Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Hiburan

What Happened During: Kak Seto: Film Ghost Buzzer Hadirkan Horor Ramah Anak

William Martin - tajukpublik.com 3 mins read 12 views

agai Horor Ramah Anak What Happened During – Jakarta – Film horor komedi fantasi yang dikembangkan untuk anak-anak kini siap mengisi liburan sekolah dengan

What Happened During: Kak Seto: Film Ghost Buzzer Hadirkan Horor Ramah Anak

Kak Seto Puji Film Ghost Buzzer sebagai Horor Ramah Anak

What Happened During – Jakarta – Film horor komedi fantasi yang dikembangkan untuk anak-anak kini siap mengisi liburan sekolah dengan cerita yang menyenangkan sekaligus menghibur. Dibuat oleh M8 Pictures, Ghost Buzzer menghadirkan kisah petualangan empat teman dekat yang berusaha memecahkan tiga kasus misteri dengan bantuan alat detektor hantu. Tokoh-tokoh utama adalah Udin (Rafael Fernando), Nizam (Nevan Atallah), Raka (Claudio Alexandre), dan Chacha (Charissa Putri). Dalam What Happened During, film ini menjadi contoh bagus bagaimana genre horor bisa dikemas secara elegan tanpa mengurangi daya tarik anak-anak.

Horor yang Tak Menakutkan untuk Anak-Anak

What Happened During mencatat bahwa film Ghost Buzzer tidak hanya menyajikan keseruan, tetapi juga memberikan pengalaman horor yang ramah untuk anak-anak. Kak Seto, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, mengapresiasi film tersebut karena mampu memperkenalkan genre horor dengan cara yang tidak menakutkan. Ia menjelaskan bahwa film ini membantu anak-anak memahami ketakutan sebagai bagian dari iman kepada Allah SWT, sekaligus memperkenalkan konsep keberadaan hantu secara alami dan menyenangkan.

Dalam siaran pers yang dikutip Kamis, 9 Juli 2026, Kak Seto menyampaikan, “Kami senang bisa memperkenalkan genre horor yang berbeda. Film ini membuat anak-anak tidak merasa takut pada hal-hal gaib, melainkan memahami ketakutan sebagai bagian dari iman kepada Allah SWT.” Hal ini menunjukkan bagaimana What Happened During bisa menjadi referensi untuk pembuatan film dengan tema horor yang menggabungkan keseruan dan edukasi.

Konsep Produksi yang Inovatif

Produksi Ghost Buzzer menunjukkan komitmen M8 Pictures dalam menyajikan kisah horor yang tidak kaku. Film ini dirancang sebagai tontonan yang cocok untuk seluruh anggota keluarga, dengan konsep petualangan yang mengandalkan alur cerita yang terbuka dan elemen fantasi yang menarik. Ko Amirullah, produser eksekutif dari M8 Pictures, menyampaikan rasa syukur atas pengesahan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS SU) untuk trailer dan poster film. Ia optimis durasi 90 menit dari Ghost Buzzer juga akan memperoleh kategori yang sama.

Menurut Ko Amirullah, film ini menggabungkan unsur humor yang ringan dan pesan moral yang jelas, seperti persahabatan, keberanian, kerja sama, serta empati. “Kami ingin anak-anak bisa menikmati keseruan horor tanpa merasa cemas berlebihan, sekaligus belajar nilai-nilai positif melalui petualangan mereka,” katanya. Dalam What Happened During, film ini menjadi contoh film horor yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan dampak edukasi yang signifikan.

Kerja Sama dengan Sanggar Ananda

Ghost Buzzer diproduksi oleh Sanggar Ananda, lembaga pendidikan non-formal yang bergerak di bidang kreativitas. Aditya Gumay, tokoh utama dari lembaga ini, bersama Ko Amirullah menggagas konsep film yang memadukan horor, fantasi, dan petualangan. Dua sutradara, Agus dan Amir Gumay, memastikan tayangan yang menghibur sekaligus mengedukasi. “Kami berharap film ini bisa menjadi bagian dari kreativitas anak-anak dan membantu mereka mengembangkan imajinasi serta pemahaman tentang dunia sekitar,” ujar Aditya.

Dalam What Happened During, film ini juga dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak dalam menghadapi ketakutan secara kreatif. Dengan pendekatan yang santai dan menarik, Ghost Buzzer mampu menyajikan pesan bahwa horor tidak selalu menyedihkan, tetapi bisa menjadi bagian dari pengalaman belajar yang menyenangkan. Kombinasi antara cerita menarik dan visual yang menawan membuat film ini menjadi pilihan tepat untuk penonton yang ingin menikmati horor tanpa kehilangan kenyamanan.

Dalam rangkaian What Happened During, Ghost Buzzer juga diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan film-film serupa yang menargetkan usia anak-anak. Dengan STLS SU yang telah diperoleh, film ini akan segera ditayangkan secara luas, memberikan ruang bagi anak-anak untuk merasakan rasa ingin tahu dan semangat eksplorasi sejak dini. Dengan demikian, What Happened During menjadi cerminan bagaimana kreativitas dalam industri film bisa menghadirkan pengalaman yang bermanfaat sekaligus menghibur.

Gabung diskusi