Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Nasional

Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau Demi Ketahanan Pangan Nasional

Karen Garcia - tajukpublik.com 3 mins read 11 views

n Pangan Nasional Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau Demi Ketahanan - Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan upaya mitigasi terhadap musim kemarau

Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau Demi Ketahanan Pangan Nasional

Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau Demi Ketahanan Pangan Nasional

Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau Demi Ketahanan – Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan upaya mitigasi terhadap musim kemarau yang mengancam stabilitas pangan nasional. Dalam wawancara dengan RRI, Prof. Dedi Nursyamsi, seorang penyuluh pertanian utama di Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan), menjelaskan bahwa persiapan untuk menghadapi kondisi iklim ekstrem ini menjadi prioritas utama. “Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau Demi menjaga produksi pangan tetap optimal di tengah tantangan cuaca yang terus berubah,” ujar Dedi, Jumat, 19 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa perubahan iklim, khususnya fenomena El Niño, telah memperparah situasi kering yang berlangsung sejak awal tahun. Kementan memperkuat mitigasi kemarau demi mencegah dampak negatif terhadap pertanian, yang menjadi tulang punggung pangan nasional.

Kondisi Kemarau dan Dampak pada Produksi Pangan

Musim kemarau 2026 tercatat sebagai salah satu yang paling ekstrem dalam beberapa dekade terakhir. BMKG mencatat bahwa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara telah mengalami kekeringan berkepanjangan, dengan kelembapan tanah yang terus menurun. Dedi menyoroti bahwa persediaan air sungai dan danau berkurang drastis, sehingga mengancam ketahanan pangan nasional. “Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau Demi memastikan bahwa pertanian tetap bisa berproduksi meski dalam kondisi yang sulit,” tambahnya. Ia mengungkapkan bahwa tanpa langkah mitigasi yang tepat, risiko gagal panen bisa meningkat hingga 30 persen di beberapa wilayah.

BMKG juga mengingatkan bahwa ancaman cuaca ekstrem tidak hanya terbatas pada wilayah tertentu. Perubahan iklim telah memicu pergeseran pola musim, sehingga beberapa daerah sebelumnya memiliki curah hujan tinggi kini berubah menjadi daerah kering. Dedi menyatakan bahwa kekeringan ini menyebabkan kebutuhan air pertanian meningkat, sementara sumber daya air terbatas. “Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau Demi mengurangi risiko ketidakseimbangan pasokan pangan,” jelasnya. Ia menekankan bahwa upaya mitigasi harus dilakukan secara terpadu, baik oleh pemerintah maupun masyarakat petani.

Langkah-Langkah Mitigasi Kemarau oleh Kementan

Salah satu strategi utama Kementan adalah memperkuat sistem irigasi suplementer. Dedi menjelaskan bahwa teknologi pengelolaan air, seperti penggunaan air hujan yang terkumpul atau sistem pengairan modern, menjadi solusi efektif. “Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau Demi mengoptimalkan penggunaan air secara efisien,” katanya. Selain itu, Kementan juga mendorong penggunaan varietas tahan kekeringan, seperti Inpago dan hibrida padi gogo, yang bisa bertahan lebih lama tanpa air. Dedi menambahkan bahwa kebijakan ini tidak hanya membantu pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ketidakpastian cuaca.

Penggunaan teknologi konservasi air juga menjadi fokus Kementan. Dedi menyebutkan bahwa teknik seperti kompos dan biochar dari limbah pertanian dapat meningkatkan retensi air di tanah. “Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau Demi memastikan bahwa tanah tetap lembap meski musim kering berlangsung,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini memerlukan kolaborasi antara lembaga penelitian, petani, dan pengelola daerah. Dedi menyampaikan bahwa keberhasilan mitigasi kemarau bergantung pada keberlanjutan program, termasuk pelatihan teknologi pertanian bagi petani.

Sebagai langkah tambahan, Kementan juga mendorong penggunaan alat bantu seperti pompa air mini dan teknik penanaman yang hemat air. “Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau Demi mengurangi ketergantungan pada sumber air alami yang rentan terhadap fluktuasi cuaca,” jelas Dedi. Ia menyoroti bahwa kebijakan ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dirancang untuk jangka panjang. Dengan dukungan dari BMKG dan lembaga lain, Kementan berkomitmen untuk membangun sistem pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Dalam wawancara tersebut, Dedi juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mitigasi kemarau. “Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau Demi membutuhkan partisipasi aktif petani, karena mereka adalah pelaku utama produksi pangan,” katanya. Ia menyebutkan bahwa beberapa daerah telah berhasil menerapkan metode pertanian berkelanjutan, seperti penanaman tanaman penutup tanah atau penggunaan teknik rotasi tanam. Dedi berharap metode ini dapat diterapkan secara lebih luas untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Gabung diskusi