Mensos Minta DNIKS Perkuat Data dan Inovasi Kesejahteraan Sosial
Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan layanan kesejahteraan sosial
Mensos Serahkan Lima Pesan untuk DNIKS di Peringatan HUT ke-59
Tajukpublik.com – Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan layanan kesejahteraan sosial. Dalam sambutannya pada acara peringatan hari jadi ke-59 DNIKS, Mensos Minta DNIKS Perkuat Data dan Inovasi sebagai langkah strategis menghadapi tantangan pembangunan nasional. Acara yang diselenggarakan di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial Jakarta, pada hari Jumat, 24 Juli 2026 ini dihadiri oleh Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria serta sejumlah pejabat tinggi kementerian.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat posisi DNIKS sebagai mitra strategis dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs. Gus Ipul menyampaikan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan signifikan, khususnya dalam mengatasi masalah kesenjangan sosial yang belum sepenuhnya tuntas. Oleh karena itu, Mensos Minta DNIKS Perkuat Data menjadi prioritas utama dalam agenda kerja bersama.
Tantangan Kesenjangan Sosial Indonesia
Mensos mengidentifikasi beberapa hambatan utama yang masih menjadi beban bangsa ini. Menurutnya, selain kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, kualitas pendidikan yang belum merata juga menjadi perhatian serius dari pemerintah. Selain itu, pengangguran serta keterbatasan lapangan pekerjaan turut menjadi masalah yang perlu segera diatasi melalui berbagai program inovatif.
“Ada keberhasilan kita, tetapi juga ada PR besar kita, yaitu mengenai kesenjangan. Setidak-tidaknya ada tiga, yakni kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, kualitas pendidikan yang belum merata, serta pengangguran dan keterbatasan lapangan pekerjaan,” kata Gus Ipul dengan tegas.
Penguatan Data dan Inovasi Program
Pesan pertama yang disampaikan mensos berkaitan erat dengan pentingnya data akurat dalam perencanaan program sosial. DNIKS diminta untuk aktif memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang telah dimulai pemutakhirannya sejak tahun 2025. Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait terus berupaya memperbarui sistem data terpadu tersebut agar lebih representatif.
“DNIKS harus juga ikut peduli untuk menghadirkan data yang akurat. Sejak tahun 2025 kita memiliki Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Tugas Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah dan kementerian lain adalah membantu pemutakhiran data tersebut,” jelasnya.
Selain penguatan data, mensos juga menekankan peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta perluasan akreditasi lembaga kesejahteraan sosial di seluruh wilayah Indonesia. Lembaga-lembaga sosial diharapkan dapat memperluas kemitraan dan menciptakan inovasi program yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, Mensos Minta DNIKS Perkuat Data dan inovasi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.
Kolaborasi untuk Pemberantasan Kemiskinan
Ketua Umum DNIKS, Effendy Choirie, menyatakan bahwa lembaganya telah lama bermitra dengan Kementerian Sosial. Momentum peringatan ulang tahun ini dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi kesejahteraan sosial hingga ke tingkat daerah. Melalui forum ini, Mensos Minta DNIKS Perkuat Data dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan bersama.
“Melalui forum ini saya mengajak kita membangun kolaborasi. Kolaborasi untuk pemberantasan kemiskinan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan Indonesia,” katanya.
Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria menambahkan bahwa program pemerintah saat ini lebih berfokus pada masyarakat miskin. Sinergi antar kementerian dinilai sangat krusial untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, khususnya di kawasan pedesaan. Semua program Bapak Presiden yang disasar utamanya adalah masyarakat di level bawah. Karena itu Mensos Minta DNIKS Perkuat Data dan inovasi menjadi prioritas dalam agenda kerja pemerintah.
“Semua program Bapak Presiden yang disasar utamanya adalah masyarakat di level bawah. Karena itu Kementerian Desa bersama Kementerian Sosial harus terus bersinergi mempercepat pengentasan kemiskinan,” ujar Ahmad Riza Patria.
Rangkaian kegiatan penutupan dilakukan melalui prosesi pemotongan tumpeng bersama. Acara simbolis ini mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memajukan kesejahteraan umum di Indonesia. Dengan semangat baru ini, Mensos Minta DNIKS Perkuat Data dan inovasi menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju Indonesia yang lebih sejahtera.
