Rektor Baru YARSI Siapkan Transformasi Multidisiplin dan Internasionalisasi
Jakarta telah menyaksikan momen bersejarah bagi dunia pendidikan tinggi ketika Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M secara resmi dilantik sebagai rektor baru
Prof. Ratna Sitompul Resmi Memimpin YARSI: Fokus pada Transformasi Multidisiplin dan Jangkauan Global
Tajukpublik.com – Jakarta telah menyaksikan momen bersejarah bagi dunia pendidikan tinggi ketika Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M secara resmi dilantik sebagai rektor baru Universitas YARSI. Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru dalam sejarah institusi pendidikan tersebut. Masa baktinya akan berlangsung selama lima tahun, tepatnya dari 1 Agustus 2026 hingga 31 Juli 2031. Upacara pelantikan tersebut diselenggarakan di Auditorium Al-Quddus, kampus utama YARSI di Jakarta, yang menandai transisi kepemimpinan dari Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D.
Estafet Kepemimpinan dan Visi Berkelanjutan
Dalam sambutannya, mantan pemimpin YARSI tersebut menekankan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan hal alami dalam dinamika organisasi. Tujuannya adalah untuk memastikan pengembangan universitas berjalan secara berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa visi organisasi harus selalu menjadi pendorong utama dalam setiap perubahan. Prof. Fasli Jalal juga menyampaikan keyakinannya bahwa YARSI telah membangun fondasi yang kokoh untuk melanjutkan berbagai pencapaian sebelumnya.
Pergantian kepemimpinan hanyalah bagian dari proses, yang paling penting adalah tujuan organisasi tetap menjadi penggerak utama. Apa yang telah dicapai harus terus dikembangkan, sementara inovasi dan kreativitas harus semakin diperkuat.
Menurut beliau, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan visibilitas keunggulan universitas di tengah persaingan antar perguruan tinggi yang semakin ketat. Ia mendorong penguatan berkelanjutan terhadap kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan jabatan akademik dosen serta publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Hal ini sejalan dengan komitmen YARSI untuk terus bertransformasi menuju institusi pendidikan yang lebih kompetitif.
Rektor Baru: Dari RRI Menuju Tantangan Baru
Prof. Ratna Sitompul, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur PP RRI, meraih gelar doktor dengan predikat Sangat Memuaskan. Sebagai rektor baru, ia menyoroti bahwa meskipun peningkatan jumlah mahasiswa tetap menjadi prioritas, keberlanjutan universitas tidak boleh semata-mata bergantung pada besaran student body. Ia percaya bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan modal utama bagi kemajuan institusi.
Kita tidak boleh hanya bergantung pada student body dan yang harus dikembangkan adalah sumber daya manusia yang kita miliki agar menjadi kapital bagi universitas. Penelitian tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga harus membuka peluang kerja sama dengan industri sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.
Ratna Sitompul menegaskan bahwa kolaborasi dengan sektor industri akan memperkuat dampak penelitian sekaligus meningkatkan daya saing YARSI. Selain itu, ia mendorong pendekatan pendidikan kedokteran yang multidisiplin untuk menjawab kompleksitas tantangan kesehatan masyarakat. Ke depan mahasiswa kedokteran harus dibekali ilmu lintas disiplin karena pasien tidak hanya datang sebagai individu, tetapi juga membawa persoalan keluarga, lingkungan, sosial, bahkan hukum.
Internasionalisasi dan Kolaborasi Lintas Disiplin
Dalam konteks penanganan penyakit seperti diabetes, Ratna menyampaikan bahwa diperlukan sinergi antara teknologi, farmasi, psikologi, komunikasi kesehatan, dan hukum. Ia menilai YARSI memiliki keunggulan geografis karena seluruh fakultas berada dalam satu kawasan, sehingga memudahkan implementasi kolaborasi lintas disiplin. Transformasi multidisiplin ini menjadi salah satu fokus utama kepemimpinan barunya.
Untuk memperkuat posisi global, universitas akan memperluas kerja sama dengan mitra strategis internasional. Salah satu agenda penting adalah menjadi tuan rumah pertemuan asosiasi perguruan tinggi China di Indonesia pada bulan November mendatang. Selain itu, YARSI akan mengembangkan berbagai program akademik seperti student exchange, dual degree, dan joint degree dengan perguruan tinggi luar negeri. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperluas pengalaman internasional mahasiswa serta meningkatkan reputasi universitas di kancah global.
