Pemkab Bantul Larang Warga Bakar Sampah Cegah Kebakaran di Musim Kemarau
Pemerintah Kabupaten Bantul telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh warganya agar tidak membakar sampah sembarangan selama periode musim kemarau. Upaya ini
Imbauan Pembakaran Sampah Dilarang Saat Musim Kemarau di Bantul
Tajukpublik.com – Pemerintah Kabupaten Bantul telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh warganya agar tidak membakar sampah sembarangan selama periode musim kemarau. Upaya ini bertujuan untuk meminimalisir risiko kebakaran yang semakin tinggi ketika cuaca panas melanda wilayah tersebut. Pernyataan resmi ini disampaikan oleh Mujahid Imron, yang menjabat sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, melalui program Kentongan Pro 3 RRI.
Mujahid menjelaskan bahwa potensi kebakaran meningkat signifikan seiring dengan lamanya cuaca kering. Ia menyoroti bahwa kawasan Imogiri serta Dlingo telah mencatatkan beberapa insiden kebakaran lahan dalam waktu dekat. “Wilayah Imogiri dan Dlingo sudah mengalami beberapa kejadian kebakaran lahan,” tegasnya pada Rabu, 22 Juli 2026.
Siapsiagaan dan Antisipasi Kebakaran
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kering ini diprediksi akan berlanjut hingga September 2026. Untuk mengantisipasi potensi bencana, BPBD Bantul telah mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran yang ditempatkan di tujuh pos sektor berbeda. Selain armada, sebanyak 110 personel juga disiagakan secara penuh selama 24 jam nonstop.
“Target respons kami sekitar 15 menit setelah laporan masyarakat diterima,” jelas Mujahid. Ia menambahkan bahwa seluruh armada pemadam telah menjalani perawatan rutin sejak awal tahun agar siap menghadapi berbagai kondisi medan saat bertugas.
Larangan Pembakaran Sisa Pertanian
Selain larangan membakar sampah rumah tangga, BPBD juga mengimbau warga untuk tidak membakar sisa-sisa hasil pertanian. “Kami melarang masyarakat melakukan pembakaran sisa pertanian karena mudah memicu kebakaran,” ucapnya. Angin kencang yang sering menyertai musim kemarau dapat mempercepat penyebaran api ke lahan-lahan sekitarnya. “Kalau sudah menyebar (kebakaran-red), akan sulit dipadamkan,” tambahnya.
Di sisi lain, BPBD Bantul juga aktif menangani dampak kekeringan yang melanda beberapa wilayah. Distribusi air bersih terus digenjot menuju daerah-daerah yang mengalami pengeringan sumber air. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika mata air di sekitar mereka mulai menyusut melalui hotline resmi yang telah disediakan oleh BPBD.
“Wilayah Imogiri dan Dlingo sudah mengalami beberapa kejadian kebakaran lahan,” ujar Mujahid Imron, Rabu, 22 Juli 2026.
“Target respons kami sekitar 15 menit setelah laporan masyarakat diterima,” kata Mujahid.
