Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Latest Program: Dekopin Tepis Anggapan Koperasi Kuno

Mark Jones - tajukpublik.com 4 mins read 6 views

Dekopin Tepis Anggapan Koperasi Kuno Latest Program - Program terbaru yang diumumkan oleh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dalam acara perayaan Hari

Latest Program: Dekopin Tepis Anggapan Koperasi Kuno

Dekopin Tepis Anggapan Koperasi Kuno

Latest Program – Program terbaru yang diumumkan oleh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dalam acara perayaan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Minggu, 12 Juli 2026, menunjukkan komitmen untuk memperkuat peran koperasi dalam perekonomian modern. Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi, secara tegas menolak stigma bahwa koperasi hanya merupakan sistem ekonomi kuno. Dalam program terbaru ini, ia memaparkan bagaimana koperasi tetap relevan dan mampu memberikan solusi bagi tantangan ekonomi saat ini. “Koperasi bukan sekadar tradisi, melainkan wahana inovasi yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan teknologi,” jelas Bambang, menegaskan bahwa koperasi bisa menjadi bagian dari pembangunan ekonomi nasional.

“Koperasi berperan penting dalam membangun perekonomian Indonesia. Banyak institusi besar di dunia, seperti klub sepak bola dan bank, justru didirikan berdasarkan prinsip koperasi. Contohnya, Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen memiliki struktur koperasi yang mendukung kemandirian anggotanya,” kata Bambang. Ia juga mengungkapkan bahwa Rabobank, salah satu bank terbesar di Belanda, merupakan contoh nyata koperasi yang sukses. Dengan program terbaru, Dekopin berharap bisa membantu koperasi lokal menjadi lebih kompetitif dan relevan di era digital.

Program Terbaru dan Peran Koperasi di Era Modern

Dalam program terbaru, Dekopin merancang berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi. Salah satu fokus utamanya adalah penerapan teknologi informasi dan digitalisasi dalam operasional koperasi, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan dan produk yang ditawarkan. “Dengan adanya program ini, kita bisa menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya bisa bertahan, tapi juga berkembang dan mengikuti perkembangan zaman,” ungkap Bambang. Ia menekankan bahwa koperasi memiliki potensi besar untuk memperkuat keberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang terpinggirkan.

“Penerapan program terbaru ini tidak hanya sekadar pameran, melainkan komitmen untuk mendorong transformasi koperasi. Koperasi harus menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam mengelola keuangan dan usaha mereka,” tambah Bambang. Ia menyoroti bahwa dengan model koperasi yang modern, para anggota bisa mendapatkan keuntungan lebih besar, seperti akses modal yang lebih mudah dan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien. Program ini juga diharapkan bisa menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan pada sistem ekonomi global.

Warisan Keluarga dan Dukungan Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto dikenal memiliki perhatian besar terhadap koperasi, yang juga menjadi warisan keluarga dari generasi ke generasi. Bambang Haryadi mengungkapkan bahwa kakek dan ayah Prabowo, Raden Mas Margono Djojohadikusumo serta Prof Soemitro Djojohadikoesoemo, adalah tokoh sentral dalam pengembangan koperasi di Indonesia. “Koperasi adalah bagian dari identitas Presiden dan keluarganya, sehingga ia terus mendorong percepatan keberlanjutan koperasi,” tutur Bambang. Dukungan ini terwujud dalam bentuk kebijakan dan program yang diusulkan oleh pemerintahan Prabowo, termasuk peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai upaya memperkuat basis ekonomi masyarakat pedesaan.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bentuk pengembangan program terbaru yang bertujuan untuk menyelaraskan koperasi dengan kebutuhan masyarakat. Ini adalah langkah nyata untuk menunjukkan bahwa koperasi bisa menjadi solusi bagi masalah ekonomi lokal,” kata Bambang. Ia menambahkan bahwa program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi, termasuk di bidang pendidikan, pengawasan, dan pelayanan anggota. Dengan dukungan Presiden Prabowo, Dekopin yakin bahwa koperasi akan terus menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia.

Program terbaru Dekopin tidak hanya fokus pada transformasi internal koperasi, tetapi juga menekankan kolaborasi dengan sektor swasta dan lembaga-lembaga keuangan. Bambang menegaskan bahwa koperasi tidak bisa berkembang secara mandiri tanpa dukungan eksternal. “Koperasi harus menjadi mitra strategis dalam berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” imbuhnya. Dalam konteks ini, Dekopin memperkenalkan inisiatif pengembangan program kemitraan yang melibatkan perusahaan-perusahaan besar, sehingga bisa memperluas cakupan manfaat koperasi bagi masyarakat luas.

“Dengan program terbaru ini, kita ingin menunjukkan bahwa koperasi adalah pilihan yang cerdas untuk berinvestasi dan berkembang. Banyak perusahaan besar di dunia telah membuktikan bahwa sistem koperasi bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal,” ujar Bambang. Ia mencontohkan bahwa bank-bank koperasi seperti Rabobank di Belanda, atau koperasi-koperasi di negara-negara lain, berhasil menciptakan model bisnis yang berkelanjutan. Dengan adopsi program ini, koperasi di Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan, terutama dalam sektor UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Program terbaru Dekopin juga menyasar generasi muda sebagai calon pengelola koperasi masa depan. Bambang menekankan pentingnya pendidikan koperasi yang lebih baik, baik melalui pelatihan maupun pengembangan kurikulum pendidikan formal. “Koperasi harus menjadi bagian dari kesadaran masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki inovasi dan kreativitas tinggi,” tutur Bambang. Dengan pendekatan ini, Dekopin berharap bisa menciptakan kekuatan ekonomi yang lebih inklusif, di mana semua kalangan masyarakat memiliki akses yang sama untuk berpartisipasi dalam perekonomian.

Gabung diskusi