KAI Layani 258 Juta Pelanggan Melalui Subsidi Pemerintah S1 2026
Jakarta mencatatkan pencapaian luar biasa dari PT Kereta Api Indonesia (KAI Group) yang berhasil melayani sebanyak 258.993.359 pelanggan sepanjang Semester I
KAI Group Capai 258,9 Juta Penumpang di Semester I 2026 Berkat Subsidi Pemerintah
Tajukpublik.com – Jakarta mencatatkan pencapaian luar biasa dari PT Kereta Api Indonesia (KAI Group) yang berhasil melayani sebanyak 258.993.359 pelanggan sepanjang Semester I tahun 2026. Angka ini menunjukkan lonjakan sebesar 7,55 persen jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dari total penumpang tersebut, mayoritas atau setara 90,79 persen memilih layanan bersubsidi pemerintah. Jumlahnya mencapai 235.137.908 orang yang memanfaatkan fasilitas kereta api Public Service Obligation (PSO) maupun kereta api perintis.
Peran PSO dan Kereta Api Perintis
Data resmi dirilis oleh Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, pada Rabu, 22 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa PSO berperan penting dalam menjaga keterjangkauan tarif perjalanan tertentu. Sementara itu, KA Perintis berfungsi membuka serta mempertahankan akses transportasi di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan dukungan negara.
“Kedua skema tersebut membantu masyarakat memperoleh pilihan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Anne.
Secara keseluruhan, realisasi layanan ini mengalami pertumbuhan 8,08 persen dibandingkan tahun lalu. Khusus untuk kereta jarak jauh PSO, jumlah penumpang mencapai 5.958.724 orang dengan kenaikan tahunan sebesar 4,88 persen.
“Dukungan Pemerintah memberi ruang agar kebutuhan perjalanan masyarakat dapat dilayani dengan tarif sesuai penugasan. Keterjangkauan menjadi bagian penting dalam menjaga mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Anne.
Komuter dan LRT Jabodebek Tumbuh Signifikan
Angkutan kereta komuter perkotaan juga mencatatkan pertumbuhan pelanggan yang cukup menggembirakan. KAI Commuter berhasil mengangkut 204.151.200 orang sepanjang tahun ini, naik 6,58 persen dari tahun sebelumnya.
Selain itu, layanan LRT Jabodebek menunjukkan peningkatan yang sangat pesat. Kereta layang tersebut sukses melayani 16.018.911 penumpang atau tumbuh sebesar 22,84 persen.
“Transportasi massal membantu masyarakat menjalani perjalanan harian secara lebih teratur. Dukungan dan kebijakan Pemerintah diperlukan agar pelayanan, kapasitas, integrasi, serta tarif dapat dikelola sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Anne.
Kinerja Kereta Api Bandara dan Perintis
Skema kereta api perintis juga menunjukkan kinerja operasional yang sangat positif. Secara keseluruhan, dua layanan kereta perintis tersebut mengangkut 2.378.507 orang pada Semester I 2026.
“Manfaat KA Perintis berkaitan langsung dengan tersedianya akses bagi masyarakat. Kehadirannya memberikan pilihan mobilitas sekaligus mendukung pengembangan transportasi publik dan aktivitas masyarakat di daerah,” ujar Anne.
Sementara itu, kereta api bandara juga memberikan alternatif perjalanan menuju dan dari bandara. Dukungan pada layanan tertentu membantu masyarakat memperoleh akses dengan tarif yang lebih terjangkau.
Kelola 12.856 Unit Sarana Kereta Api
Sebagai informasi, KAI mengelola sebanyak 12.856 unit sarana kereta api per Juni 2026. Angka ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyediakan infrastruktur transportasi yang memadai.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menyampaikan apresiasi atas seluruh dukungan pemerintah. Ia menekankan bahwa penyelenggaraan angkutan umum memerlukan kerja sama antara regulator, operator, hingga para pemangku kepentingan.
“Dukungan Pemerintah melalui PSO dan KA Perintis membantu menjaga kereta api tetap hadir sebagai pilihan transportasi yang terjangkau, aman, dan andal. KAI menyampaikan apresiasi atas kebijakan serta kolaborasi yang menjaga akses perjalanan masyarakat di berbagai wilayah,” kata Wisnu Pramudya.
