Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Mensos dan Menteri PKP Percepat Bedah Rumah Siswa Sekolah Rakyat

Karen Garcia - tajukpublik.com 2 mins read 9 views

Jakarta – Pertemuan antara Mensos Saifullah Yusuf dan Menteri PKP Maruarar Sirait di Kantor Kementerian PKP pada Senin malam, 20 Juli 2026, menghasilkan

Mensos dan Menteri PKP Percepat Bedah Rumah Siswa Sekolah Rakyat

Kedua Menteri Sepakat Percepat Renovasi Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

Tajukpublik.com – Jakarta – Pertemuan antara Mensos Saifullah Yusuf dan Menteri PKP Maruarar Sirait di Kantor Kementerian PKP pada Senin malam, 20 Juli 2026, menghasilkan kesepakatan penting. Keduanya sepakat untuk mempercepat program renovasi rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya sinergi antarkementerian dalam pengentasan kemiskinan.

Program bedah rumah ini merupakan tindak lanjut dari program prioritas yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan semata, namun juga mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan bagi keluarga siswa.

Target dan Kendala Program Renovasi

Pemerintah menargetkan perbaikan sebanyak 10 ribu rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat sepanjang tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 ribu rumah telah melalui proses verifikasi, dengan 911 rumah dinyatakan memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan.

Gus Ipul mengidentifikasi dua hambatan utama dalam pelaksanaan program ini. Pertama, masalah status kepemilikan tanah yang masih menjadi kendala dominan. Kedua, ketentuan yang mengharuskan hanya satu keluarga per desa menjadi penerima manfaat, padahal seharusnya ada beberapa penerima manfaat dalam satu desa.

“Pertama, yang dominan ini ya, terkait kepemilikan tanah. Yang kedua karena dia tercecer, hanya satu desa, satu orang, satu keluarga, satu penerima manfaat. Padahal dalam ketentuannya itu kan harus beberapa penerima manfaat di satu desa,” ucapnya.

Usulan Solusi dari Kemensos

Untuk mengatasi kendala kepemilikan tanah, Gus Ipul mengusulkan penggunaan surat keterangan dari RT, RW, atau kelurahan setempat sebagai bukti kepemilikan. Ia juga menyarankan penyesuaian terhadap syarat jumlah minimal penerima manfaat di setiap desa.

“Karena di Sekolah Rakyat itu kan penjangkauan, tidak ada tes akademik, adanya penjangkauan. Nah yang terjangkau itulah yang memang memenuhi syarat untuk bisa sekolah, dan mereka adalah desil paling bawah,” katanya.

Gus Ipul menambahkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga diintegrasikan dengan berbagai program pemberdayaan bagi keluarga siswa. Salah satunya melalui bantuan perbaikan rumah bagi orang tua peserta didik.

“Anaknya sekolah, orang tuanya diintervensi dengan berbagai program strategis Pak Presiden, pemberdayaan, Penerima Bantuan Iuran (PBI), salah satunya juga adalah renovasi rumah,” kata Gus Ipul.

Dukungan Menteri PKP

Menanggapi usulan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan dukungannya penuh terhadap percepatan program. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti usulan dari Kemensos agar renovasi rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan.

“Karena arahan Presiden itu Sekolah Rakyat adalah program unggulan, dan strategis dari Bapak Presiden Prabowo, dan saya pasti mendukung,” ucap Maruarar.

Maruarar menambahkan bahwa koordinasi antara Kementerian PKP dan Kemensos akan terus diperkuat. Tujuannya adalah agar program perbaikan rumah berjalan lebih cepat dan tepat sasaran bagi keluarga penerima manfaat Sekolah Rakyat.

Gabung diskusi