukuan, hingga akses pembiayaan. Kehadiran LPDB memberikan pencerahan bahwa koperasi memiliki peluang untuk berkembang dan memperoleh pembiayaan apabila dipersiapkan dengan baik.
Moses menambahkan bahwa program inkubasi menjadi sangat penting karena sebagian besar pengurus KDKMP masih membutuhkan pendampingan dalam pengelolaan usaha, manajemen keuangan, dan pengembangan bisnis koperasi. Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut menjadi pendampingan jangka panjang yang berkelanjutan.
Moses optimistis 15 koperasi peserta inkubasi dapat menjadi model pengembangan KDKMP di Papua. Ia berharap 15 koperasi ini dapat menjadi role model bagi koperasi di seluruh Papua. Papua memiliki potensi yang luar biasa, tetapi membutuhkan pendampingan, penguatan manajemen, dan akses pembiayaan agar koperasi benar-benar mampu tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari sisi peserta, Sekretaris KDKMP Kampung Nendali, Kabupaten Jayapura, Erick Kawali mengaku kehadiran LPDB Koperasi memberikan jawaban atas berbagai keraguan yang selama ini dirasakan pengurus. Ia menilai bahwa program ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman tentang tata kelola koperasi dan akses pembiayaan yang tersedia.
Secara keseluruhan, upaya LPDB Koperasi Siapkan KDKMP naik kelas melalui program inkubasi terpadu ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem koperasi yang kuat dan berkelanjutan di Papua. Dengan dukungan berbagai pihak, KDKMP diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
