Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Internasional

Diplomasi Budaya, Kemenbud Gelar ‘Cultural Evening Indonesia-Morocco’

Karen Williams - tajukpublik.com 3 mins read 3 views

Jakarta – Kementerian Kebudayaan Indonesia kembali menunjukkan komitmen dalam memperkuat hubungan internasional melalui seni dan budaya. Dalam acara yang

Diplomasi Budaya, Kemenbud Gelar ‘Cultural Evening Indonesia-Morocco’

Diplomasi Budaya Kemenbud Gelar Cultural Evening Indonesia-Maroko

Tajukpublik.com – Jakarta – Kementerian Kebudayaan Indonesia kembali menunjukkan komitmen dalam memperkuat hubungan internasional melalui seni dan budaya. Dalam acara yang diberi nama ‘Cultural Evening: a Musical Bridge Between Morocco & Indonesia’, Menbud Fadli Zon hadir bersama duta besar dan perwakilan masyarakat untuk merayakan persahabatan kedua negara. Acara ini diselenggarakan di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, pada Selasa malam, 28 Juli 2026, dan dihadiri oleh para pecinta musik serta komunitas internasional.

Menurut Fadli Zon, Indonesia dan Maroko memiliki banyak persamaan budaya yang masih terjaga hingga saat ini. Persamaan tersebut dapat dilihat dari berbagai ekspresi seni yang berkembang di kedua negara. Mulai dari musik gambus, tarian tradisional, hingga ajaran sufi menjadi salah satu contoh kemiripan yang ada. Ia menjelaskan bahwa jika diperhatikan dari ekspresi musik yang ditampilkan, terdapat banyak kesamaan alat musik seperti gambus dan juga tarian. Selain itu, ajaran sufi yang lahir dari Maroko, khususnya Tarekat Tijaniyah, memiliki banyak pengikut di Indonesia.

“Kalau kita lihat dari ekspresi musik tadi, banyak sekali kemiripan dari alat musik seperti gambus, dari tarian. Bahkan, ajaran-ajaran sufi termasuk yang lahir dari Maroko, terutama Tarekat Tijaniyah itu banyak pengikutnya di Indonesia,” ujarnya saat ditemui wartawan usai pertunjukan musik ‘Cultural Evening: a Musical Bridge Between Morocco & Indonesia’, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Selasa malam, 28 Juli 2026.

Jejak Sejarah Ibnu Battuta dan Samudra Pasai

Lebih lanjut, Menbud menjelaskan bahwa Maroko dan Indonesia memiliki kesamaan budaya yang menunjukkan seni menjadi bahasa universal. Hubungan budaya kedua negara menggambarkan bahwa seni mampu menyentuh hati manusia tanpa mengenal batas wilayah. Kedekatan Indonesia dengan Maroko juga dilatarbelakangi oleh seorang penjelajah terkenal, Ibnu Battuta. Pada tahun 1345, ia mengunjungi Kerajaan Samudra Pasai di Aceh dan meninggalkan catatan yang sangat berharga.

Dalam catatan monumental Rihlah, Ibnu Battuta menggambarkan Samudra Pasai sebagai kerajaan Islam yang makmur dan maju. Ia menyebut masyarakat Samudra Pasai sebagai penduduk terpelajar, taat, dan menjunjung tinggi nilai keimanan. Tulisannya merupakan salah satu catatan sejarah paling awal yang memperkenalkan kepulauan Indonesia kepada dunia Islam yang lebih luas. Catatan tersebut juga memperluas pengenalan kepulauan Indonesia kepada komunitas internasional pada masa itu, membuka jalan bagi hubungan perdagangan dan budaya di masa depan.

Peran Syekh Maulana Malik Ibrahim dalam Penyebaran Islam

Menbud menambahkan bahwa perkembangan Islam di Indonesia turut dipengaruhi tokoh-tokoh yang membawa ajaran secara damai dan inklusif. Salah satunya Syekh Maulana Malik Ibrahim yang berasal dari wilayah Maghrib, Afrika Utara, seperti Maroko atau sekitarnya. Ia diingat sebagai pelopor penyebaran nilai Islam yang mengedepankan kedamaian serta keterbukaan. Hal itu memperkuat peran seni dalam membangun hubungan global antarbangsa dan menunjukkan bagaimana budaya menjadi jembatan antar peradaban.

Apresiasi Duta Besar Maroko untuk Indonesia

Sementara itu, Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia. Ia mengucapkan terima kasih atas upaya mempererat hubungan budaya antara masyarakat Maroko dan Indonesia. Menurutnya, diplomasi budaya menjadi salah satu prioritas penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Kedekatan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga melibatkan masyarakat sipil dan komunitas seni.

“Kami memiliki hubungan yang sangat baik, serta berbagi nilai dan persatuan bersama Indonesia,” ujarnya dengan penuh semangat.

Dubes Redouane Houssaini menilai kesamaan nilai budaya menjadi fondasi kuat dalam membangun kerja sama Maroko dan Indonesia. Ia juga menegaskan hubungan kedua negara terus berkembang melalui berbagai program pertukaran budaya dan kolaborasi seni. Melalui acara seperti Cultural Evening, kedua negara berharap dapat memperluas jaringan kerja sama di bidang pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Gabung diskusi