Wamenko Polkam Nilai Peran PBB dalam Konflik Palestina Belum Optimal
Jakarta — Upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menyelesaikan sengketa Palestina masih dinilai belum mencapai tingkat yang diharapkan. Pernyataan ini
Penilaian Lodewijk: Kontribusi PBB dalam Konflik Palestina Perlu Ditingkatkan
Tajukpublik.com – Jakarta — Upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menyelesaikan sengketa Palestina masih dinilai belum mencapai tingkat yang diharapkan. Pernyataan ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Lodewijk Freidrich Paulus, saat menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Lodewijk menekankan bahwa dinamika geopolitik dunia saat ini menuntut partisipasi komunitas internasional yang lebih kuat guna mewujudkan stabilitas perdamaian. Hal ini mencakup penyelesaian masalah di Palestina serta kawasan Timur Tengah secara keseluruhan. Menurutnya, kompleksitas situasi global memerlukan pendekatan yang lebih efektif dari berbagai pihak.
Dua Konflik Besar yang Menguji Peran PBB
Menurut mantan perwira tinggi tersebut, terdapat dua sengketa utama yang sedang berlangsung saat ini. Pertama, perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua, ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Palestina, Iran, serta negara-negara tetangga. Dalam kedua kasus ini, kontribusi PBB belum menghasilkan resolusi yang signifikan.
“Memang kalau kita lihat ada dua konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, kemudian Israel dengan Palestina, juga Iran. Memang yang Pak Kiai sampaikan benar, peran PBB ini sangat kurang,” ujar Lodewijk.
Komitmen Indonesia: Pendekatan Peacekeeping
Di tengah tantangan global tersebut, Indonesia tetap konsisten menerapkan kebijakan luar negeri bebas dan aktif. Untuk kontribusi penyelesaian konflik, Jakarta memilih jalur pemeliharaan perdamaian atau peacekeeping, bukan terlibat langsung dalam operasi tempur maupun peacemaking.
“Indonesia bebas aktif, kita tidak bisa masuk kepada peacemaking karena harus bertempur. Kita masuk untuk peacekeeping, mereka sudah damai, kita menangani,” katanya.
Partisipasi dalam Forum Internasional
Komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina juga terlihat melalui keterlibatan dalam berbagai forum multilateral. Salah satunya adalah keikutsertaan dalam Board of Peace (BOP), sebuah platform yang membahas upaya penyelesaian konflik Palestina.
“Indonesia masuk bukan sekadar hadir, dari 20 poin yang dibahas, ada satu poin yang berbicara tentang Palestina. Itulah kepedulian Presiden kita, kita masih menunggu perkembangannya,” ungkap Lodewijk.
Lodewijk menambahkan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi global secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan strategis. Pendekatan ini bukan menunjukkan ketakutan, melainkan kehati-hatian dalam melindungi kepentingan nasional sambil mendukung terciptanya perdamaian dunia.
“Tentunya kita harus melihat perkembangan situasi global ini secara lebih komprehensif, lebih utuh,” pungkasnya.
