Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Legislator: Koeksistensi Jadi Kunci Mengelola Konflik Global

William Martin - tajukpublik.com 3 mins read 5 views

Legislator Indonesia menyoroti urgensi perubahan paradigma dalam menangani perselisihan internasional yang semakin kompleks. Azis Subekti, anggota Komisi II

Legislator: Koeksistensi Jadi Kunci Mengelola Konflik Global

Legislator Tekankan Koeksistensi dalam Mengelola Konflik Global

Tajukpublik.com – Legislator Indonesia menyoroti urgensi perubahan paradigma dalam menangani perselisihan internasional yang semakin kompleks. Azis Subekti, anggota Komisi II DPR RI, menegaskan bahwa pendekatan tradisional tidak lagi memadai untuk menghadapi tantangan zaman. Sebagai seorang legislator, ia menekankan bahwa negara-negara di seluruh dunia harus meninggalkan obsesi terhadap kemenangan total atas lawan mereka dalam konflik.

Keterkaitan multidimensi antara sektor ekonomi, teknologi, energi, dan informasi menciptakan efek domino yang melampaui batas geografis. Pertikaian di satu wilayah tertentu berpotensi menggerakkan harga energi global, mengganggu rantai perdagangan, memengaruhi keamanan siber, serta berdampak langsung pada kehidupan warga negara lain. Legislator ini menjelaskan bahwa interdependensi global menuntut respons yang lebih kolaboratif.

“Semua pihak dapat menyerang. Tetapi semakin sedikit pihak yang mampu menang secara mutlak,” jelas Azis dalam tulisannya yang berjudul “Dari Paradigma Kemenangan Menuju Paradigma Koeksistensi”, Minggu, 26 Juli 2026.

Peran Legislator dalam Diplomasi Modern

Perkembangan alat tempur modern menghadirkan dinamika baru yang mengubah lanskap keamanan global. Drone dengan biaya produksi rendah kini mampu menghancurkan infrastruktur bernilai tinggi. Serangan digital juga memiliki potensi melumpuhkan layanan publik dan sistem perbankan tanpa perlu mengerahkan pasukan militer konvensional. Legislator Azis Subekti menekankan bahwa ketahanan global tidak dapat hanya mengandalkan kekuatan fisik dan dominasi teritorial.

Dunia memerlukan mekanisme untuk mengelola persaingan agar tidak berujung pada kehancuran bersama. Dalam konteks ini, legislator berperan penting sebagai jembatan antara kebijakan domestik dan diplomasi internasional. Mereka harus memastikan bahwa kepentingan nasional sejalan dengan stabilitas global.

“Koeksistensi bukanlah akhir persaingan. Ia bukan utopia yang menghapus perbedaan,” tegas legislator tersebut.

Konsep koeksistensi mengajarkan bahwa musuh tidak selalu harus dihilangkan. Persaingan dapat berjalan dalam koridor aturan yang memungkinkan semua pihak bertahan dan mengejar kepentingan masing-masing. Legislator melihat ini sebagai fondasi baru untuk hubungan internasional yang lebih berkelanjutan.

Legislator dan Tantangan Global Kontemporer

Analisis legislator Azis Subekti sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz terus memengaruhi stabilitas regional. Sementara itu, berbagai negara aktif mendorong penyelesaian konflik Rusia-Ukraina melalui jalur diplomasi. Legislator Indonesia juga menyoroti pentingnya dialog multilateral dalam mengatasi ketegangan geopolitik.

Di luar konflik bersenjata, tantangan global semakin kompleks. Perubahan iklim, ancaman pandemi, keamanan siber, serta kemajuan kecerdasan buatan menjadi isu yang harus ditangani secara kolektif. Legislator menekankan bahwa negara-negara harus bekerja sama tanpa memandang perbedaan ideologi dan kepentingan nasional.

PBB pada awal Juli 2026 juga menyelenggarakan Dialog Global Tata Kelola Kecerdasan Buatan di Jenewa. Pertemuan tersebut menjadi platform bagi negara dan pemangku kepentingan untuk merumuskan pendekatan bersama terhadap perkembangan AI. Legislator Indonesia hadir dalam forum tersebut untuk menyuarakan posisi Indonesia.

Azis berharap komunitas internasional dapat mempercepat kerja sama. Kecepatan kolaborasi harus mengimbangi kemampuan manusia untuk saling menghancurkan. Sebagai legislator, ia terus mendorong inisiatif diplomasi yang lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan zaman.

Sebagai tambahan, DPR juga menaruh harapan kepada operator telekomunikasi untuk menjalankan putusan Mahkamah Konstitusi terkait kuota internet. Langkah ini sejalan dengan upaya membangun ekosistem digital yang lebih adil dan berkelanjutan. Legislator melihat ini sebagai bagian dari strategi nasional untuk menghadapi era digitalisasi global.

Gabung diskusi