Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Komnas PA: Perundungan Anak Masih Tinggi, Peran Orang Tua Perlu Diperkuat

Emily Thomas - tajukpublik.com 2 mins read 5 views

Data terbaru dari UNICEF mengungkap bahwa sekitar 33 persen pelajar berusia 13 hingga 15 tahun telah merasakan pengalaman perundungan dalam kurun waktu satu

Komnas PA: Perundungan Anak Masih Tinggi, Peran Orang Tua Perlu Diperkuat

Statistik Perundungan Menunjukkan Perlunya Intervensi Lebih Kuat

Tajukpublik.com – Data terbaru dari UNICEF mengungkap bahwa sekitar 33 persen pelajar berusia 13 hingga 15 tahun telah merasakan pengalaman perundungan dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat angka yang tidak kalah mengkhawatirkan, yakni 48 persen anak Indonesia pernah menjadi korban bullying daring. Angka-angka ini menjadi pengingat penting bagi seluruh lapisan masyarakat.

Komnas PA Soroti Tren Kekerasan yang Belum Turun

Komisi Nasional Perlindungan Anak menyoroti fenomena ini tepat pada peringatan Hari Anak Nasional 2026. Syaiful Bahri, yang menjabat sebagai Ketua Komnas PA Surabaya, menyampaikan bahwa kasus kekerasan terhadap anak belum menunjukkan penurunan signifikan. Fenomena ini juga terjadi di wilayah Surabaya maupun Jawa Timur secara keseluruhan.

“Kekerasan yang dialami anak dari tahun ke tahun masih belum menurun. Peran aktif orang tua dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan,” kata Syaiful kepada RRI, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurutnya, penggunaan media sosial tanpa pendampingan yang memadai menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya kasus perundungan. Peran orang tua mulai tergantikan oleh teknologi dan penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan Pendidikan Berbasis Pengalaman Nyata

Sementara itu, Suko Widodo sebagai anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur mendorong pendekatan pendidikan yang lebih dekat dengan kehidupan nyata. Menurutnya, pembelajaran berbasis pengalaman dapat membentuk karakter anak yang lebih jujur dan empatik.

“Hadapkan anak pada fakta nyata agar mereka memahami kehidupan secara jujur. Pendidikan harus membangun kejujuran tanpa manipulasi,” ujar Suko.

Ia mencontohkan pembelajaran mengenai pertanian perlu memperlihatkan langsung tantangan yang dihadapi petani. Cara tersebut diyakini mampu menumbuhkan kepedulian sekaligus mengurangi perilaku merendahkan orang lain.

Kolaborasi untuk Lingkungan Aman bagi Anak

Syaiful mengajak orang tua dan guru memperkuat pengawasan terhadap aktivitas digital anak. Pendampingan intensif dinilai penting untuk mencegah munculnya perundungan, terutama di media sosial. Veronica Tan memastikan bahwa korban perundungan perlu didampingi secara memadai.

Momentum Hari Anak Nasional diharapkan menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Kolaborasi keluarga, sekolah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci menekan kasus perundungan. (Rahmania Ulfah)

Gabung diskusi