Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Badan Karantina Indonesia Fokus Benahi Ekspor Sarang Burung Walet

Patricia Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 14 views

Tangerang — Komoditas sarang burung walet kini menjadi sorotan utama dalam strategi ekspor Indonesia. Badan Karantina Indonesia (Barantin) berkomitmen untuk

Badan Karantina Indonesia Fokus Benahi Ekspor Sarang Burung Walet

Barantin Perkuat Pengawasan Ekspor Sarang Walet Menuju Tiongkok

Tajukpublik.com – Tangerang — Komoditas sarang burung walet kini menjadi sorotan utama dalam strategi ekspor Indonesia. Badan Karantina Indonesia (Barantin) berkomitmen untuk melakukan berbagai penyesuaian, termasuk perbaikan tata kelola dan pengawasan yang lebih ketat. Langkah ini diambil untuk memastikan kepercayaan pasar internasional, khususnya Tiongkok, tetap terjaga terhadap produk ekspor Indonesia. Fokus utama perbaikan ini adalah pada sektor walet yang memiliki nilai ekonomi signifikan bagi negara.

Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam audit yang dilakukan oleh General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC). Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, menjelaskan bahwa hasil audit tersebut menghasilkan banyak temuan yang perlu ditindaklanjuti. Audit ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas ekspor komoditas perkebunan dan peternakan.

Perbaikan Tata Kelola dan Pendampingan Perusahaan

Karding menegaskan bahwa perbaikan akan dilakukan dalam berbagai aspek, mulai dari tata kelola hingga pengawasan dan pendampingan terhadap perusahaan yang melakukan ekspor ke Tiongkok. Ia menyebutkan bahwa sarang burung walet menjadi salah satu fokus utama karena Indonesia merupakan pengespor terbesar ke Tiongkok dan banyak tenaga kerja yang bergantung pada perusahaan walet. Pendampingan ini akan mencakup pelatihan dan monitoring berkala untuk memastikan kepatuhan standar.

“Salah satu yang menjadi perhatian utama kita terutama adalah sarang burung walet. Sarang burung walet ini Indonesia menjadi pengeskpor utama ke Tiongkok dan banyak tenaga kerja yang tergantung dengan perusahaan burung walet,” ujarnya, Minggu 26 Juli 2026.

Karding berharap seluruh perusahaan yang bergerak di bidang walet dapat bekerja sama secara konsisten dengan Karantina. Kerjasama ini penting agar perusahaan dapat menyelaraskan dan menyesuaikan diri dengan standar internasional, termasuk standar yang ditetapkan oleh GACC. Tanpa kerja sama yang baik, perbaikan akan sulit tercapai secara optimal.

Temuan Audit dan Ancaman Suspend Ekspor

Dalam audit tersebut, ditemukan beberapa masalah serius. Pertama, kandungan aluminium pada sarang walet melebihi standar, yaitu di atas 100 ppm. Kedua, ada perusahaan yang melakukan ekspor dengan kuota lebih besar daripada kapasitas produksinya. Selain itu, asal perusahaan dalam mengambil sarang dari rumah walet juga tidak jelas. Temuan-temuan ini menjadi dasar bagi Barantin untuk mengambil tindakan tegas.

Barantin mengancam akan menunda atau men-suspend ekspor bagi perusahaan yang tidak memenuhi standar internasional, terutama untuk sarang burung walet yang ditujukan ke Tiongkok. Hal ini disebabkan oleh banyaknya temuan dari hasil audit GACC yang menunjukkan ketidaksesuaian standar pada perusahaan yang mengekspor komoditas tumbuhan, hewan, maupun ikan. Tindakan suspend ini bertujuan untuk melindungi reputasi ekspor Indonesia di mata internasional.

“Tetapi kalau tidak ada kerja sama, itu pasti sulit. Oleh karena itu, saya menyampaikan kepada mereka, daripada Indonesia malu ke depan, lebih baik kalau memang tidak memenuhi syarat, ya jangan, jangan di-ACC, sebelum dilakukan perbaikan,” ucapnya.

Karding menambahkan bahwa jika perusahaan tidak bekerja sama, maka akan sulit untuk memperbaiki kondisi. Ia menjelaskan bahwa Barantin lebih memilih untuk melakukan suspend sendiri daripada GACC Tiongkok yang melakukan suspend, karena hal ini menyangkut hubungan antarnegara. Suspend mandiri menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjaga kualitas ekspor.

“Ya jangan di-ACC, akan kami perbaiki di sini. Mungkin saya berharap lebih baik saya yang mensuspend di sini daripada mereka (GACC Tiongkok, Red) yang mensuspend , karena ini soal hubungan antarnegara,” ucapnya di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu 26 Juli 2026.

Menurut Karding, hasil audit terakhir dari GACC masih menunjukkan banyak temuan yang perlu diperbaiki. Standar kesehatan dan karantina GACC memerlukan perbaikan dalam pengawasan, kesehatan produk, ketertelusuran, serta sarana prasarana perusahaan yang belum sesuai dengan standar internasional. Dengan perbaikan menyeluruh, diharapkan ekspor sarang walet Indonesia dapat kembali lancar dan kompetitif di pasar global.

Gabung diskusi