Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

KAI Tekan Intensitas Energi 22,05 Persen pada 2025

Daniel Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 10 views

PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mencatatkan pencapaian positif dalam upaya penghematan energi. Melalui berbagai inisiatif strategis, KAI Tekan

KAI Tekan Intensitas Energi 22,05 Persen pada 2025

KAI Tekan Intensitas Energi 22 05 Persen Melalui Program Efisiensi Berkelanjutan

Tajukpublik.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mencatatkan pencapaian positif dalam upaya penghematan energi. Melalui berbagai inisiatif strategis, KAI Tekan Intensitas Energi 22 05 persen pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya dan menjadi indikator keberhasilan program efisiensi yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir.

Pencapaian ini semakin mengesankan mengingat adanya peningkatan jumlah pelanggan kereta api sebesar 8,67 persen. Volume angkutan barang juga mengalami pertumbuhan dengan total capaian mencapai 69.571.601 ton. Kondisi ini membuktikan bahwa KAI mampu meningkatkan layanan tanpa meningkatkan konsumsi energi secara proporsional.

Rilis Data Keberlanjutan Energi di Juli 2026

Secara resmi, perusahaan transportasi milik negara tersebut merilis laporan keberlanjutan energi pada Sabtu, 25 Juli 2026. Dalam dokumen tersebut, intensitas pemakaian energi untuk layanan angkutan barang tercatat menurun sebesar 15,82 persen. Penurunan ini menunjukkan efektivitas berbagai program penghematan yang diterapkan di sektor logistik.

Intensitas energi per pelanggan mengalami perbaikan dari 0,0263 menjadi 0,0205 gigajoule. Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menjelaskan bahwa perubahan ini mencerminkan hubungan langsung antara energi yang digunakan dengan skala layanan yang dihasilkan. Semakin rendah intensitas, semakin efisien penggunaan energi.

“Data intensitas memberi gambaran mengenai hubungan antara energi yang digunakan dengan skala layanan yang dihasilkan. Semakin rendah intensitasnya, semakin efisien energi yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan, mengelola layanan barang, dan mendukung aktivitas bisnis perusahaan,” ujar Anne Purba.

Optimalisasi Konsumsi Bahan Bakar dan Uji Coba Biosolar B40

Konsumsi bahan bakar biosolar mencapai 255.047,87 kiloliter untuk mendukung operasional harian perusahaan. Penggunaan bahan bakar solar mengalami peningkatan hingga 318,78 kiloliter pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan realisasi penggunaan solar tahun 2024 yang sebesar 211,28 kiloliter.

KAI juga telah melakukan uji coba bahan bakar Biosolar B40 pada beberapa lokomotif layanan kereta barang. Infrastruktur pengisian bahan bakar ramah lingkungan untuk program ini kini telah dibangun di lima lokasi berbeda. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mengurangi emisi karbon.

Manajemen Energi Seiring Pertumbuhan Pelanggan

Anne menegaskan bahwa peningkatan jumlah pelanggan harus selalu diimbangi dengan manajemen energi yang optimal. KAI Group tercatat telah melayani sebanyak 258.993.359 pelanggan selama periode semester pertama tahun 2026. Pertumbuhan ini menuntut pendekatan baru dalam pengelolaan sumber daya energi.

“Pertumbuhan pelanggan dan besarnya volume barang perlu diimbangi dengan pengelolaan sumber daya yang semakin baik. KAI mengarahkan efisiensi energi agar perjalanan tetap andal, kapasitas layanan terjaga, dan dampak lingkungan dapat dikelola secara bertahap,” ujar Anne.

Di sisi lain, dua kereta Nusantara Explorer juga menjalani uji statis dan dinamis sebagai bagian dari pengembangan armada. Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, memaparkan komitmen perusahaan ke depan dalam hal efisiensi energi.

Pihak internal menyelenggarakan pelatihan khusus guna meningkatkan pemahaman praktis pekerja mengenai penghematan konsumsi energi. Wisnu menambahkan bahwa efisiensi energi akan terus menjadi bagian dari evaluasi operasional KAI. Dengan skala pelayanan yang semakin besar, pengelolaan energi perlu dijalankan secara disiplin, berbasis data, dan terhubung dengan agenda keberlanjutan perusahaan.

“Efisiensi energi akan terus menjadi bagian dari evaluasi operasional KAI. Dengan skala pelayanan yang semakin besar, pengelolaan energi perlu dijalankan secara disiplin, berbasis data, dan terhubung dengan agenda keberlanjutan perusahaan,” kata Wisnu Pramudya.

Gabung diskusi