Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Hiburan

Special Plan: Menbud Fadli Harapkan Film Sejarah Indonesia Bisa Mendunia

William Martin - tajukpublik.com 4 mins read 12 views

Special Plan: Menbud Fadli Menginginkan Film Sejarah Indonesia Menjangkau Dunia Internasional Special Plan - Jakarta – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon

Special Plan: Menbud Fadli Harapkan Film Sejarah Indonesia Bisa Mendunia

Special Plan: Menbud Fadli Menginginkan Film Sejarah Indonesia Menjangkau Dunia Internasional

Special Plan – Jakarta – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan pentingnya pengembangan film sejarah Indonesia sebagai langkah strategis untuk memperkuat budaya bangsa di panggung internasional. Dalam pidatonya setelah peluncuran Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026 di Senayan Golf Club, Jakarta Selatan, pada Kamis, 9 Juli 2026, ia menyampaikan bahwa film sejarah bukan hanya media hiburan tetapi juga alat komunikasi budaya yang efektif. “Dengan menyelesaikan Special Plan ini, kita bisa menghadirkan narasi-narasi sejarah Indonesia ke berbagai festival film nasional maupun global,” ujarnya. Menurut Menbud, program ini bertujuan menampilkan berbagai peristiwa penting sepanjang sejarah Indonesia, seperti perjuangan kemerdekaan, revolusi, dan sosial-ekonomi, agar menjadi bagian dari komunitas film dunia.

Peran Film Sejarah dalam Penguatan Budaya Indonesia

Menurut Menbud, film sejarah memiliki peran krusial dalam memperkuat identitas nasional dan menggali nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi bangsa. “Film ini akan membantu masyarakat memahami perjuangan bangsa, serta memperkaya pemaknaan kemerdekaan yang kita rayakan,” tambahnya. Dalam konteks ini, Special Plan ditujukan untuk menumbuhkan karya film yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga secara akurat mencerminkan perjalanan sejarah Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini akan bergantung pada kualitas produksi, kolaborasi antar institusi, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya sejarah dalam narasi kehidupan.

Kemenbud menyoroti bahwa keberadaan film sejarah bisa memperkaya pemahaman generasi muda tentang kisah-kisah penting masa lalu. Fadli Zon menjelaskan bahwa program ini akan mencakup sejumlah proyek produksi yang berfokus pada tokoh-tokoh pahlawan, peristiwa nasional, dan kisah sejarah yang relevan dengan isu masa kini. “Kita ingin menampilkan narasi sejarah yang menginspirasi, bukan sekadar mencari popularitas,” katanya. Selain itu, program ini juga bertujuan mengembangkan ekosistem perfilman yang lebih mandiri, dengan menempatkan karya lokal sebagai bagian dari industri film global.

Menurut Menbud, film sejarah memperkuat pemaknaan kemerdekaan dan membantu masyarakat menggali nilai-nilai bangsa. Ia berharap tayangan ini bisa diperluas ke berbagai daerah melalui platform pemutaran yang lebih luas. “Dengan adanya film sejarah, masyarakat bisa lebih mengenal perjuangan bangsa, termasuk dalam konteks merayakan kemerdekaan,” katanya. Ia menambahkan bahwa Special Plan akan menjadi titik awal untuk membangun koneksi antara perfilman Indonesia dan dunia, melalui kolaborasi dengan penyelenggara festival internasional.

Dosen FIB Universitas Jember, Bambang Aris Kartika, mengatakan bahwa film sejarah memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran efektif bagi generasi muda. Ia menekankan bahwa kisah masa lalu bisa disampaikan dengan pendekatan yang lebih menarik melalui film biopik atau genre sejarah. “Film bisa menjadi sarana mengenalkan peristiwa sejarah dengan cara yang lebih visual dan mudah dipahami oleh pemirsa,” tambahnya. Menurut Bambang, dengan Special Plan ini, produksi film sejarah akan lebih berkualitas dan relevan, karena diarahkan oleh para ahli sejarah serta pengusaha perfilman yang terlibat dalam program ini.

Strategi Peningkatan Akses dan Visibilitas Film Sejarah

Kemenbud juga menyoroti peran film dalam membentuk apresiasi sejarah. Menurutnya, generasi milenial lebih menyukai konten visual dibandingkan membaca buku atau catatan tertulis. “Kecenderungan menonton film membuatnya menjadi media edukasi yang relevan untuk membangun kesadaran sejarah,” imbuhnya. Untuk memastikan keberhasilan Special Plan, Menbud berharap revisi UU Perfilman dapat meningkatkan masa tayang film di bioskop dan memudahkan akses bagi seluruh lapisan masyarakat. “Kita juga ingin memastikan film sejarah ini bisa tampil di platform digital, agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas,” terangnya.

Langkah-langkah penguatan ekosistem perfilman, termasuk melalui inisiatif ‘Jakarta World Cinema’, menjadi bagian dari upaya menyiapkan nilai kebangsaan untuk generasi mendatang. Special Plan diharapkan menjadi pemicu bagi industri perfilman Indonesia untuk berinovasi dan bersaing di pasar internasional. Menbud menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada produksi film tetapi juga pada strategi pemasaran dan distribusi yang lebih efektif. “Kami ingin film sejarah Indonesia bisa menjadi bagian dari cerita dunia, bukan hanya bagian dari sejarah Indonesia sendiri,” katanya. Dengan demikian, Special Plan dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun citra Indonesia sebagai negara dengan kualitas hiburan dan narasi sejarah yang unik.

Menurut Menbud, keberhasilan Special Plan akan bergantung pada kolaborasi antara berbagai pihak, seperti lembaga pendidikan, institusi budaya, serta produser dan sutradara lokal. “Kami ingin film sejarah tidak hanya ditampilkan di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, melalui festival-festival yang kita jadwalkan,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa program ini akan melibatkan penelitian mendalam terhadap peristiwa sejarah agar tidak ada kesalahan fakta yang merusak reputasi narasi bangsa. “Dengan konten yang akurat, film sejarah akan menjadi saksi bisu perjuangan kita selama ini,” imbuhnya. Target utama dari Special Plan adalah menumbuhkan karya film yang mampu menceritakan perjalanan Indonesia secara menarik dan bermakna, baik untuk pemirsa dalam maupun luar negeri.

Gabung diskusi