Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Historic Moment: Keuskupan Agung Jakarta Telusuri Kondisi Pastur yang Terdampak Gempa Venezuela

Sandra Smith - tajukpublik.com 3 mins read 13 views

Historic Moment: Keuskupan Agung Jakarta Berikan Dukungan untuk Pastor Terdampak Gempa Venezuela Historic Moment - Sebagai bagian dari upaya kepedulian

Historic Moment: Keuskupan Agung Jakarta Telusuri Kondisi Pastur yang Terdampak Gempa Venezuela

Historic Moment: Keuskupan Agung Jakarta Berikan Dukungan untuk Pastor Terdampak Gempa Venezuela

Historic Moment – Sebagai bagian dari upaya kepedulian terhadap korban bencana alam di luar negeri, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengadakan acara misa arwah khusus sebagai Historic Moment dalam menyampaikan dukungan kepada para pastor Katolik yang terkena dampak gempa bumi besar di Venezuela. Kegiatan ini diselenggarakan di Gereja Katedral Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juli 2026, dan dihadiri oleh umat Katolik serta masyarakat umum yang ingin berpartisipasi dalam memperkuat kebersamaan dalam situasi sulit.

“KAMI BERUPAYA MEMAHAMI DUKUNGAN YANG DIBERIKAN OLEH KAJ KEPADA PARA PASTOR YANG TERDAMPAK GEMPA VENEZUELA, SEBAGAI BUKTI PERSATUAN KEMANUSIAAN,” kata Romo Adi Prasojo Pr, Sekretaris KAJ, dalam pidatonya selama acara tersebut. Ia menambahkan bahwa sebagian besar penduduk Venezuela adalah pengikut ajaran Katolik, sehingga bencana alam ini secara langsung memengaruhi komunitas Katolik di Indonesia.

Kepedulian Gereja Sebagai Simbol Kemanusiaan

Acara misa arwah tidak hanya menjadi bentuk doa bersama, tetapi juga wujud solidaritas yang mencerminkan semangat Historic Moment dalam menghadapi krisis bencana. Romo Adi menjelaskan bahwa Gereja Katolik di Indonesia aktif berkoordinasi dengan lembaga internasional untuk mengetahui kondisi para pastor yang terkena gempa. Dalam wawancara eksklusif, ia mengatakan bahwa informasi awal mengungkapkan bahwa lebih dari 500 pastor di Venezuela terkena kerusakan rumah ibadat dan kehilangan akses ke layanan pastoral.

“GEMPA BESAR MENGGELOMBANGKAN KEHIDUPAN BIBLIKAL DI VENEZUELA, DAN KAJ BERUPAYA MEMASTIKAN PERHATIAN KESEMUA KORBAN, TANPA MEMPERTIMBANGKAN AGAMA ATAU KEWARGANEGARAAN.” ujar Romo Adi. Ia menekankan bahwa acara ini adalah Historic Moment bagi Keuskupan Jakarta dalam membangun hubungan erat dengan komunitas Katolik di negara lain.

Pastor Katolik di Venezuela: Dampak dan Perjuangan

Menurut laporan terkini dari KBRI Caracas, gempa dengan magnitudo (M) 7,1 pada 24 Juni 2026 menyebabkan kerusakan serius pada katedral-katedral dan rumah pastor di berbagai wilayah Venezuela. Banyak dari mereka mengalami cedera ringan hingga sedang, sementara beberapa mengalami kehilangan penghidupan. Romo Adi menyampaikan bahwa Gereja Katolik Indonesia ingin memberikan bantuan emosional dan spiritual kepada para pastor tersebut, melalui doa bersama yang diadakan dalam upacara misa arwah.

“SEBAGAI BAGIAN DARI HISTORIC MOMENT INI, KAJ MEMPERSIAPKAN BANTUAN BERUPA KANTOR KOMUNIKASI DAN PELAYANAN BISNIS GEREJA UNTUK MENDUKUNG KEHIDUPAN PASTOR YANG TERDAMPAK.” tambah Romo Adi. Ia juga menyebutkan bahwa tindakan kepedulian ini bukan hanya tugas gereja, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam menghadapi bencana.

Doa dan Kebaktian Bersama: Momen Khusus dalam Kesedihan

Kegiatan misa arwah di Jakarta Pusat dihadiri oleh ratusan umat Katolik dan tokoh agama lain yang ingin menyampaikan dukungan. Acara ini disusun sebagai Historic Moment untuk mengingat para korban dan merayakan kebersamaan dalam menghadapi tragedi alam. Pelayan berdoa mengucapkan syukur atas pertolongan Tuhan, sementara peserta acara diwajibkan mengenakan pakaian hitam sebagai bentuk kesedihan.

HISTORIC MOMENT INI MENYAMPAIKAN YAKIN BAHWA KEDAMAIAN MELALUI DOA BISA MEMPERKUAT BONDING ANTARNEGARA, TERMASUK ANTARA INDONESIA DAN VENEZUELA.” ujar Romo Adi, menambahkan bahwa misa arwah ini juga diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia akan pentingnya kebersamaan dalam mementahkan rasa sedih.

Dubes RI Pastikan Kondisi WNI di Venezuela Aman

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia yang terkena dampak gempa bumi di Venezuela. Direktur Pelindungan WNI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa tiga WNI yang berada di Venezuela dalam kondisi sehat, dan tidak ada laporan korban meninggal atau cedera akibat bencana tersebut. Gedung KBRI Caracas dan Wisma Duta juga dinyatakan tidak mengalami kerusakan serius.

“KAMI YAKIN KEPEDULIAN KAJ DAN WNI DI VENEZUELA TETAP BERLANGSUNG DENGAN BAIK, MESKIPUN GEMPA MENYEBABKAN PERUBAHAN PADA STRUKTUR KEAGAMAAN MEREKA.” kata Heni. Ia menambahkan bahwa gempa bumi tersebut juga memperkuat hubungan diplomatik dan budaya antara Indonesia dengan negara-negara Latin Amerika.

Historic Moment: KAJ dan Komunitas Katolik Terus Berdoa

KAJ berharap Historic Moment dalam misa arwah bisa menjadi titik awal dari gerakan kepedulian yang lebih luas. Pastor-pastor yang terdampak gempa Venezuela dipastikan akan menerima bantuan fisik dan emosional dari Gereja Indonesia, sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya. Keuskupan Jakarta juga berencana mengadakan pertemuan virtual dengan pastor Venezuela untuk mengkoordinasikan rencana pemulihan.

Gabung diskusi