Presiden Prabowo akan Hadiri Wisuda Praja IPDN
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah tiba di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat. Kedatangan beliau
Wisuda Praja IPDN 2026: Presiden Prabowo Diharapkan Hadir di Jatinagor
Tajukpublik.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah tiba di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat. Kedatangan beliau bertujuan untuk memastikan segala persiapan menyambut kunjungan Presiden Prabowo Subianto. Upacara wisuda praja tersebut rencananya akan digelar pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Agenda ini menjadi momen penting bagi institusi pendidikan pemerintahan terbesar di Indonesia.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa agenda kunjungan Presiden masih dalam tahap konfirmasi final. Beliau menyampaikan hal ini saat ditemui wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 28 Juli 2026. Tim kepresidenan sedang melakukan penyesuaian terakhir terkait jadwal.
“Mudah-mudahan tidak ada perubahan agenda,” ujar Bima Arya.
Menurut keterangan dari Wamen Bima, saat ini tim sedang fokus menyiapkan kedatangan Kepala Negara di Jatinangor. Beliau menjelaskan bahwa posisi Menteri Tito saat ini memang berada di lokasi kampus untuk memastikan semua persiapan berjalan optimal. Berbagai aspek logistik dan protokol telah disiapkan dengan matang.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan untuk kedatangan Bapak Presiden di Jatinangor untuk wisuda para praja ya. Pak Menteri sendiri sekarang posisinya sedang di kampus IPDN mempersiapkan segala sesuatunya agar maksimal,” jelasnya.
Kendati demikian, kepastian mutlak kehadiran Presiden Prabowo masih menunggu. Di tengah kesibukan jadwal Presiden, dinamika perubahan di lapangan memang wajar terjadi. Bima Arya menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu konfirmasi terakhir dari tim kepresidenan.
“Kita masih menunggu kepastian. Kita masih menunggu kepastian,” tegas Bima.
1.404 Wisudawan IPDN Luluskan dari Berbagai Program Studi
Sidang Senat Terbuka IPDN tahun ini berhasil meluluskan sebanyak 1.404 mahasiswa. Kelulusan tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan untuk Tahun Akademik 2025/2026. Program yang diluluskan meliputi Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, Pendidikan Profesi Kepamongprajaan, serta Doktor Ilmu Pemerintahan.
Distribusi jumlah lulusan tercatat sebagai berikut: 1.204 orang meraih gelar Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, 82 orang menyelesaikan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan, 73 orang lulus sebagai Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, dan 45 orang menyandang gelar Doktor Ilmu Pemerintahan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai momen ini sangat berarti bagi IPDN maupun para wisudawan. Beliau menyatakan bahwa institusi tersebut telah berhasil mencetak ilmuwan pemerintahan melalui proses pendidikan yang panjang dan berkualitas. Para lulusan siap mengemban tugas sebagai aparatur negara.
“Wisuda ini merupakan momen penting yang mengantarkan para mahasiswa magister, doktor, termasuk praja IPDN menjadi seorang ilmuwan. Terlebih, pekerjaan di bidang pemerintahan merupakan profesi yang harus didasarkan pada ilmu pengetahuan,” kata Menteri Tito dalam unggahan Instagram pribadinya.
Tito menambahkan bahwa sebuah profesi harus memenuhi beberapa unsur penting. Unsur-unsur tersebut antara lain memiliki disiplin ilmu yang diakui secara formal, ditempuh melalui jalur pendidikan yang memadai, serta memiliki kode etik yang jelas. Selain itu, orientasi pengabdian kepada masyarakat juga menjadi ciri khas profesi pemerintahan.
“Karena itu, ilmu pemerintahan menjadi fondasi utama bagi aparatur pemerintahan dalam menjalankan tugasnya. Penguasaan ilmu pengetahuan menjadi pembeda antara pengambilan kebijakan yang berbasis kajian ilmiah dan yang hanya mengandalkan intuisi,” paparnya.
Menurut Menteri Tito, lulusan IPDN dibekali kemampuan berpikir ilmiah yang kuat. Kemampuan ini memungkinkan mereka menyusun kebijakan publik berdasarkan teori, data, dan metodologi yang tepat. Para wisudawan akan tersebar di berbagai daerah untuk melayani masyarakat Indonesia.
“Karena itu, lulusan IPDN dibekali kemampuan berpikir ilmiah agar mampu menyusun kebijakan publik. Tentu berdasarkan teori, data, dan metodologi yang tepat,” kata Tito menegaskan.
Menteri Tito juga mengingatkan bahwa wisuda bukanlah titik akhir perjalanan. Sebaliknya, upacara tersebut menandai awal pengabdian sebagai aparatur sipil negara. Para lulusan akan mengemban tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat Indonesia. Kehadiran Presiden Prabowo diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi para wisudawan.
