Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Hiburan

Topics Covered: Pemeran “Juminten Edan” Jalani Workshop Bahasa Isyarat hingga Fighting

Daniel Jackson - tajukpublik.com 2 mins read 11 views

dan' Ikuti Workshop Bahasa Isyarat dan Fighting Topics Covered - Dalam workshop ini, Topics Covered meliputi bahasa isyarat dan teknik pertarungan yang

Topics Covered: Pemeran “Juminten Edan” Jalani Workshop Bahasa Isyarat hingga Fighting

Topics Covered: Pemeran ‘Juminten Edan’ Ikuti Workshop Bahasa Isyarat dan Fighting

Topics Covered – Dalam workshop ini, Topics Covered meliputi bahasa isyarat dan teknik pertarungan yang menjadi bagian penting dari film ‘Juminten Edan’. Sebelum memulai proses syuting, para pemain mengikuti pelatihan intensif selama dua minggu untuk mempersiapkan adegan-adegan kritis dalam karya film yang digarap oleh Sinemaku Pictures. Meisya Amira, yang berperan sebagai Juminten, mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam pelatihan ini tidak hanya memperkaya karakternya, tetapi juga meningkatkan kemampuan teknis dalam menampilkan emosi melalui gerakan tangan dan ekspresi wajah.

Komponen Utama Workshop: Bahasa Isyarat dan Teknik Pertarungan

Menurutku, peran ini sangat menantang karena belum pernah belajar bahasa isyarat sebelumnya. Proses latihan membantu menjadikan syuting berjalan lancar,” ujarnya saat menghadiri konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Meisya menjelaskan bahwa seluruh pemain melatih bahasa isyarat bersama pelatih tuna rungu selama dua minggu. Ia juga terbiasa mempelajari tanda-tanda sebelum menjalani setiap adegan. Di samping itu, Dimas Aditya, anggota Sinemaku Pictures, menyatakan lokasi syuting berkontribusi besar dalam menciptakan suasana kisah yang lebih autentik.

“Semua lokasinya memang real dan sulit dijangkau. Set-set yang dipilih sangat membantu kami mendapatkan feel sebagai warga kampung,” kata Dimas.

Meisya juga mengikuti workshop adegan laga selama lima hari untuk mempersiapkan beberapa adegan fisik dalam film. “Awalnya kaku banget karena gak punya basic fighting. Tapi karena terus latihan, akhirnya semua bisa tereksekusi dengan baik,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa seluruh proses latihan selama ini didampingi oleh tim produksi, sehingga setiap adegan dapat dijalankan secara aman dan maksimal.

Workshop bahasa isyarat tidak hanya fokus pada teknik komunikasi visual, tetapi juga memperdalam pemahaman karakter melalui sudut pandang para penyandang disabilitas. Pemain lain seperti Rizky Dwi dan Putri Surya juga mengalami proses serupa, dengan pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk memastikan akting mereka mencerminkan keaslian dalam menggambarkan kisah yang mengangkat isu keberagaman. Peserta workshop diberikan latihan intensif untuk menguasai gerakan tangan, ekspresi wajah, dan koordinasi tubuh yang diperlukan untuk menghidupkan dunia fiksi film.

Di sisi lain, pelatihan teknik fighting memberikan tantangan berbeda. Pemain harus mengakrabkan diri dengan gerakan fisik yang terlihat alami, sambil tetap menjaga konsistensi dengan narasi film. Dimas Aditya menekankan bahwa latihan ini dilakukan di bawah pengawasan ahli pertarungan dan seniman tari, agar setiap adegan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memperkuat kisah yang ingin disampaikan. “Topics Covered juga mencakup bagaimana menjaga keseimbangan antara adegan laga yang dinamis dan alur cerita yang emosional,” tambahnya.

Dengan semangat kolaborasi, tim produksi memastikan bahwa semua aspek Topics Covered dalam film ini diintegrasikan secara harmonis. Tidak hanya para pemain yang terlibat, tetapi juga penulis skrip dan sutradara berusaha memperhatikan detail kecil, seperti penggunaan bahasa isyarat dalam dialog atau konteks adegan pertarungan yang mencerminkan realitas kehidupan kampung. Workshop ini dianggap sebagai langkah penting dalam menghadirkan kualitas visual dan emosional yang tinggi, serta meningkatkan kredibilitas kisah yang diangkat.

Gabung diskusi