Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Budaya

Sumatera Barat Tampilkan Wastra dan Busana Muslim di IFW 2026

Patricia Jackson - tajukpublik.com 2 mins read 7 views

Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 kembali menjadi ajang bergengsi bagi para perajin dan desainer Indonesia untuk memamerkan karya terbaik mereka. Kali ini

Sumatera Barat Tampilkan Wastra dan Busana Muslim di IFW 2026

Sumatera Barat Tampilkan Wastra dan Busana Muslim di IFW 2026

Tajukpublik.com – Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 kembali menjadi ajang bergengsi bagi para perajin dan desainer Indonesia untuk memamerkan karya terbaik mereka. Kali ini, Sumatera Barat Tampilkan Wastra dan Busana Muslim yang menjadi sorotan utama dalam pameran fesyen nasional tersebut. Provinsi ini hadir dengan membawa kekayaan warisan budaya yang telah diintegrasikan ke dalam desain busana muslim modern. Kehadiran ini bukan sekadar ajang pamer, melainkan juga strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah melalui sektor fesyen.

Sri Kumala Dewi, sebagai inisiator utama partisipasi Sumatera Barat dalam IFW 2026, menjelaskan bahwa fokus utama adalah memberikan kesempatan kepada perajin lokal. Menurutnya, langkah ini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk wastra khas Sumatera Barat. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Sumatera Barat dalam peta ekonomi kreatif nasional.

Kami memang memprioritaskan perajin-perajin Sumatera Barat untuk ikut dalam IFW 2026 ini. Harapan kami, ekonomi Indonesia khususnya Sumatera Barat melalui fashion dan ekonomi kreatif bisa meningkat.

Ungkapan tersebut disampaikan Sri Kumala Dewi di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Rabu, 29 Juli 2026. Pameran ini melibatkan kolaborasi antara Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dengan berbagai pelaku ekonomi kreatif. Mereka menampilkan karya-karya unggulan seperti Songket Mira Muraza, Sulam Kapalo Samek, dan Sulam Bayangan yang diintegrasikan ke dalam busana muslim syar’i. Setiap karya memiliki keunikan tersendiri yang mencerminkan identitas budaya Sumatera Barat.

Kolaborasi Tiga Desainer dengan Tema Wastra Khas

Koleksi yang dibawa mengusung konsep ‘Syari Songket Kapalo Samek dan Sulam Bayangan’. Tema ini merupakan hasil kolaborasi tiga desainer yang mengangkat warisan wastra Sumatera Barat dalam nuansa busana muslim modern. Selain itu, desainer dari Bandung, Meeta Fauzan, juga turut memeriahkan IFW 2026 dengan koleksi bertajuk ‘Metamorphosa’. Karya-karya ini menunjukkan bagaimana wastra Nusantara dapat beradaptasi dengan tren fesyen kontemporer tanpa kehilangan esensinya.

Metamorphosa merefleksikan perjalanan spiritual dan personal seorang wanita muslim. Metamorfosis di sini bukan hanya transformasi fisik, tetapi juga perubahan jiwa dan nilai-nilai yang berkembang seiring waktu.

Meeta memadukan wastra batik dengan siluet A serta siluet tabung dalam karyanya. Rancangan tersebut ditujukan untuk perempuan yang menginginkan penampilan anggun, aktif, dan percaya diri dalam berbagai kegiatan. Sementara itu, Dimas Batik juga memperkenalkan koleksi berbahan kain Sunda yang diperagakan oleh model pria. Koleksi ini menampilkan motif khas Sunda seperti urat kayu, merak, dan cupat manggu sebagai upaya pelestarian wastra Nusantara.

Keikutsertaan para desainer dari berbagai wilayah dalam IFW 2026 membuktikan bahwa kekayaan budaya Indonesia terus berkembang melalui inovasi. Ajang ini juga berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan wastra Nusantara kepada pasar yang lebih luas. Sumatera Barat Tampilkan Wastra dan Busana Muslim menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Melalui IFW 2026, dunia fesyen internasional dapat melihat keindahan dan keragaman budaya Indonesia dari berbagai penjuru nusantara.

Gabung diskusi