Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Key Discussion: Ditjen SDA Prioritaskan Irigasi dan Bendungan Dukung Swasembada Air

Karen Williams - tajukpublik.com 2 mins read 9 views

Key Discussion: Prioritas Irigasi dan Bendungan untuk Swasembada Air Key Discussion - Ditjen SDA Kementerian PUPR menetapkan irigasi dan pembangunan bendungan

Key Discussion: Ditjen SDA Prioritaskan Irigasi dan Bendungan Dukung Swasembada Air

Key Discussion: Prioritas Irigasi dan Bendungan untuk Swasembada Air

Key Discussion – Ditjen SDA Kementerian PUPR menetapkan irigasi dan pembangunan bendungan sebagai pusat perhatian utama dalam mendukung program swasembada air, yang menjadi bagian dari prioritas nasional kedua dalam RPJMN 2025–2029. Key Discussion pada pertemuan dengan Komisi V DPR RI di Jakarta menegaskan bahwa kedua sektor ini akan memainkan peran sentral dalam mencapai keberlanjutan pengelolaan air nasional.

Strategi Pengelolaan Air Berkelanjutan

Direktur Jenderal SDA, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan mengoptimalkan sumber daya air melalui pendekatan holistik. Key Discussion menyoroti empat kegiatan utama yang akan dilakukan, yaitu pengembangan sistem tampungan air, distribusi pasokan air, pengendalian risiko kerusakan, serta integrasi pengelolaan Pantura. “Program swasembada air akan mewujudkan pengelolaan yang lebih baik dengan empat kegiatan utama,” ujarnya dalam rapat di Kompleks Parlemen.

Menurut Arnold, irigasi dan bendungan menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan air yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Key Discussion juga menyoroti pentingnya revitalisasi danau serta situ sebagai upaya pengendalian alami air, sekaligus peningkatan operasi waduk yang telah ada. “Kami menargetkan pembangunan irigasi baru sebesar 500 ribu hektare dan perbaikan jaringan irigasi rusak,” tambahnya, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas pasokan air untuk sektor pertanian dan distribusi air baku.

Target Infrastruktur untuk Stabilitas Air

Pada Key Discussion, pemerintah juga menyebutkan rencana pembangunan 15 bendungan yang sudah dimulai sebelumnya. Selain itu, akan dibangun infrastruktur pengendali banjir sepanjang 800 kilometer dan memperkuat perlindungan pantai hingga 127 kilometer hingga 2029. Key Discussion menekankan bahwa proyek ini dirancang untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologis, seperti banjir dan kekeringan, yang sering mengganggu produktivitas pertanian.

Key Discussion juga membahas pengendalian sedimen dan lahar dari 87 unit gunung berapi sebagai bagian dari prioritas keberlanjutan. Arnold menyebutkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada keterlibatan masyarakat dan instansi terkait dalam menjaga tata kelola air. “Kami akan menerapkan manajemen air cerdas, akuntansi air, dan perencanaan terpadu untuk mencapai hasil maksimal,” katanya, menyoroti kebutuhan integrasi antara sektor pertanian, lingkungan, dan energi dalam pengelolaan air.

Dalam Key Discussion, ada penekanan pada peningkatan kelembagaan pengelolaan air sebagai langkah strategis. Arnold mengatakan bahwa SDA akan berperan aktif dalam mengoperasikan dan memelihara bendungan, jaringan irigasi, serta fasilitas penyediaan air. “Kami juga memastikan partisipasi aktif dari daerah dan masyarakat,” tambahnya, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan kerja sama lintas sektor.

Kebijakan swasembada air diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah rawan krisis air. Key Discussion menunjukkan bahwa program ini akan mendukung pertanian yang lebih efisien, mengurangi ketergantungan pada air hujan, dan menciptakan ketahanan pangan nasional. “Dengan keberlanjutan pengelolaan air, kita bisa memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya, menegaskan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kesinambungan dan komitmen jangka panjang.

Gabung diskusi