Key Strategy: Presiden Prabowo Ungkap Danantara Hasilkan Devisa USD10,5 Miliar dalam 1,5 Bulan
r Devisa dalam 1,5 Bulan Key Strategy - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu, yang dikenal sebagai Key Strategy, telah
Key Strategy: Prabowo Sebut DSI Hasilkan USD10,5 Miliar Devisa dalam 1,5 Bulan
Key Strategy – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu, yang dikenal sebagai Key Strategy, telah memberikan hasil signifikan dalam waktu singkat. Dalam sidang kabinet di Istana Negara, Senin, 20 Juli 2026, ia mengungkapkan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) berhasil mengumpulkan devisa sebesar lebih dari USD10,5 miliar hanya dalam 1,5 bulan sejak pelaksanaannya. Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan Key Strategy dalam mendorong transparansi dan efisiensi sektor ekspor.
“Dalam 1,5 bulan, PT DSI sudah mampu mengelola devisa sekitar USD10,5 miliar. Ini membuktikan bahwa Key Strategy menjadi pendorong utama dalam memperkuat pendapatan negara,” jelas Presiden Prabowo.
Penerapan Key Strategy oleh pemerintah sejak 1 Juni 2026 bertujuan mengendalikan praktik korupsi dalam ekspor komoditas strategis seperti batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan mineral kritis. Kebijakan ini menyatukan proses ekspor di bawah satu institusi, mengurangi selisih harga antara pasar lokal dan internasional. Sebelumnya, harga jual komoditas Indonesia sering kali lebih rendah hingga 30-45 persen dibanding harga pasar global, menurut data yang disampaikan dalam rapat tersebut.
Implementasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu
Pemerintah menjamin bahwa pengelolaan PT DSI akan transparan dan akuntabel. Masa transisi kebijakan berlangsung hingga 1 September 2026, selama periode ini, eksportir tetap dapat beroperasi tetapi wajib melaporkan seluruh transaksi melalui sistem DSI. Presiden Prabowo menekankan bahwa kebijakan ini akan dilaksanakan secara tegas, dengan pengawasan ketat untuk menghindari praktik yang merugikan keuangan negara. Dengan Key Strategy, diharapkan tercipta sistem ekspor yang lebih efisien dan mengurangi birokrasi.
“Saya yakin Key Strategy akan menjadi jalan terbaik untuk memastikan semua transaksi ekspor terpantau dengan baik. Ini juga membantu meningkatkan kepercayaan investor dan mitra internasional,” tambah Presiden.
Keberhasilan DSI dalam menghasilkan devisa USD10,5 miliar dalam tempo singkat menunjukkan bahwa Key Strategy dapat mengoptimalkan potensi ekspor nasional. Pemerintah berharap kebijakan ini tidak hanya memperbaiki akuntabilitas, tetapi juga meningkatkan nilai tambah bagi sektor pertanian, pertambangan, dan perkebunan. Selain itu, Key Strategy juga diharapkan mengurangi risiko perebutan harga di pasar global.
Apresiasi dari S&P Global Ratings
Presiden Prabowo menyebutkan bahwa Key Strategy mendapat apresiasi dari lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings. Menurutnya, S&P menilai kebijakan ini mampu memperkuat pendapatan negara sekaligus mengendalikan defisit fiskal. “Penerapan Key Strategy mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengelola sumber daya ekonomi secara profesional,” kata Presiden.
Dengan sistem satu pintu, S&P menganggap bahwa transparansi dan efisiensi di sektor ekspor meningkat, sehingga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang terpercaya. Presiden juga menjelaskan bahwa Key Strategy menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menguntungkan sektor ekspor, tetapi juga mendorong kolaborasi antar lembaga negara.
“Key Strategy adalah salah satu strategi utama pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kebijakan yang berdampak sosial,” tutur Presiden Prabowo.
Strategi Lain dalam Penguatan Devisa
Di samping Key Strategy, pemerintah juga mendorong pengembangan sektor manufaktur dan energi terbarukan untuk meningkatkan pendapatan negara. Presiden menegaskan bahwa DSI akan terus dikembangkan sebagai pusat pengelolaan devisa, dengan fokus pada komoditas yang paling berpotensi. “Kami juga berencana mengevaluasi kebijakan ini secara berkala agar tetap relevan dan mampu menghadapi tantangan pasar global,” ujarnya.
Dengan Key Strategy, pemerintah optimis dapat meningkatkan volume ekspor dalam waktu dekat. Presiden Prabowo berharap pencapaian DSI menjadi contoh bagi sektor-sektor lain yang ingin meningkatkan pendapatan melalui sistem yang lebih terpadu. Selain itu, kebijakan ini diharapkan membantu mengurangi ketergantungan pada impor, sehingga meningkatkan kemandirian ekonomi Indonesia.
