Topics Covered: Dewas RRI Tekankan Internalisasi Renstra 2025–2029 hingga Seluruh Satker
Dewas RRI Tekankan Internalisasi Renstra 2025–2029 hingga Seluruh Satker Topics Covered - Jakarta – Dalam acara Workshop Implementasi Rencana Strategis
Dewas RRI Tekankan Internalisasi Renstra 2025–2029 hingga Seluruh Satker
Topics Covered – Jakarta – Dalam acara Workshop Implementasi Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 dan Evaluasi Kinerja Semester I 2026 di Jakarta Selatan, Rabu, 8 Juli 2026, Dewan Pengawas Radio Republik Indonesia (RRI) menyoroti pentingnya menyebarkan dokumen strategi secara luas ke seluruh unit kerja. Tujuan utamanya adalah memastikan selarasnya pelaksanaan program dengan visi organisasi hingga 2029 mendatang.
Renstra sebagai Panduan Visi Organisasi
Ketua Dewas RRI, Anwar Mujahid Adhy Trisnanto, menyatakan bahwa Renstra ini berfungsi sebagai pedoman bagi seluruh anggota RRI dalam mewujudkan arah kebijakan utama. Dokumen tersebut dibuat melalui proses yang memakan waktu lebih dari 500 hari sebelum ditetapkan. Menurut Anwar, menyebarkan pemahaman Renstra hingga tingkat terendah akan memastikan setiap individu tahu peran dan tanggung jawabnya.
“Dewan Pengawas sangat berharap Renstra disosialisasikan secara optimal hingga level terbawah. Dengan begitu, semua pihak dapat memahami tanggung jawab masing-masing,” ujar Anwar dalam sambutannya.
Human Capital Jadi Fokus Utama
Menurut Anwar, pengenalan Renstra akan memudahkan seluruh jajaran organisasi mencapai visi secara terarah. Dokumen ini juga diharapkan mengurangi keraguan terhadap tujuan RRI serta menghindari perdebatan yang tidak bermakna. “Pemahaman yang baik tentang Renstra akan mempercepat realisasi visi, sekaligus menghilangkan keraguan dan perdebatan yang tidak produktif,” tambahnya.
Temuan dalam Pengawasan
Anwar menyebutkan bahwa saat ini masih ada sebagian ketua tim satuan kerja yang belum sepenuhnya memahami Renstra 2025–2029. Hal ini menyebabkan pelaksanaannya belum optimal dalam menciptakan perubahan yang diinginkan. “Beberapa ketua tim di satuan kerja belum membaca dokumen ini, sehingga Renstra tidak memberikan dampak signifikan,” jelasnya.
Upaya Menyeluruh untuk Implementasi
Sebagai langkah memperkuat penerapan, Anwar menginginkan peserta workshop memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi pengalaman, menguji ide, serta merancang strategi pelaksanaan Renstra. Upaya tersebut bertujuan agar RRI dapat menjadi media yang terpercaya, relevan, berdampak, dan mendorong nilai-nilai keindonesiaan.
Workshop kali ini dihadiri Dewas, Direksi, serta perwakilan dari 71 satuan kerja LPP RRI di berbagai wilayah Indonesia. Acara ini bertindak sebagai forum untuk menyelaraskan persepsi dan membahas implementasi Renstra secara menyeluruh.
