Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Iptek

Historic Moment: EMGS Siapkan Layanan Penjemputan 24 Jam bagi Mahasiswa Internasional di Malaysia

Patricia Jackson - tajukpublik.com 3 mins read 8 views

EMGS Toreh Momen Sejarah dengan Layanan Penjemputan 24 Jam untuk Mahasiswa Internasional di Malaysia Historic Moment - Dalam sebuah pengumuman yang dianggap

Historic Moment: EMGS Siapkan Layanan Penjemputan 24 Jam bagi Mahasiswa Internasional di Malaysia

EMGS Toreh Momen Sejarah dengan Layanan Penjemputan 24 Jam untuk Mahasiswa Internasional di Malaysia

Historic Moment – Dalam sebuah pengumuman yang dianggap sebagai momen sejarah, Novie Tajuddin, CEO Education Malaysia Global Services (EMGS), mengatakan bahwa lembaga tersebut telah meluncurkan layanan transportasi 24 jam bagi mahasiswa internasional yang mendarat di bandara Malaysia. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan para pelajar dari berbagai negara dapat memulai studi di Malaysia dengan rasa aman dan nyaman, serta mengurangi hambatan awal dalam proses adaptasi. EMGS, yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, berperan sebagai pusat pengelolaan visa dan promotor lembaga pendidikan tinggi negeri serta swasta di negara ini. Momen sejarah ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan layanan kepada luar negera, terutama dalam memberikan dukungan yang lebih komprehensif.

Program Khusus untuk Mahasiswa Indonesia dan Calon Pelajar Asing

Sebagai bagian dari upaya menciptakan momen sejarah ini, EMGS juga meluncurkan acara besar bertajuk “Mega Ayo Kuliah Malaysia” di Jakarta bulan Juli 2026. Acara tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan dengan calon mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia. Novie menjelaskan, layanan yang diberikan mencakup pemberian makanan, minuman, serta paket penyambutan. Ini bukan hanya tindakan yang mendukung, tetapi juga wujud komitmen dalam membangun iklim pendidikan yang inklusif.

“Ya, sebelum layanan imigrasi, artinya apabila pelajar Indonesia sampai, mereka akan diberi informasi kepada EMGS dan universitas. Kami menunggu, meskipun sampai pukul 3 pagi, karena operasional kami berlangsung 24 jam sehari,” ujarnya saat berdialog dengan Pro 3 RRI di Jakarta, Sabtu, 11 Juli 2026.

Layanan penjemputan 24 jam ini menjadi salah satu momen sejarah dalam kebijakan pendidikan Malaysia, yang sebelumnya menghadapi tantangan dalam menarik pelajar asing. Dengan adanya sistem yang terintegrasi dan responsif, EMGS berharap bisa meningkatkan kepercayaan para calon mahasiswa, termasuk dari Indonesia, terhadap kemudahan akses ke Malaysia. Program ini juga memperkuat koordinasi antara pihak berwenang dan universitas, sehingga proses penerimaan mahasiswa internasional menjadi lebih efisien dan terjangkau.

Penyempurnaan Kurikulum dan Kualitas Pendidikan Tinggi Malaysia

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, Aminuddin Hassim, menyoroti bahwa Indonesia menjadi negara dengan jumlah mahasiswa internasional terbesar di Malaysia. Berdasarkan data hingga Maret 2026, tercatat 13.337 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi Malaysia. Amin menjelaskan, faktor utama peningkatan minat mahasiswa Indonesia adalah kesamaan budaya dan kemudahan akses ke Malaysia.

“Alhamdulillah, Malaysia menjadi tuan rumah bagi sekitar 13.337 pelajar Indonesia yang menempuh studi di institusi pendidikan tinggi,” kata Datuk Amin, sapaan akrabnya.

Menurut Amin, kualitas pendidikan di Malaysia terus ditingkatkan melalui Malaysian Qualifications Agency (MQA). Ia menambahkan, kurikulum perguruan tinggi dirancang sesuai kebutuhan industri, sehingga lulusan memiliki kesiapan memasuki dunia kerja. Dengan adanya layanan penjemputan 24 jam, upaya ini semakin didukung dalam memastikan mahasiswa internasional mendapatkan pengalaman akademik dan hidup yang optimal. Momen sejarah ini menunjukkan komitmen Malaysia untuk menjadikan dirinya sebagai destinasi pendidikan yang lebih atraktif di tingkat global.

Dukungan dari pihak Kabinet Malaysia sejak 13 tahun lalu juga menjadi dasar bagi layanan yang dijalankan EMGS. Novie menekankan bahwa jumlah petugas imigrasi yang berpartisipasi mencapai 40 orang, yang bekerja sama untuk memproses visa secara cepat dan akurat. Ini merupakan bentuk kerja sama yang historis, karena pihak berwenang mengakui pentingnya layanan ini dalam membangun hubungan bilateral dengan negara-negara lain. Momen sejarah ini juga mencerminkan kepedulian Malaysia terhadap keberhasilan pendidikan internasional.

Dalam konteks momen sejarah ini, EMGS berharap dapat meningkatkan jumlah mahasiswa internasional yang berasal dari Indonesia hingga 15.000 dalam setahun ke depan. Dengan layanan penjemputan 24 jam, seluruh proses mulai dari kedatangan hingga pendaftaran dapat dilakukan secara lebih mudah. Ini merupakan langkah strategis untuk menjaga konsistensi pengalaman mahasiswa, terutama selama pandemi dan situasi krisis global yang masih berlangsung. Momen sejarah ini juga menjadi langkah pendorong dalam menguatkan ikatan antara Malaysia dan komunitas pelajar internasional.

Gabung diskusi