Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

KCIC Gunakan Biodiesel B40 untuk Kereta Perawatan Whoosh

William Martin - tajukpublik.com 3 mins read 6 views

Jakarta — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) resmi mengimplementasikan biodiesel B40 sebagai bahan bakar utama bagi seluruh kereta kerja yang beroperasi

KCIC Gunakan Biodiesel B40 untuk Kereta Perawatan Whoosh

KCIC Gunakan Biodiesel B40 untuk Kereta Perawatan Whoosh: Langkah Menuju Transportasi Hijau

Tajukpublik.com – Jakarta — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) resmi mengimplementasikan biodiesel B40 sebagai bahan bakar utama bagi seluruh kereta kerja yang beroperasi di jalur Whoosh. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi menuju sumber daya yang lebih berkelanjutan. Dengan adopsi biodiesel B40, KCIC menunjukkan bahwa operasional kereta cepat tidak hanya mengandalkan energi listrik, tetapi juga mengintegrasikan sumber energi terbarukan lainnya dalam ekosistem transportasi nasional.

Kereta kerja merupakan komponen penting dalam menjaga kelancaran operasional Whoosh. Kendaraan-kendaraan ini bertugas melakukan inspeksi rutin, pemeliharaan jalur rel, serta pemeriksaan sistem kelistrikan atas. Sebelumnya, seluruh kereta kerja menggunakan solar konvensional sebagai bahan bakar. Kini, peralihan ke biodiesel B40 menandai era baru dalam pengelolaan armada pendukung yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Apa Itu Biodiesel B40 dan Komposisinya?

Biodiesel B40 merupakan campuran antara bahan bakar nabati dan solar konvensional dengan rasio 40:60. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, biodiesel ini mengandung 40 persen minyak kelapa sawit sebagai bahan bakar nabati, sementara 60 persen sisanya adalah solar biasa. Komposisi ini telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 32 Tahun 2008 yang menjadi acuan nasional dalam penggunaan biodiesel.

Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, menjelaskan bahwa implementasi biodiesel B40 ini tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga mendukung ketahanan energi nasional. “Selama ini masyarakat mengenal Whoosh sebagai kereta cepat yang menggunakan energi listrik. Komitmen terhadap keberlanjutan tersebut juga kami terapkan pada sarana pendukung operasional melalui penggunaan biodiesel B40 pada kereta kerja,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada RRI.co.id, Jumat, 31 Juli 2026.

Peran Kereta Kerja dalam Pemeliharaan Infrastruktur Whoosh

Kereta kerja memiliki fungsi yang sangat beragam dalam mendukung operasional Whoosh. Selain melakukan pemantauan kondisi geometri jalur rel, kendaraan ini juga bertugas memeriksa sistem Overhead Catenary System (OCS) yang merupakan jaringan kelistrikan atas. Kereta kerja berfungsi sebagai transportasi bagi personel teknis, peralatan, serta material yang diperlukan selama proses pemeliharaan berlangsung.

Seluruh sarana berbasis diesel yang dimiliki KCIC saat ini telah beralih sepenuhnya menggunakan biodiesel B40. Peralihan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan keandalan operasional dan keselamatan kerja. Dengan penggunaan biodiesel B40, emisi gas buang dari kereta kerja dapat berkurang secara signifikan dibandingkan dengan penggunaan solar konvensional.

“KCIC mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan energi yang lebih bersih. Penerapan biodiesel B40 menjadi salah satu langkah nyata yang kami lakukan saat ini, dan ke depan kami siap mendukung implementasi B50 sesuai kebijakan pemerintah setelah melalui proses pengujian dan ketentuan yang berlaku,” kata Eva Chairunisa.

Kesiapan KCIC Mendukung Implementasi Biodiesel B50

Melampaui implementasi saat ini, KCIC juga sedang mempersiapkan diri untuk mendukung penerapan biodiesel B50 yang akan diimplementasikan oleh pemerintah. Persiapan ini mencakup evaluasi teknis, pengujian operasional, serta penyesuaian prosedur kerja sesuai dengan standar yang berlaku. KCIC berkomitmen untuk mengutamakan aspek keselamatan, keandalan sarana, dan kesiapan operasional dalam setiap tahap transisi energi.

Penerapan biodiesel B40 dan rencana implementasi B50 sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement. Pemerintah menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060 melalui agenda transisi energi nasional yang komprehensif. Penggunaan biodiesel dalam sektor transportasi merupakan salah satu strategi utama untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Keberlanjutan merupakan bagian dari pengembangan layanan Whoosh. Melalui penggunaan energi listrik pada kereta penumpang dan biodiesel pada kereta kerja, kami ingin terus berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi sekaligus menghadirkan layanan transportasi yang aman, andal, dan semakin ramah lingkungan,” tutup Eva.

Gabung diskusi