Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Topics Covered: Transformasi Digital, Menkomdigi: Harus Perkuat Bahasa Lokal dan Pengetahuan Adat

Karen Williams - tajukpublik.com 3 mins read 9 views

Transformasi Digital, Menkomdigi: Perkuat Bahasa Lokal dan Pengetahuan Adat Topics Covered - Dalam pertemuan yang berlangsung di WSIS Forum 2026 Ministerial

Topics Covered: Transformasi Digital, Menkomdigi: Harus Perkuat Bahasa Lokal dan Pengetahuan Adat

Transformasi Digital, Menkomdigi: Perkuat Bahasa Lokal dan Pengetahuan Adat

Topics Covered – Dalam pertemuan yang berlangsung di WSIS Forum 2026 Ministerial Roundtable di Swiss, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Meutya Hafid menekankan bahwa transformasi digital harus menjadi wadah untuk mengintegrasikan inovasi teknologi dengan kekayaan budaya lokal. Topics Covered menyebutkan bahwa teknologi digital tidak hanya berperan dalam efisiensi layanan publik, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah dan pengetahuan adat sebagai bagian dari identitas nasional. Pernyataan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun masyarakat digital yang inklusif dan berakar pada budaya lokal.

“Transformasi digital tidak bisa hanya mengandalkan teknologi global. Kami perlu memastikan bahasa lokal dan pengetahuan adat tetap hidup dalam era digital ini,” jelas Meutya dalam keterangan resminya, dikutip pada Senin, 13 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa digitalisasi harus mencakup elemen kebudayaan, seperti penggunaan bahasa Indonesia dalam sistem operasi, aplikasi, dan platform digital yang dikembangkan oleh Indonesia.

Strategi Penguatan Budaya Lokal dalam Transformasi Digital

Dalam Topics Covered ini, Menkomdigi juga mengungkapkan bahwa kebijakan transformasi digital harus selaras dengan pembangunan nasional. Langkah-langkah yang diambil, seperti pengembangan infrastruktur digital, mencakup pendekatan khusus untuk menjaga keberlanjutan bahasa daerah dan pengetahuan adat. Menkomdigi menyatakan bahwa penguatan budaya lokal dalam sistem digital bukan hanya semata-mata simbolis, tetapi penting untuk mencegah homogenisasi budaya akibat dominasi platform global. Contohnya, penggunaan bahasa Indonesia dalam layanan digital bisa meningkatkan aksesibilitas bagi masyarakat pedesaan yang masih lebih dominan menggunakan bahasa lokal.

Dalam konteks ini, Menkomdigi menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa transformasi digital yang sukses adalah yang mampu menjembatani antara teknologi mutakhir dengan kearifan lokal. Hal ini termasuk dalam Topics Covered yang dianggap sebagai bagian dari upaya menyelaraskan kebutuhan modern dengan tradisi sekaligus memperkuat keberagaman budaya Indonesia di tingkat global.

Upaya Pemerintah dalam Membangun Ekosistem Digital yang Berkeadilan

Dalam upaya memperkuat transformasi digital, pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan infrastruktur seperti Satelit SATRIA-1, jaringan Palapa Ring, dan layanan 5G. Topics Covered menyebutkan bahwa keberhasilan digitalisasi juga bergantung pada kemampuan masyarakat dalam mengakses dan memahami teknologi. Oleh karena itu, program pemerintah mencakup pelatihan SDM, pemberdayaan komunitas lokal, dan penerapan pendidikan digital yang berbasis pengetahuan adat.

Meutya Hafid menambahkan bahwa transformasi digital harus mencakup perubahan mindset masyarakat. Ia menekankan bahwa teknologi harus disesuaikan dengan konteks budaya dan kebutuhan lokal. Contoh nyata adalah penggunaan teknologi dalam pemetaan kebudayaan, seperti pembuatan digital archive untuk menyimpan kisah rakyat, tradisi, dan bahasa daerah. Topics Covered ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang kebijakan yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan konten digital yang relevan dengan identitas nasional.

Selain itu, pemerintah menyiapkan berbagai inisiatif untuk memastikan transformasi digital tidak mengabaikan aspek budaya. Misalnya, program peningkatan literasi digital dilengkapi dengan materi yang membahas nilai-nilai adat dan peran bahasa lokal dalam komunikasi modern. Topics Covered juga menyebutkan bahwa kebijakan ini bertujuan mengurangi kesenjangan akses digital antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta memastikan bahwa teknologi menjadi alat untuk memperkuat kebudayaan, bukan menggantinya.

Menkomdigi menekankan bahwa transformasi digital harus mencakup kolaborasi lintas sektor. Ia menyatakan bahwa keberhasilan program digitalisasi akan terlihat dari kemampuan masyarakat untuk menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengambilan keputusan berbasis pengetahuan adat. Topics Covered dalam laporan ini menggarisbawahi bahwa pengetahuan adat tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk pengembangan inovasi digital yang bernuansa lokal.

Dalam Topics Covered, Meutya juga menyebutkan pentingnya kebijakan yang mengintegrasikan teknologi digital dengan nilai-nilai keagamaan, sosial, dan lingkungan. Ia menegaskan bahwa sistem digital harus dirancang untuk mendukung kehidupan sosial yang berkelanjutan, termasuk dalam upaya pelestarian lingkungan melalui partisipasi komunitas adat dalam pengelolaan sumber daya alam. Hal ini mencerminkan visi Indonesia sebagai negara yang mampu menggabungkan progres teknologi dengan warisan budaya.

Sebagai penutup, Topics Covered ini menegaskan bahwa digitalisasi bukanlah ancaman bagi kebudayaan, tetapi peluang untuk melestarikannya. Dengan mengintegrasikan bahasa lokal dan pengetahuan adat ke dalam sistem digital, Indonesia bisa menjadi contoh bagus bagaimana teknologi bisa menjadi penggerak untuk kesejahteraan bersama dan keberlanjutan budaya. Menkomdigi berharap kebijakan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan digital, sekaligus menjaga kekayaan budaya Indonesia di tengah perubahan global.

Gabung diskusi