Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Meeting Results: Indonesia dan Armenia Perkuat Kemitraan Industri di INNOPROM 2026

Sandra Smith - tajukpublik.com 3 mins read 10 views

Meeting Results: Kemitraan Industri Indonesia dan Armenia di INNOPROM 2026 Meeting Results - Pertemuan Penting di INNOPROM 2026 Meeting Results dari pertemuan

Meeting Results: Indonesia dan Armenia Perkuat Kemitraan Industri di INNOPROM 2026

Meeting Results: Kemitraan Industri Indonesia dan Armenia di INNOPROM 2026

Meeting Results –

Pertemuan Penting di INNOPROM 2026

Meeting Results dari pertemuan bilateral Indonesia-Armenia di acara INNOPROM 2026, yang berlangsung di Ekaterinburg, Rusia, menandai langkah signifikan dalam memperkuat hubungan industri antara dua negara. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka memperdalam kerja sama ekonomi serta mengidentifikasi peluang kolaborasi di sektor manufaktur, teknologi, dan perdagangan. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menggarisbawahi bahwa tahun 2026 memiliki makna khusus karena menandai 34 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Armenia sejak 22 September 1992. Tidak hanya sekadar pertemuan formal, agenda ini juga mencakup diskusi tentang strategi pengembangan ekonomi bilateral dan peningkatan daya saing industri kedua negara.

“Meeting Results pada INNOPROM 2026 menunjukkan komitmen kuat Indonesia dan Armenia untuk mengembangkan kerja sama industri yang saling menguntungkan. Dengan memperingati 34 tahun hubungan diplomatik, kita dapat melihat pertumbuhan kemitraan ini selama lebih dari tiga dekade,” ujar Menperin dalam pernyataan resmi yang dilansir RRI, Kamis, 9 Juli 2026. Ia menambahkan, perspektif kemitraan dengan Armenia terus terbuka lebar, terutama melalui akses ke kawasan CIS dan integrasi dengan EAEU yang memperkuat potensi pasar ekspor Indonesia di kawasan tersebut.

Pertumbuhan Perdagangan dan Potensi Industri

Meeting Results ini juga mengungkapkan bahwa volume perdagangan antara Indonesia dan Armenia terus meningkat. Pada 2025, total ekspor dan impor mencapai 26,7 juta dolar AS, dengan Indonesia mencatatkan nilai ekspor ke Armenia sebesar 26,2 juta dolar AS. Menperin menekankan bahwa perkembangan ini menunjukkan peningkatan daya tarik industri Indonesia di pasar Armenia, terutama di sektor manufaktur dan pertanian. Dukungan dari pemerintah dan pengusaha kedua negara menjadi kunci dalam mendorong ekspansi bisnis, termasuk pengembangan kerja sama di bidang energi terbarukan dan teknologi informasi.

“Kemitraan industri antara Indonesia dan Armenia tidak hanya menjadi hasil dari pertemuan ini, tetapi juga wujud komitmen untuk memperkuat ekonomi bilateral. Dengan konsistensi dari pihak berwenang dan sektor swasta, kita optimis akan ada kemajuan nyata dalam beberapa tahun ke depan,” tambah Menperin dalam wawancara eksklusif dengan RRI. Ia menyoroti bahwa akses ke pasar Eurasia melalui EAEU menjadi peluang besar untuk mengeksplorasi sektor-sektor baru yang relevan dengan kebutuhan perekonomian Armenia.

Perjanjian Bebas Dagang dan Langkah Strategis

Salah satu hasil utama Meeting Results adalah penandatanganan Perjanjian Bebas Dagang (FTA) Indonesia-Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA) pada 21 Desember 2025. Perjanjian ini diharapkan memberikan preferensi tarif sebesar 85 persen dan akses ke pasar dengan populasi sekitar 180 juta orang. Kemenperin juga telah menyampaikan rancangan Memorandum of Understanding (MoU) industri ke pihak Armenia melalui jalur diplomatik, sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat kolaborasi dalam sektor-sektor strategis. MoU ini diharapkan menjadi dasar bagi penguatan kerja sama antarperusahaan, khususnya dalam hal pertukaran teknologi dan investasi.

“Pertemuan ini bukan sekadar kesempatan untuk berbagi informasi, tetapi juga untuk membentuk kerangka kerja yang jelas bagi pengembangan industri. Dengan adanya FTA dan MoU, Indonesia dan Armenia akan memiliki alat yang kuat untuk memperluas kerja sama ekonomi,” kata Menperin. Ia menyoroti bahwa partisipasi aktif dari perusahaan-perusahaan Indonesia di INNOPROM 2026 membuka peluang ekspor dan peningkatan kepercayaan pihak Armenia terhadap kualitas produk dari negara kepulauan ini.

Peluang Kolaborasi di Sektor Industri

Meeting Results dari INNOPROM 2026 menggambarkan kemitraan industri yang semakin konkret. Kedua negara sepakat mengeksplorasi potensi kerja sama di bidang manufaktur, teknologi, dan perdagangan. Dalam diskusi, Menperin menyebutkan bahwa Armenia memiliki posisi penting sebagai pintu masuk ke kawasan CIS, sementara Indonesia memiliki sumber daya alam dan kemampuan produksi yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini juga melibatkan keterlibatan organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta perwakilan-perwakilan bisnis lokal yang aktif di acara tersebut.

“Dalam Meeting Results ini, kita menemukan keseriusan dari kedua pihak untuk membangun ekosistem industri yang saling mendukung. Indonesia berharap bahwa kolaborasi ini bisa dijadikan model kerja sama ekonomi di tingkat regional,” papar Menperin. Ia menambahkan bahwa manfaat dari pertemuan ini tidak hanya terbatas pada ekspor dan impor, tetapi juga pada pertukaran inovasi, pelatihan teknis, serta pembangunan infrastruktur yang saling menguntungkan.

Gabung diskusi