Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Kepala BGN Jelaskan Keterlibatan TNI dan Polri pada Program MBG

Elizabeth Jones - tajukpublik.com 2 mins read 7 views

Jakarta – Sudaryono, pimpinan Badan Gizi Nasional, memberikan penjelasan mengenai partisipasi Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik

Kepala BGN Jelaskan Keterlibatan TNI dan Polri pada Program MBG

Sudaryono Paparkan Peran TNI dan Polri dalam Program MBG

Tajukpublik.com – Jakarta – Sudaryono, pimpinan Badan Gizi Nasional, memberikan penjelasan mengenai partisipasi Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis. Ia menyampaikan bahwa kedua institusi tersebut akan menerapkan pendekatan serupa dengan yang diterapkan pada sektor pertanian.

Di Kantor BGN pada Rabu malam, 22 Juli 2026, Sudaryono menegaskan bahwa pengalaman sebelumnya menjadi dasar bagi keterlibatan tersebut. “Intinya itu sama seperti di pertanian yang saya alami dulu,” katanya. Ia menambahkan bahwa pada masa lalu, semua elemen masyarakat turut serta, termasuk kedua kekuatan bersenjata tersebut.

Pengalaman di Sektor Pertanian

Sudaryono, yang kini berusia 41 tahun, menyoroti masa jabatannya sebagai Wakil Menteri Pertanian. Pada periode tersebut, ia melibatkan TNI dan Polri dalam berbagai program yang sedang berjalan. Hasilnya, program pertanian berjalan lebih efektif berkat partisipasi semua pihak.

Salah satu contoh konkret adalah distribusi sekitar 70 ribu pompa air saat musim kemarau tiba. Karena tidak tersedia anggaran khusus untuk pendistribusian, kedua institusi tersebut ditugaskan untuk menangani pengiriman. “Kami menyalurkan 70 ribu pompa pada musim paceklik kemarau lewat TNI dan Polri,” jelas Sudaryono. “Kenapa, karena tidak ada anggarannya, jadi ongkos untuk membaginya tidak ada.”

Prinsip Utama Program MBG

Menurut Sudaryono, prinsip fundamental dalam menjalankan program pemerintah adalah memastikan kontribusi dari seluruh pihak agar target tercapai. Yang menjadi fokus utama adalah menjamin bahwa program MBG dapat menyediakan makanan yang aman dan bergizi untuk anak-anak.

“Intinya adalah semua pihak memahami bagaimana caranya program bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya. Ia menekankan bahwa sasaran program ini sudah jelas, yaitu memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, tumbuh dengan aman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pria yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha ini juga menegaskan bahwa program MBG harus tetap memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, serta peternak lokal. Namun, ia mengingatkan bahwa pangan yang digunakan harus memenuhi standar keamanan pangan untuk mencegah terjadinya kasus keracunan. “Hanya saja pangan yang digunakan harus berstandar pada keamanan pangan guna menghindari kasus keracunan,” pungkasnya.

Gabung diskusi