Presiden Prabowo Antisipasi Dampak Perang Berlarut-larut
Jakarta — Dalam sebuah pertemuan terbatas yang berlangsung selama tiga setengah jam di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya
Presiden Prabowo Siapkan Langkah Jangka Panjang Hadapi Perang Timur Tengah
Rapat Terbatas di Istana Merdeka Membahas Ketahanan Energi
Tajukpublik.com – Jakarta — Dalam sebuah pertemuan terbatas yang berlangsung selama tiga setengah jam di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesiapan Indonesia menghadapi potensi gangguan pasokan energi global. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan bahwa Presiden meminta seluruh pihak untuk mengantisipasi dampak jika konflik di kawasan Timur Tengah terus berlanjut. Situasi internasional yang tidak menentu ini menuntut kesiapan strategis dari berbagai sektor negara.
Menteri AHY menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas sekaligus memprediksi perkembangan situasi internasional. Fokus utama adalah memastikan ketahanan energi nasional apabila terjadi gangguan pada supply energi dunia akibat perang yang berkepanjangan. Berbagai skenario telah dibahas secara mendalam oleh para pejabat terkait.
“Intinya kita membahas dan sekaligus melakukan prediksi terhadap perkembangan situasi dunia. Termasuk mengantisipasi jika perang berlarut di Timur Tengah sehingga berpengaruh pada pasokan energi dunia,” kata Menteri AHY dalam keterangannya usai ratas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026 sore.
Inovasi Energi dan Diversifikasi BBM
Menurut penjelasan Menteri AHY, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus memiliki ketahanan energi yang kuat. Gangguan pada energi global akan langsung berdampak pada kondisi energi di dalam negeri. Sebagai langkah konkret, pemerintah berencana mengembangkan inovasi energi melalui bahan bakar minyak B50. Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.
“Berpengaruh pada pasokan energi dunia, berpengaruh pada harga minyak yang tentunya mengharuskan kita untuk memiliki ketahanan energi (energy security), termasuk. Termasuk di antaranya adalah diversifikasi dan adopsi B50,” ucapnya.
Dukungan Infrastruktur untuk Prioritas Nasional
Menteri AHY juga menyebutkan bahwa kementerian yang dipimpinnya akan mendukung kesiapan infrastruktur guna memperkuat ketahanan pangan dan energi. Upaya ini sejalan dengan program prioritas yang digagas Presiden Prabowo. Infrastruktur yang memadai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
“Tentunya kalau kami dari sisi infrastruktur, tentunya ingin mendukung agar apa yang menjadi prioritas negara dapat kita support dengan baik secara infrastruktur dan konektivitas. Kita berharap tidak terlalu berpengaruh pada fokus pembangunan kita di sektor pangan,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan 25 ribu Kopdes Merah Putih dapat beroperasi pada bulan September mendatang sebagai bagian dari penguatan infrastruktur desa. Program ini akan membantu mempercepat pembangunan di daerah terpencil dan meningkatkan aksesibilitas layanan publik.
Kebijakan Ekonomi dan Bantuan Sosial
Bidang ekonomi juga menjadi salah satu bahasan penting dalam rapat terbatas tersebut, termasuk pembahasan mengenai pemberian bantuan sosial atau bansos. Presiden Prabowo menginginkan agar pemerintah terus menghadirkan program-program yang pro-rakyat. Kebijakan-kebijakan ini dirancang untuk melindungi masyarakat dari guncangan ekonomi eksternal.
“Selebihnya tadi banyak hal yang didiskusikan, tetapi pada umumnya tentang ekonomi, bagaimana pemerintah bisa terus hadir melalui kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat. Kebijakan untuk membantu masyarakat kita yang membutuhkan, dan menyiapkan berbagai kebijakan yang lebih menyederhanakan lagi,” kata Menteri AHY.
