What Happened During: Menteri PU Siapkan Saluran Air di Hulu Sungai Nokilalaki Sigi Sulteng
gai Nokilalaki Sigi Sulteng What Happened During: Setelah gempa bumi mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pemerintah pusat dan daerah terus berupaya
Menteri PU Siapkan Saluran Air di Hulu Sungai Nokilalaki Sigi Sulteng
What Happened During: Setelah gempa bumi mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pemerintah pusat dan daerah terus berupaya untuk meminimalisir risiko bencana lanjutan. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa kementerian telah merencanakan pembuatan saluran air di daerah rawan genangan di hulu Sungai Nokilalaki. Langkah ini dilakukan setelah inspeksi lapangan yang menunjukkan potensi bahaya akibat kubangan air yang terbentuk akibat gempa, terutama jika hujan deras terjadi.
Kebutuhan Antisipasi dan Evaluasi
Menteri PU menekankan pentingnya tindakan cepat dalam mengatasi ancaman banjir dan longsor. Dody menyampaikan bahwa tim kementerian menggunakan drone untuk mengumpulkan data langsung mengenai kondisi daerah terdampak. Hasil evaluasi menunjukkan adanya kubangan yang berpotensi menyebabkan kekacauan jika tidak dikelola dengan baik. “What Happened During gempa menunjukkan bahwa kita harus bersiap menghadapi risiko yang bisa terjadi di wilayah ini,” jelasnya.
“Kami sudah melihat secara langsung dan memutuskan untuk segera membuat saluran air sebagai langkah mitigasi. Ini penting untuk menjaga kestabilan wilayah dan memastikan warga tidak merasa cemas saat musim hujan tiba,” kata Dody.
Perbaikan Infrastruktur sebagai Fokus Utama
Di samping saluran air, perbaikan infrastruktur jembatan dan jalan rusak menjadi prioritas utama dalam pemulihan. Dody menyoroti bahwa jembatan dan jalan yang mengalami kerusakan berpotensi mengganggu mobilitas warga. Ia mencontohkan pengalaman saat berada di jembatan yang terasa goyang ketika motor melintas. “What Happened During kejadian ini menunjukkan bahwa kita harus mempercepat perbaikan struktur vital agar tidak menghambat aktivitas masyarakat,” ujarnya.
“Jalan yang retak dan jembatan yang tidak stabil bisa memicu kecelakaan. Oleh karena itu, tim teknis diminta mengecek keandalan secara menyeluruh, termasuk jalur transportasi utama di Nokilalaki,” tutur Dody.
Detil Kerusakan dan Dampak
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, gempa telah merusak 2.335 unit rumah. Dari jumlah tersebut, 1.955 rumah mengalami kerusakan ringan, 226 kerusakan sedang, dan 154 kerusakan berat. Kecelakaan juga terjadi, dengan 17 orang luka berat, 108 luka ringan, serta tiga korban meninggal. “What Happened During kejadian ini menunjukkan kebutuhan kita untuk membangun sistem antisipasi yang lebih kuat,” kata Dody.
“Saya sudah instruksikan tim balai PU memastikan bahwa setiap elemen infrastruktur tidak hanya diperbaiki, tetapi juga diubah menjadi lebih tahan bencana. Ini akan menjadi bentuk perlindungan bagi masyarakat di masa depan,” imbuhnya.
Upaya Bersama dan Target Pemulihan
Pemerintah pusat bekerja sama dengan daerah terus menggalakkan penanganan darurat. Dody mengatakan bahwa upaya ini tidak hanya memperbaiki kerusakan saat ini, tetapi juga memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana. “What Happened During gempa menjadi pembelajaran penting bahwa kita harus berinvestasi dalam pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan,” ujarnya.
“Tidak ada yang bisa memprediksi kejadian seperti gempa, tetapi kita bisa bersiap dengan solusi yang tepat. Saluran air dan perbaikan infrastruktur menjadi bagian dari upaya tersebut,” terang Dody.
Dody juga menekankan bahwa proyek ini akan dilakukan dalam waktu dekat, dengan koordinasi ketat antara tim teknis dan pemerintah setempat. Ia berharap, langkah-langkah ini dapat meminimalisir dampak serupa di masa depan. “What Happened During di Kabupaten Sigi harus menjadi acuan untuk wilayah lain yang memiliki risiko serupa,” pungkasnya.
