Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Regional

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB

Emily Thomas - tajukpublik.com 2 mins read 9 views

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang mengancam wilayah pesisir Nusa

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB

Tajukpublik.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang mengancam wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat. Peringatan ini disampaikan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap kenaikan muka air laut yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Fenomena alam ini dapat menyebabkan genangan air laut di kawasan pesisir dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

Satria Topan Primadi, Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, menjelaskan bahwa prediksi banjir rob ini mencakup periode dari tanggal 26 Juli hingga 1 Agustus. Kenaikan muka air laut maksimum diperkirakan mencapai ketinggian 1,9 meter, yang merupakan faktor utama penyebab potensi banjir rob di wilayah pesisir NTB. Kondisi ini akan berdampak signifikan pada masyarakat yang tinggal di kawasan pantai.

Kami mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk mengantisipasi potensi pasang air laut maksimum tersebut, kata Satria pada hari Minggu, 26 Juli 2026.

Wilayah dan Jadwal Terdampak

Berdasarkan data yang dihimpun oleh BMKG, pasang air laut di pesisir Kabupaten Lombok Barat diperkirakan terjadi antara pukul 09.00 hingga 12.00 WITA. Sementara itu, untuk kawasan pesisir Kabupaten Bima, fenomena ini berlangsung lebih lama, yaitu dari pukul 08.00 sampai 13.00 WITA. Perbedaan waktu ini disebabkan oleh karakteristik geografis masing-masing wilayah.

Di Pulau Lombok, beberapa wilayah yang berisiko terdampak meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, serta Labuhan Lombok. Untuk Pulau Sumbawa, daftar wilayah yang berpotensi mengalami rob mencakup Sumbawa, Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota. Total ada lebih dari dua puluh lokasi yang perlu diwaspadai.

Faktor Pemicu dan Langkah Antisipasi

Menurut BMKG, fenomena pasang air laut ini dipengaruhi oleh fase bulan purnama yang diperkirakan terjadi pada 29 Juli 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut di wilayah pesisir secara signifikan. Kombinasi antara fase bulan purnama dan kondisi cuaca tertentu menciptakan situasi yang mendukung terjadinya banjir rob.

BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, dan pelaku aktivitas di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang disampaikan melalui kanal resmi BMKG. Langkah antisipasi dini dapat meminimalkan kerugian materiil maupun keselamatan jiwa.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat jika kondisi memburuk. Evakuasi warga di wilayah rawan perlu dilakukan secara proaktif. Selain itu, infrastruktur pesisir seperti tanggul dan pemecah gelombang juga harus dipastikan dalam kondisi siap pakai untuk menahan serangan air laut.

Kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim dan fenomena alam menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak bencana. Dengan informasi yang akurat dan tepat waktu dari BMKG, masyarakat NTB dapat lebih siap menghadapi potensi banjir rob yang akan datang.

Gabung diskusi